Mencegah Cyber Crime, Tips Aman Bertransaksi Di Internet Banking

Transaksi online - Pixabay.com

Kejahatan melalui media online, atau lebih dikenal dengan cyber crime melalui sistem electronic banking/e-banking masih marak terjadi. Kejadian terkurasnya rekening bank-bank di Indonesia, bahkan di dunia, kembali terjadi akhir-akhir ini. Yang terbaru adalah kasus error-nya sistem online bank mandiri yang menyebabkan saldo nasabah hilang atau dibobol, meskipun mereka merasa tidak pernah melakukan transaksi.

Keluhan nasabah mengenai layanan Mandiri Online yang tidak berfungsi, dan laporan kehilangan dana terus membanjiri akun Twitter resmi Bank Mandiri. Akibat permasalah ini, sempat menghentikan layanan Mandiri Online sejak Jumat, 5 Mei, 2017. Meskipun belum dipastikan penyebab dari permasalahan ini, tidak menutup kemungkinan raibnya dana nasabah akibat kejahatan perbankan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kejahatan perbankan melalui media online ini menjadi semakin mudah terjadi saat kita tidak peduli dengan keamanan transaksi melalui internet banking, ditambah ketidakpahaman cara mengamankan transaksi internet banking. Dalam kesempatan ini, Keselamatan keluarga dot com akan merangkum beberapa tips sederhana dalam bertransaksi internet banking, supaya terhindar dari ancaman keamanan dan kejahatan internet (cyber crime). Berikut ulasannya.


Pastikan Semua Data Perbankan Tidak Diketahui Orang Lain Termasuk Pegawai Bank

Perlu Sahabat ketahui bahwa semua transaksi bank yang membutuhkan data pribadi nasabah, biasanya hanya dilakukan di kantor cabang bank. Bank tidak pernah meminta petugasnya, baik secara langsung atau melalui email untuk meminta informasi data nasabah tanpa datang ke kantor cabang bank secara langsung. Jika ada link yang terlihat mencurigakan dan berhubungan dengan data keuangan masuk ke email, dapat Sahabat abaikan, sekalipun tampak otentik dengan menyertakan lambang perusahaan perbankan tertentu. Bisa jadi hal ini merupakan bentuk phising yang dilakukan untuk mencuri data pribadi Sahabat. Jaga dengan aman informasi internet banking dan PIN ATM. Jangan menyimpannya di tempat yang sama dengan tempat Sahabat menyimpan kartu ATM.

Khusus untuk password, mengubah password rekening bank secara berkala sangat penting dilakukan, misalnya 3-6 bulan sekali, jika Sahabat termasuk orang yang sering bertransaksi. Kombinasi password dalam bentuk karakter campuran lebih aman Sahabat lakukan. Jangan menggunakan password yang sama dengan akun non-perbankan yang Sahabat miliki, misalnya password untuk media sosial, email, akun belanja online, dan lain-lain.

Perhatikan juga, jangan sampai Sahabat menyimpan informasi pribadi, terutama password pada gadget pribadi. Password akun perbankan harus Sahabat hafalkan. Jika Sahabat menyimpan catatan password akun perbankan pada gadget, dapat meningkatkan risiko bocornya informasi akun perbankan Sahabat, misalnya saat gadget Sahabat rusak dan harus di service. Tentu pihak yang melakukan service harus membuka data, dan ada kemungkinan mereka akan tahu data pribadi sahabat.

Sedikit catatan, Bank kadang menggunakan data pribadi untuk kebutuhan verifikasi nasabah yang melakukan aktivitas perbankan seperti permintaan aktivasi layanan atau permintaan data transaksi. Verifikasi disini digunakan dengan cara mencocokan data yang dimiliki bank dengan yang diucapkan nasabah seperti nama orang tua, alamat surat menyurat atau limit kartu kredit. Bank tidak akan pernah meminta password kecuali bila diinput langsung oleh nasabah ke dalam sistem elektronik seperti ATM atau aplikasi perbankan resmi.

Batasi Transaksi Hanya Di tempat Tertentu

Sangat dianjurkan hanya menggunakan komputer pribadi saat menggunakan internet banking, karena komputer atau gadget pribadi, lebih terjamin keamanan nya dibandingkan dengan public computer. Jika terpaksa harus public computer, Sahabat dapat menggunakan fitur private mode atau incognito mode pada browser. Hal ini mencegah browser untuk menyimpan password, cookies, serta data lain pada halaman web yang telah sahabat buka. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh orang yang sengaja ingin melihat informasi akun Sahabat. Setelah menggunakannya, jangan lupa logout, jika perlu, restart komputer yang telah digunakan.

Ada kalanya, Sahabat bertransaksi menggunakan ponsel milik pribadi yang lebih terjamin keamanannya. Namun perlu diingat, sangat disarankan untuk menghindari transaksi melalui ponsel yang tersambung dengan jaringan WiFi hot spot di tempat umum yang dapat diakses banyak orang. Karena menurut laporan Kaspersky lab, perusahaan jasa layanan keamanan internet, satu dari empat Wi-Fi tidak menggunakan enkripsi atau sandi yang dapat mengaktifkan perlindungan apapun, sehingga hal tersebut membuat data pengguna, terutama data perbankan, rentan terhadap serangan cyber crime.

Pastikan Website Internet Banking Terlindungi dan Aman

Saat mengunakan komputer pribadi maupun komputer umum, pastikan bahwa Sahabat menggunakan situs otentik sebelum memasukkan informasi pribadi pada website internet banking. Caranya sederhananya adalah dengan melihat tampilan website tersebut. Website yang aman harus memiliki logo ikon kunci gembok tertutup, biasanya berawalan “https://”. Artinya website internet banking terlindungi dengan SSL certificate (Secure Socket Layer) yang mengenkripsi semua data yang ditransmisikan antara komputer dan server internet banking. Hal ini akan menjaga informasi pribadi dan password aman dari gangguan cyber crime.

Pastikan sahabat mengakses internet banking melalui alamat resmi bank dan tertulis dengan benar, biasanya diakhiri dengan “co.id” (kecuali Bank BCA). Untuk menghindari kesalahan penulisan alamat situs, simpan alamat situs pada menu favorites atau bookmarks, sehingga jika Sahabat ingin mengakses internet banking, cukup memilih dari menu favorites atau bookmarks. Saat ini banyak mode duplikasi website untuk mencuri data nasabah bank. Ketidaktahuan informasi semacam ini dapat membuat Sahabat tertipu dan memasukkan informasi pribadi ke website palsu tersebut.

Cyber crime internet
Beberapa contoh alamat situs internet banking dengan keamanan SSL

Jika Sahabat sudah merasa alamat website yang dikunjungi sudah benar, tetapi tiba-tiba diminta untuk melakukan sinkronisasi token, segera abaikan perintah tersebut. Lakukan install ulang browser, kemudian lakukan full scan komputer menggunakan anti-virus terpecaya, karena bisa jadi komputer Sahabat sudah terjangkit malware. Sebagai tambahan, selalui perbaharui aplikasi browser secara berkala dan pastikan Sahabat mempunyai software anti-virus yang up-to-date yang selalu aktif di komputer atau ponsel Sahabat.

Jika sudah melakukan log in ke akun perbankan Sahabat, jangan pernah menutup browser tanpa melalui proses klik log out terlebih dahulu, sekalipun pada komputer atau ponsel pribadi. Hal ini dilakukan karena sistem browser masih dapat membaca data browsing Sahabat saat posisi log in, sehingga rekap transaksi masih terekam dalam cache dan history browser. Hal ini membuat data pribadi Sahabat mudah dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Autentikasi Tambahan

Pada masa serba mudah seperti sekarang ini, transaksi melalui internet banking semakin sering digunakan, termasuk untuk berbelanja online. Bagi Sahabat yang tidak memiliki banyak waktu atau malas ke ATM, internet banking adalah jawaban tepat dalam melakukan transaksi belanja online. Namun perlu diperhatikan juga keamanan transaksi internet banking Sahabat dalam berbelanja online. Transaksi belanja online melalui internet banking adalah salah satu modus oknum tidak bertanggung jawab dalam mencuri data perbankan Sahabat.

Internet banking biasanya sudah menerapkan sistem autentikasi yang aman dalam bentuk username dan password untuk layanan internet banking, ditambah autentikasi token yang berfungsi sebagai autentikasi tambahan apabila akan melakukan transaksi keuangan. Jadi semisal akun internet banking sahabat ditembus orang, maka diharapkan dia tidak bisa melakukan apa-apa selama dia juga tidak memiliki token internet banking.

Jika bank tempat Sahabat bertransaksi memiliki fitur autentikasi tambahan selain menggunakan token, misalnya dalam bentuk notifikasi SMS baik persetujuan transaksi maupun informasi setelah transaksi dilakukan, segera aktifkan fitur ini. Hal ini akan sedikit merepotkan Sahabat dalam melakukan transaksi, namun keamanan transaksi keuangan Sahabat akan lebih terjamin.

Segera Menginformasikan Bank Jika mengalami kondisi Darurat

Jika Sahabat merasa telah memberikan detail data pribadi terkait internet banking dalam transaksi online, kemudia ternyata Sahabat merasa curiga terhadap transaksi tersebut, segera konfirmasikan hal tersebut ke bank. Jangan lupa untuk segera mengubah password Sahabat. Hanya hubungi nomor kontak bank yang terdaftar secara resmi.


Semoga tips-tips di atas dapat membuat aktivitas internet banking Sahabat menjadi lebih aman dan nyaman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here