Waspadai Modus Kejahatan Saat Ibadah Haji

Meskipun Haji merupakan prosesi ibadah yang suci dan sakral, pelaksanaannya tidak lepas dari ulah tangan-tangan jahat yang menodai prosesi ini dengan tindakan kriminalitas. Keselamatan Keluarga dot Com merangkum berbagai modus kejahatan saat ibadah haji untuk mengingatkan pentingnya waspada selama melaksanakan ibadah haji.

Berikut ini modus-modus kejahatan yang pernah terjadi pada jemaah Indonesia di Tanah Suci saat Ibadah Haji.

Petugas PPIH Gadungan

Penipuan dapat dilakukan oleh orang yang menyamar menjadi petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Jemaah cenderung lebih mempercayai orang yang mengaku sebagai petugas PPIH sehingga menjadi kurang waspada terhadap perilaku kejahatan.

Kejahatan berupa penyamaran menjadi petugas PPIH biasanya terjadi dengan menawarkan bantuan penitipan barang saat jemaah hendak menuju ke toilet. Padahal, pelaku kejahatan menggunakan kesempatan ini untuk mencuri barang berharga yang dititipkan kepadanya. Modus lain adalah dengan berpura-pura mengantarkan jemaah yang tersesat padahal pada akhirnya pelaku akan memaksa meminta uang kepada jemaah.

Dilansir dari Detik.com, agar tidak menjadi korban kejahatan, para jemaah haji diharapkan bisa mengenali petugas PPIH tahun 2018 ciri-ciri berikut.

  1. Kemeja putih celana hitam.
  2. Di dada kirinya ada emblem hijau bertuliskan “lajnatul haj indonesia” (warna kuning huruf Arab).
  3. Di dada kanan ada emblem putih bertuliskan nama petugas dan “PPIH Arab Saudi 1439H/2018M” (warna hitam).
  4. Di lengan kanan ada logo bendera merah putih.
  5. Di punggung ada tulisan “Petugas Haji Indonesia Tahun 2018”.
  6. Jika memakai rompi, petugas akan mengenakan rompi warna hitam dengan list silver di pangkal lengan kanan dan kiri.
  7. Di dada kiri rompi, ada emblem bendera merah putih.
  8. Di dada kanan rompi, ada emblem nama petugas dan tulisan “PPIH Arab Saudi 1439H/2018M”
  9. Di belakang rompi, ada tulisan “Petugas Haji Indonesia 2018” (warna merah dan putih).
  10. Jika mengenakan topi, ada bendera merah putih dan tulisan “Petugas Haji Tahun 2018”.

Jemaah Gadungan

Modus kejahatan lain adalah dengan berpura-pura menjadi jemaah haji untuk melakukan tindakan kejahatan. Jemaah haji gadungan ini biasanya menggunakan gelang haji tahun lalu serta berpakaian seperti jemaah haji Indonesia umumnya.

Kejahatan yang dilakukan bisa berupa pencurian barang saat beribadah maupun saat di asrama haji.

Mencuri Bawaan Jemaah

Modus kejahatan lain adalah mencuri barang bawaan jemaah yang sedang Shalat. Ada laporan Jemaah haji pernah kehilangan barang tas berisi barang berharga pada saat melakukan Shalat. Kehilangan juga dilaporkan terjadi pada jemaah yang sedang shalat dibelakangnya.

Mengantar Jemaah Tersesat

Penjahat dilaporkan mengintai jemaah haji yang tersesat. Setelah menawarkan diri mengantarkan jemaah haji ke tujuan, mereka memaksa meminta bayaran sejumlah uang. Selain meminta bayaran, ada juga laporan pelaku merampas uang dan meninggalkan jemaah yang tersesat begitu saja.

Menawarkan Jasa

Ada juga laporan kejahatan dengan modus menawarkan jasa membantu anggota jemaah haji yang berkursi roda untuk melakukan tawaf mengelilingi Kabah. Dalam perjanjian, pelaku menerima bayaran untuk tujuh putaran. Namun, baru sampai tiga putaran, pelaku memaksa tambahan pembayaran sembari mengancam jemaah haji untuk tidak melanjutkan jasanya.

Pelaku dengan modus seperti ini biasanya membaurkan diri dengan jemaah haji Indonesia dengan menggunakan gelang jemaah haji tahun sebelumnya yang sudah tidak berlaku.

Membius Korban

Modus pelaku kejahatan dengan menawari air minum yang sudah dicekoki obat bius pun menimpa jemaah haji Indonesia. Pelaku dilaporkan menunjukkan kartu identitas petugas haji palsu. Dia kemudian memberi minum korban. Setelah korban tertidur akibat obat bius yang dicampur ke dalam minuman, pelaku mengambil barang-barang korban.

Membayarkan Dam

Dam atau denda harus dibayarkan oleh jemaah haji yang melanggar amalan-amalan wajib. Untuk membayar dam ke bank, jemaah haji harus mengeluarkan uang 427 riyal. Para pelaku menawarkan bantuan membayarkan dam dengan harga yang lebih murah. Pelaku kejahatan mendekati korban dengan pendekatan kedaerahan. Jika yang disasar jemaah haji dari Jawa, pelaku yang harus turun adalah yang bisa berbahasa Jawa.

Menggeledah

Aksi penggeledahan dilakukan perempuan bercadar dan berbaju hitam yang menyamar sebagai polisi wanita terhadap jemaah haji yang hendak masuk masjid. Dilaporkan ada perempuan anggota jemaah haji Indonesia kehilangan ponselnya akibat penggeledahan ini.

Penjambretan

Modus penjambretan juga dilaporkan terjadi pada jemaah ibadah haji. Modusnya bisa dengan berpura-pura mengecek kelengkapan dokumen jemaah lalu membawa lari uang yang ada pada berkas dokumen tersebut.

Menyilet Tas

Sama halnya dengan di Indonesia, di Arab Saudi pun ada modus menyilet tas saat jemaah haji berdesak-desakan keluar dari Masjid Nabawi setelah shalat wajib. Kemenag juga menyatakan adanya kasus kehilangan dompet jemaah haji akibat modus ini.

 

Sumber:

detik.com

kemenag.go.id

Ilustrasi : Al-Haram mosque by Al Jazeera English CC

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here