Modus Pencurian Rumah

Tips agar rumah lebih aman saat ditinggal mudik

Rumah adalah tempat dimana Sahabat dapat merasakan pulang, menghabiskan waktu dengan keluarga, dan menikmati waktu beristirahat. Rumah juga menjadi tempat penyimpanan aset serta barang-barang berharga. Bukan menjadi hal yang aneh jika ada pihak yang berniat jahat karena termotivasi dengan barang yang Sahabat miliki, saat Sahabat sedang lengah ataupun ketika ada kesempatan. Orang asing bisa saja memasuki rumah Sahabat dan melakukan pencurian di rumah dengan beberapa modus. Berikut beberapa modus pencurian rumah yang dapat Sahabat ketahui untuk menjaga diri dan keluarga dari bahaya perampokan.

Siang hari pukul 11.00-13.00 adalah waktu kritis

Banyak pencuri barang-barang berharga di rumah yang berpikir untuk melaksanakan rencana dan aksinya pada siang hari, di rentang jam tersebut. Pasalnya, di siang hari orang-orang sedang berangkat ke kantor, sementara rumah biasanya kosong, atau hanya dijaga oleh asisten rumah tangga dan anak-anak yang masih kecil. Asisten rumah tangga pun bisa saja sedang sibuk bekerja dan kurang memerhatikan keadaan rumah. Kondisi ini tentu sangat berbeda jauh dibandingkan dengan malam hari, saat orang-orang sudah mulai kembali ke rumahnya masing-masing dan lingkungan rumah pun sudah ramai.

Modus Pencurian Rumah
Maling senantiasa mencari kesempatan untuk bertindak

Waktu kritis ini terlebih pada hari-hari dimana ada perayaan besar atau hari Jumat saat umat muslim melaksanakan ibadah Sholat Jumat. Tentu saja hanya tinggal wanita dan anak-anak yang ada di dalam rumah. Orang yang berniat jahat tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk melaksanakan misi hitam mereka. Apalagi jika pada hari-hari sebelumnya mereka sudah mengamati jam-jam saat rumah mulai sepi.

Alamat Palsu dan Mencari ‘Bapak’ atau ‘Ibu’ Pemilik Rumah

Modus yang marak dilakukan oleh pencuri ialah dengan menanyakan alamat palsu atau mencari sang empunya rumah. Mereka ini biasanya berpenampilan rapi, mengetuk pintu, dan lanjut menanyakan sebuah alamat. Sahabat harus waspada jika orang tersebut terlihat gelisah dan terburu-buru. Jika Sahabat mempunyai asisten rumah tangga, cobalah ajarkan untuk melihat gelagat tamu sebelum mempersilahkannya masuk.

Jika orang asing tersebut kemudian bertanya ‘Ibu/Bapak ada?’, ajarkan asisten rumah tangga untuk selalu bertanya nama Ibu/Bapak yang dicari serta hubungan orang asing tersebut dengan Ibu/Bapak majikan. Jika nama yang disebutkan tidak sesuai atau malah tidak tahu sama sekali, jangan sekali-kali ijinkan untuk masuk. Sahabat bisa juga mengajarkan asisten rumah tangga untuk menelepon terlebih dahulu dan mengkonfirmasi.
Tamu asing tak diundang ini bisa juga perempuan, namun mereka biasanya membawa teman pria yang menunggu dengan motor atau bahkan mobil. Jangan pernah tertipu dengan penampilan luar seseorang.

Brosur dan Pamflet Berkonten Kosong

Modus lainnya yang juga sering terjadi ialah si pencuri berpura-pura sedang bertugas menyebarkan brosur atau pamflet door-to-door. Sahabat harus waspada jika ada orang asing yang menyebarkan brosur atau pamflet, namun mengetuk pintu dan sedikit memaksa untuk masuk ke dalam rumah. Cobalah untuk tidak cepat-cepat membuka pintu dan berbicara dari dalam rumah saja, seperti dari balik jendela atau pagar misalnya.

Jika ternyata orang tersebut terlihat benar-benar ingin menjelaskan isi brosur/pamflet, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Sahabat dapat meminta orang tersebut menjelaskan dari balik pagar saja. Berikan alasan seperti sedang tidak punya banyak waktu dan minta orang tersebut menjelaskan secara ringkas saja.

Pindahan ke Rumah yang Tak Dirindukan

Modus selanjutnya yang pernah dialami orang yang kemalingan adalah modus pindahan. Orang asing yang berniat jahat akan berpakaian seperti agen pindahan dan juga membawa mobil box yang memang biasanya digunakan untuk mengangkut banyak barang seperti saat pindah rumah.

Waspada mobil box pencuri
Waspada mobil box pencuri

Pencuri dengan modus ini juga biasanya sudah memerahatikan rumah dan mengambil di saat-saat yang tepat, yaitu saat rumah sangat sepi atau bahkan kosong sama sekali. Dari beberapa cerita orang yang sudah mengalami musibah dengan modus seperti ini, si pencuri pertama-tama membobol kunci, membawa kardus-kardus ke dalam rumah, mengisinya dengan barang-barang elektronik dan barang berharga lainnya, kemudian memasukkan ke dalam mobil box.

Terlihat seperti pindah rumah, namun pindah ke rumah yang tak diinginkan, yaitu rumah si pencuri. Waspadalah dan jaga hubungan baik dengan tetangga sekitar rumah Sahabat. Tetangga samping kiri-kanan, dan seberang rumah tentu saja akan bisa merasakan keganjilan jika tahu Sahabat tidak merencanakan untuk pindahan, namun ada orang yang mengangkut barang-barang ke luar rumah. Tetangga adalah orang pertama yang dapat menyadari dan melaporkan perbuatan tersebut.

Asistenku bukan Asistenku

Modus yang satu ini merupakan modus yang sangat terencana : pencuri yang masuk ternyata sudah bekerja sama dengan asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Sahabat. Loh, bagaimana bisa? Tentu saja bisa. Asisten rumah tangga Sahabat bisa saja memang merupakan kawan gerombolan pencuri tersebut, atau sedemikian rupa didekati kawanan mereka dan diajak bergabung.

Tidak peduli sudah seberapa lama asisten Sahabat bekerja, hal ini sangat mungkin terjadi. Asisten yang pura-pura bekerja atau yang terbujuk ini tentu saja sudah mengetahui dimana barang-barang yang penting disimpan, kapan majikannya meninggalkan rumah dan sudah mengenal tetangga-tetangga. Sehingga pencurian pun menjadi lebih mudah dilakukan dengan bantuan asisten rumah tangga palsu yang bisa memahami situasi dan kondisi keamanan rumah di titik terlemahnya.

Untuk menghindari hal ini terjadi, ada dua tindakan yang dapat Sahabat lakukan. Pertama, selalu cek identitas calon asisten rumah tangga yang akan bekerja di rumah Sahabat. Minta ia perlihatkan Kartu Tanda Penduduknya, sehingga Sahabat tahu darimana calon asisten ini berasal. Kemudian, setelah mulai bekerja, janganlah berlaku kasar apalagi sadis terhadap asisten rumah tangga. Ingatlah mereka ini juga manusia, patut dipercaya dan mendapatkan kebaikan hati Sahabat. Jaga hubungan antara Sahabat dan asisten sehingga tidak akan ada cerita pengkhianatan asisten rumah tangga di rumah Sahabat.

Menyambut Pagi, Merenggut Motor

Selain barang-barang yang ada di dalam rumah, aset yang paling banyak dicuri oleh pihak tak bermoral ialah kendaraan beroda dua yang diparkir di halaman atau garasi rumah. Untuk modus yang satu ini, banyak sekali kejadian pada pagi hari setelah subuh, pada rentang waktu pukul 04.00-06.00. Setelah waktu Subuh, biasanya orang sudah membuka kunci gerbang rumah, kemudian bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Motor yang sedang dipanaskan dan ditinggal 10 detik saja, bisa raib oleh pencuri. Bahkan yang masih terkunci di garasi pun bisa jadi sasaran, karena masih pagi dan tidak banyak orang beraktivitas di luar rumah yang kemungkinan melihat aksi ini.

Untuk menghidupkan motor pun para pencuri sudah semakin lihai. Mereka sangat tahu kabel di mesin yang mana yang harus disambungkan sehingga motor bisa menyala secara otomatis. Perlengkapan-perlengkapan juga disiapkan untuk aksi ini.

Menghindari aksi curian motor ini, Sahabat bisa melakukan proteksi dengan selalu kunci ganda kendaraan Sahabat karena akan lebih menyulitkan untuk membuka paksa kunci ganda, membutuhkan lebih banyak waktu sehingga pencuri mungkin saja berpikir dua kali untuk membongkar kunci ganda.


Itulah tadi beberapa macam modus penjahat yang hanya memikirkan cara mendapatkan harta tanpa berusaha. Sahabat mesti tetap ingat bahwa kejahatan terjadi bukan hanya ada modus pelaku, namun juga karena ada kesempatan.

Tetap sehat dan Selamat..

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here