Yayasan Sioux Indonesia: Memahami Ular Melalui Edukasi dan Konservasi

Mendengar kata “ular”, sebagian besar dari kita akan berpikir tentang hewan yang mengerikan, berbahaya, membuat kita merasa takut dan sebisa mungkin segera menghindar. Atau bahkan kita langsung mencari senjata untuk membunuh hewan ini. Padahal sebagai sesama makhluk hidup yang memiliki nyawa, tentu kita seharusnya dapat hidup berdampingan secara damai.

Ular merupakan hewan yang mempunyai daerah kekuasaan, teritori yang mereka klaim. Jika kita melanggar atau melewati daerah itu, secara naluriah mereka akan berusaha mempertahankan. Sedangkan sebaliknya, jika ada ular yang masuk ke rumah bukan berarti ular tersebut jahat dan ingin menganggu manusia. Kemungkinan terbesar adalah ular tersebut tersesat, sedang celaka, atau mungkin mencari mangsanyanya, salah satunya tikus yang banyak bersembunyi di dalam rumah. Hingga akhirnya tidak sengaja ular yang tersesat ini kita “temui” di rumah kita.

Lalu bagaimana cara menyikapi jika kita bertemu dengan ular di lingkungan kita? Bagaimana kita bisa mengetahui apakah ular yang masuk ke dalam rumah kita itu berbahaya atau tidak?  Apakah kita perlu tahu bedanya ular kobra sama dengan ular king kobra?

Pertanyaan-pertanyaan diatas dapat dijawab oleh rekan-rekan dari Yayasan Sioux Indonesia, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat non-profit di Indonesia yang berkecimpung di dalam dunia konservasi ular. Yayasan Sioux Indonesia  memiliki tujuan untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap ular. Harapannya adalah agar masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam mencegah kepunahan ular.

Yayasan Sioux Indonesia secara aktif mengadakan Workshop, roadshow dan kegiatan kepramukaan untuk mengedukasi dan mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap ular. Uniknya, pengunjung atau peserta yang masih takut terhadap hewan melata ini, disediakan sebuah Klinik Ophidiophobia yang dibuka secara gratis. Sesuai dengan namanya, klinik ini bertujuan untuk memberi bantuan kepada orang yang memiliki ketakutan terhadap hewan melata. Klinik ini dikelola oleh instruktur dan pemateri Sioux untuk membantu mengurangi ketakutan terhadap ular yang notabene masih banyak ditemui di masyarakat.

Pelatihan Penanganan Ular (Snake Handling Training- SHADING) – Facebook Sioux Ular Indonesia

Beberapa kegiatan yang rutin diadakan oleh Yayasan Sioux Ular Indonesia mencakup:

Program Snake Rescue

Yayasan Sioux Indonesia memiliki tim Sioux Snake Rescue atau disingkat tim SSR yang bekerja untuk menangani kasus dan kondisi darurat. Kondisi darurat yang dimaksud adalah semisal ada ular yang tidak sengaja masuk ke rumah atau ke kompleks perumahan. Jika hal ini terjadi, tim SSR siap datang untuk melakukan sweeping dan mengamankan ular tersebut dari rumah ke tempat perlindungan yang lebih aman atau melepaskan ular ke habitat asli.

Selain menunggu panggilan darurat, tim SSR juga sering menjalankan “patroli ular” di beberapa kawasan.

Edukasi

Tim dari Yayasan Sioux Indonesia kerap mengunjungi kompleks perumahan, sekolah-sekolah dan beberapa instansi untuk mempromosikan ilmu pengetahuan mengenai ular. Materi yang dibahas berkisar tentang pengenalan ular dilihat dari sisi biologi sebagai hewan, hingga materi penanganan dan apa yang harus dilakukan apabila berhadapan dengan ular.

Pelatihan Penanganan Ular (Snake Handling Training- SHADING) – Facebook Sioux Ular Indonesia

Snake Handling Training

Sesuai dengan namanya, pelatihan ini adalah pelatihan untuk menangani ular. Tim Yayasan Sioux Indonesia sudah beberapa kali diundang ke perusahaan untuk mengadakan pelatihan ini. Beberapa daerah di Indonesia yang pernah dikunjugi tim Yayasan Sioux Indonesia adalah Batam, Aceh, Riau, Kalimantan, Kupang, dan Papua.

Riset dan Pembuatan Katalog

Ilmu pengetahuan memang tidak ada batasnya. Itu sebabnya, tim Yayasan Sioux Indonesia terus memperbarui pengetahuan mereka dengan sering mengadakan riset. Hasil dari riset yang dilakukan, dibuat menjadi katalog yang nantinya akan menjadi Katalog Ular Indonesia.

Yayasan Sioux Indonesia dirintis semenjak tahun 2003 oleh empat orang yang aktif dalam kepramukaan melalui Pramuka Ular dengan nama Natrix Scout. Natrix Scout pun terus berkembang hingga akhirnya resmi menjadi yayasan pada tahun 2013. Saat ini Yayasan Sioux Indonesia diketuai oleh Aji Rachmat.

Aji menyatakan bahwa Sioux membuka sistem volunteer atau kerelawanan sejak tahun 2004. Tenaga relawan ini disebut dengan “Muscle Sioux” atau terjemahan bebasnya adalah “otot dari Sioux”.  Para relawan ini memang menjadi otot dari Yayasan Sioux untuk melakukukan berbagai kegiatan yang kerap diadakan oleh Yayasan Sioux Indonesia. Hingga hari ini, terdapat sekitar 400 Muscles Sioux yang ada di seluruh Indonesia dimana paling banyak berada di wilayah Jabodetabek dan Yogyakarta.

“Ular merupakan satwa liar yang memiliki habitat paling dekat dengan manusia. Selama ini, justru kita sebagai manusia, yang tinggal dan menetap, membangun rumah, di daerah yang tadinya adalah habitat ular. Maka, sangatlah wajar jika terkadang ada ular yang mendekat ke tempat tinggal manusia. Masyarakat tidak perlu berpikiran negatif atau mistis jika melihat ular,” berikut adalah pesan dari Aji mengenai bagaimana  kita sebagai manusia saat menghadapi ular.

Lalu apa yang harus kita lakukan jika kita melihat seekor ular?

“Kenali, pelajari, dan waspada terhadap ular, tetapi jangan membunuhnya karena ular juga membantu manusia dalam menyeimbangkan lingkungan. Contohnya, ular memakan tikus, dimana tikus adalah hewan yang bisa membawa penyakit berbahaya.”. Aji juga mengatakan bahwa insting alami ular adalah takut terhadap manusia. Oleh karena itu ular pun dapat diusir dengan alat bantu agar menjauh.

Setelah mengetahui beberapa program dan kegiatan dari Yayasan Sioux Indonesia, mungkin ada sebagian yang bertanya-tanya. Bisakah kita memanggil Tim Sioux Snake Rescue apabila tiba-tiba seekor ular berada di rumah kita? Atau bisakah kita minta tim Yayasan Sioux Indonesia mengunjungi sekolah atau instansi kami? Tentu saja bisa. Pembaca yang ingin mengetahui tentang komunitas Yayasan Sioux Ular Indonesia atau ingin berkonsultasi mengenai ular dapat menghubungi Aji sendiri melalui nomor 08970861042.

Selain itu Sahabat juga dapat menghubungi Yayasan Sioux Indonesia melalui Twitter twitter.com/siouxindonesia dan Facebook https://www.facebook.com/groups/34314794076/

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here