Tips Melindungi Diri Dari Serangan Siber (Cybersecurity)

Artikel Terkait

Keamanan siber melibatkan pencegahan, pendeteksian, dan respons terhadap serangan siber yang dapat berdampak luas pada individu, organisasi, komunitas, dan di tingkat nasional.

Serangan siber adalah upaya jahat untuk mengakses atau merusak komputer atau sistem jaringan. Serangan siber dapat menyebabkan hilangnya uang, pencurian informasi pribadi, keuangan, dan medis yang dapat merusak reputasi dan keselamatan Sahabat.

Serangan siber dapat terjadi dalam banyak cara, termasuk:

  • Mengakses komputer pribadi, ponsel, sistem permainan, dan perangkat lain yang terhubung ke internet dan Bluetooth.
  • Merusak keamanan finansial Sahabat, termasuk pencurian identitas.
  • Memblokir akses Sahabat atau menghapus informasi dan akun pribadi Sahabat.
  • Menargetkan anak-anak dan orang dewasa.
  • Memperumit pekerjaan Sahabat, layanan bisnis, transportasi dan jaringan listrik.

Cara Melindungi Diri dari Serangan Siber

Sahabat dapat menghindari risiko cyber dengan mengatur kontrol yang tepat. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk melindungi diri , keluarga , dan properti Sahabat sebelum serangan siber terjadi:

  • Batasi informasi pribadi yang Sahabat bagikan secara online. Ubah pengaturan privasi dan jangan gunakan fitur lokasi.
  • Tetap perbarui aplikasi perangkat lunak dan sistem operasi.
  • Menggunakan pengelola kata sandi, gunakan huruf besar dan kecil, angka dan karakter khusus, serta otentikasi dua faktor (dua metode verifikasi).
  • Perhatikan aktivitas mencurigakan yang meminta Sahabat untuk segera melakukan sesuatu, menawarkan sesuatu yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, atau membutuhkan informasi pribadi. Pikirkan sebelum Sahabat mengklik, dan jika ragu, JANGAN mengklik. Jangan memberikan informasi pribadi.
  • Gunakan komunikasi Internet terenkripsi (aman).
  • Lindungi rumah dan/atau bisnis Sahabat dengan kuat, menggunakan koneksi Internet yang aman dan jaringan Wi-Fi.
  • Gunakan otentikasi yang lebih kuat seperti nomor identifikasi pribadi (PIN) atau kata sandi yang hanya Sahabat yang tahu. Pertimbangkan untuk menggunakan perangkat terpisah yang dapat menerima kode atau menggunakan pemindaian biometrik (mis. pemindai sidik jari atau pengenalan wajah).
  • Periksa laporan rekening dan laporan kredit Sahabat secara teratur.
  • Hanya bagikan informasi pribadi di situs yang aman (mis. “https://”). Jangan gunakan situs dengan sertifikat yang tidak valid. Gunakan Virtual Private Network (VPN) yang membuat koneksi lebih aman.
  • Gunakan solusi antivirus, malware, dan firewall untuk memblokir ancaman.
  • Cadangkan file Sahabat secara teratur dalam file terenkripsi atau perangkat penyimpanan file terenkripsi.
  • Lindungi jaringan rumah dengan mengubah kata sandi administratif dan Wi-Fi secara teratur. Saat mengonfigurasi router, gunakan instruksi manual atau bicarakan dengan penyedia kabel internet Sahabat, untuk mengatur pengaturan Wi-Fi Protected Access 2 (WPA2) Advanced Encryption Standard (AES), yang merupakan opsi enkripsi terkuat.

Selama Serangan Siber Berlangsung

  • Periksa laporan kredit Sahabat untuk tagihan yang tidak dapat dikenali.
  • Periksa laporan kredit Sahabat untuk mengetahui rekening terbuka dan/atau pinjaman yang tidak Sahabat buka.
  • Waspada untuk meminta email dan pengguna media sosial yang meminta informasi pribadi.
  • Jika Sahabat melihat aktivitas aneh, (misalnya jendela pop-up yang tidak pantas), batasi kerusakan dengan segera mengubah semua kata sandi akun internet Sahabat.
  • Pertimbangkan untuk mematikan perangkat. Bawa ke profesional untuk memindai virus potensial dan memperbaikinya. Jika Sahabat membawa perangkat Sahabat ke toko atau bisnis lokal, hubungi mereka terlebih dahulu. Banyak perusahaan memiliki pedoman baru untuk melindungi karyawan dan individu selama pandemi COVID-19.
  • Beri tahu pemilik sistem kerja, sekolah, atau lainnya.
  • Hubungi bank, perusahaan kartu kredit, dan perusahaan jasa keuangan lainnya tempat Sahabat memiliki rekening. Sahabat mungkin perlu memblokir akun yang telah diserang. Tutup semua akun kredit atau tagihan yang tidak sah. Laporkan bahwa seseorang mungkin menggunakan identitas Sahabat.
  • Periksa untuk memastikan perangkat lunak di semua sistem Sahabat sudah terbaru.
  • Jalankan pemindaian keamanan (antivirus) di komputer/perangkat Sahabat untuk memastikan sistem tidak terinfeksi atau bekerja lebih lambat atau tidak efisien.
  • Jika Sahabat menemukan masalah, putuskan sambungan perangkat dari Internet dan lakukan pemulihan sistem penuh.

Setelah Serangan Siber Berakhir

  • Segera hubungi call center bank, aplikasi uang elektronik, atau akun lain yang kemungkinan diserang untuk pengaduan dan penyelesaian
  • Laporkan juga kepada pihak yang berwenang untuk melengkapi pelaporan dan penyelidikan lebih lanjut. Anda bisa melaporkannya kepada pihak Divisi Cyber Crime Polri melalui halaman berikut : https://patrolisiber.id/report/my-account
  • Sahabat juga mungkin perlu melaporkan kepada kantor polisi setempat atau otoritas terkait seperti OJK dan Bank Indonesia.
  • Buka komunikasi secara virtual dengan komunitas Anda melalui panggilan video dan telepon untuk berbagi situasi dan bersama mencari solusi terbaik.

Sumber : ready.gov , kominfo.go.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

KATEGORI TIPS KESELAMATAN

Artikel Populer

Artikel Terkait