Women Self Defense Kopo-ryu : Membangun Rasa Aman pada Diri Wanita

“Bela diri itu seperti celana dalam. Semua orang sebenarnya punya di dalam, tapi tidak untuk ditunjuk-tunjukkan” – Head Coach, Women Self Defense Kopo-ryu –

Itulah salah satu kutipan pembuka obrolan Kami (Red.) dengan Eko Hendrawan, yang merupakan salah satu pendiri sekaligus head coach dari Women Self Defense Kopo-ryu (WSDK) ini. Ungkapan tersebut spontan menghadirkan suasana yang cair sekaligus rasa penasaran mengenai kegiatan WSDK. Kebetulan saat itu Kami (Red.) berkesempatan untuk hadir dalam kegiatan Self Defense for Kids” WSDK berkolaborasi dengan Grup Nalataks Bandung. Tentunya kesempatan ini tidak Kami (Red.) sia-siakan untuk dapat menggali lebih lanjut mengenai women self defense.

WSDK sendiri merupakan komunitas bela diri praktis khusus perempuan yang diciptakan oleh H. Sofyan Hambally yang merupakan seorang praktisi beladiri penyandang sabuk DAN VI Karate International (WKKO) dan tingkatan DAN VI Ju-Jitsu (WJJKO). Khusus pada acara “Self Defense for Kids” ini, kegiatan WSDK memperkenalkan teknik-teknik bela diri terutama anak-anak, agar mereka dapat melindungi dan membela diri jika mengalami situasi darurat yang dapat membahayakan diri.

Sesuai peruntukannya, kegiatan “Self Defense for Kids” ini dikemas dengan menarik. Diawali dengan perkenalan mengenai konsep self defense dan penanaman mindset penggunakan teknik bela diri. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan teknik-teknik dasar bela diri, serta permainan-permainan yang dibagi ke dalam beberapa pos kegiatan. Anak-anak pun tampak bersemangat mengikuti sepanjang rangkaian kegiatan tersebut.

4P: Pray, Prediction, Prevention, Protection

WSDK memperkenalkan 4 konsep pertahanan diri yaitu Pray, Prediction, Prevention, dan Protection. Pray (berdoa) yang bermakna bahwa kita harus senantiasa berdoa kepada Tuhan untuk meminta perlindungan dan memulai sesuatu. Prediction (prediksi) yaitu kemampuan kita membaca situasi yang tepat, apakah aman atau membahayakan bagi kita. Prevention (pencegahan) bermakna bahwa kita perlu melakukan pencegahan dari situasi yang kita nilai dapat membahayakan. Protection (perlindungan) bermakna bahwa kita perlu melindungi diri dari hal-hal yang membahayakan diri.

Melalui 4P tersebut tergambar bahwa konsep yang diusung WSDK menekankan pada relasi manusia dengan penciptanya, serta pentingnya kehati-hatian dalam memanfaatkan ilmu bela diri. Bela diri bukan merupakan sesuatu untuk dipamerkan, melainkan digunakan hanya untuk keadaan yang darurat berdasarkan penilaiaan yang saksama.

Lembut bukan berarti lemah, dalam kelembutan tersimpan kekuatan

Pernakahkah terpikir bahwa barang-barang yang kita kenakan/bawa seperti tisu, gantungan kunci, ponsel, lipstick, kartu ATM, bahkan sepatu hak dapat menjadi alat bela diri saat situasi darurat? Benda-benda yang sangat lekat dengan perempuan dan mencerminkan kelembutan ini ternyata menyimpan suatu kekuatan. Hal inilah yang coba dikembangkan dan diperkenalkan oleh WSDK. Program pelatihan beladiri WSDK dikemas semudah mungkin sehingga memungkinkan para perempuan dari berbagai strata usia dapat menerima pelatihannya. Teknik yang diberikan adalah teknik-teknik yang sangat praktis namun mematikan. Gerakannya dirancang khusus perempuan dalam upaya memberi daya kejut kepada para pelaku, sehingga mampu menghindari kondisi yang lebih buruk. Istilah gerakan yang digunakan pun sangat akrab dengan keseharian perempuan maupun anak, seperti “bercermin”, “merenggut”, “mencubit”, “menginjak”, dan sebagainya.

Saat ini kegiatan rutin WSDK telah ada di kota Bandung, Surabaya, dan Medan. Berita gembiranya,  Jakarta saat ini sedang dalam proses merintis cabangnya. Program yang diselenggarakan mencakup Reguler (basic, intermediate, advance dan master), Khusus, dan Publik. Untuk saat ini kegiatan rutinnya masih diperuntukkan untuk perempuan dewasa dan remaja, sedangkan untuk anak masih bersifat insidental.


Jika Sahabat ingin mengetahui lebih lanjut informasi mengenai WSDK, dapat mengunjungi situs www.wsdk.or.id atau Facebook WSDK Indonesia.

2 KOMENTAR

  1. Keren banget tulisannya. terima kasih teh Listia sudah mau berkunjung dan menuliskannya. semoga jadi amal ibadah ya. memberi pencerahan kepada umat melalui tulisan-tulisannya.

    Eko Hendrawan
    Headcoach WSDK

  2. Dahsyat tulisannya. Terimakasih sudah berbagi semangat bersama. Semoga menjadi kebaikan untuk kita semua

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here