Tetap Aman Saat Bermain Pokémon Go

Permainan Pokemon Go

Terlepas dari berbagai kontroversinya, tidak dipungkiri kepopuleran Pokémon Go telah menarik minat jutaan orang di dunia. Bahkan besar kemungkinan Sahabat juga sudah menjadi salah satu pemainnya, meskipun hingga saat ini game tersebut belum juga resmi rilis di Indonesia.

Saya sendiri belum memutuskan untuk menjajalnya di ponsel Android saya dengan beberapa alasan. Pertama adalah alasan keamanan. Temuan terakhir mengungkapkan bahwa besar kemungkinan aplikasi Pokémon Go versi tidak resmi yang beredar telah disusupi DroidJack, malware yang bisa mengambil alih kendali ponsel korbannya. Bagi Sahabat yang tertarik dengan hal-hal teknis, tulisan dari para periset keamanan dunia maya di Proofpoint ini akan menjelaskan hal tersebut.

Meskipun hingga saat ini belum ada laporan adanya korban dari aplikasi tidak resmi ini, bukan berarti suatu saat tidak akan ada. Sebut saya paranoid, tapi saya pribadi lebih memilih untuk berhati-hati dan bersabar menunggu rilis resminya di Indonesia.

Yang kedua adalah beban server. Ada alasan mengapa Pokémon Go tidak dirilis serempak di seluruh dunia. Salah satunya adalah masalah stabilitas server. Merilis sebuah aplikasi baru, terlebih yang memiliki potensi jumlah pengguna sangat besar, membutuhkan upaya lebih untuk memastikannya tetap stabil. Karena itu umumnya dilakukan rilis bertahap sambil memonitor kinerja dan meningkatkan skalabilitas servernya. Menginstall melalui jalur tidak resmi hanya akan memberi beban tambahan yang tidak perlu pada server.

Namun meskipun belum pernah mencoba game ini, selama 3 tahun terakhir saya cukup aktif bermain Ingress, game serupa yang lebih dulu dikembangakan oleh Niantic Inc. Dua game ini memiliki konsep yang serupa: menggunakan geolokasi, mengajak Sahabat menjelajahi dunia nyata selama bermain.

Berbekal pengalaman tersebut, berikut beberapa hal yang bisa saya bagikan untuk menjadikan Pokémon Go tetap menyenangkan dan aman dimainkan.

Jangan terpaku ke layar ponsel saat berkendara maupun berjalan

Celaka saat berkendara bisa terjadi karena distraksi yang bahkan hanya perlu berlangsung sepersekian detik saat Sahabat melirik layar ponsel. Utamakan keselamatan diri dan orang lain di sekitar Sahabat. Jika sedang berkendara, menepilah di tempat yang aman sebelum meraih ponsel. Monster-monster digital itu bisa menunggu kok.

Video di atas memang hanya ilustrasi sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya berkonsentrasi saat berkendara, namun kecelakaan akibat pengendara yang keasikan bermain game ini benar-benar sudah terjadi.

Di Auburn, New York, seorang pengendara mobil menabrak pohon karena perhatiannya teralihkan oleh game ini. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Yang paling baru, seorang pemuda di Baltimore, Maryland, tertangkap bodycam menabrak mobil polisi yang tengah parkir. Di depan kamera, dia juga mengakui bahwa itu akibat kelalaiannya mengemudi sambil bermain game Pokémon Go.

Bahaya juga mengintai saat berjalan kaki, jika Sahabat terpaku pada layar ponsel dan tidak memperhatikan ke mana kaki melangkah. Sahabat bisa saja terjatuh, tergelincir, atau tertabrak saat menyeberang jalan.

Pencapaian apapun di dalam game tidak akan sebanding dengan risiko yang Sahabat hadapi.

pokemon-go-alert
Jadi sudah jelas kan mengapa Niantic dan Nintendo menampilkan peringatan ini di loading screen?

Tetap waspada di manapun berada

Bukan cuma satu-dua kali saya mendengar kabar rekan sesama pemain Ingress yang menjadi korban penjambretan dan penodongan saat sedang bermain. Biasanya terjadi pada malam hari di lokasi yang gelap dan sepi. Beberapa insiden penjambretan umumnya terjadi di pinggir jalan, di mana pelaku bisa dengan leluasa melarikan diri dengan memacu kendaraan setelah melancarkan aksinya.

Hal serupa bisa saja terjadi pada para pemain Pokémon Go. Karena itu selalu perhatikan kondisi di sekeliling saat bermain. Jika merasa ada gerak-gerik mencurigakan dari orang-orang di sekitar, segeralah menjauh meninggalkan tempat tersebut.

Usahakan selalu bermain di tempat yang ramai dan terang secara berkelompok agar bisa saling mengawasi. Jangan terpancing untuk mendatangi lokasi PokéStop yang masih sangat asing, terlebih jika tempatnya sepi dan jauh dari keramaian. Masih ingat insiden perampokan yang memanfaatkan Lure Module untuk menjebak korban, kan?

Hindari memasuki area privat atau terbatas

Sahabat mungkin sempat bertanya bagaimana lokasi PokéStop dan PokéGym ditentukan. Mengapa koordinatnya selalu berada di lokasi bersejarah, pusat atraksi, bangunan unik, rumah ibadah dan sebagainya. Jawabannya karena Pokémon Go menggunakan data koordinat dari game Ingress.

ingress-scanner
Koordinat portal Ingress digunakan di Pokemon Go (YouTube/Ingress)

Hampir semua aspek permainan Ingress selalu mengacu pada koordinat di dunia nyata yang disebut portal. Kandidat lokasi-lokasi portal ini diusulkan oleh para pemain untuk nantinya ditelaah dan disetujui oleh Niantic.

Beberapa memang berada di tempat umum sesuai kriteria. Namun tidak jarang, karena keterbatasan pengawasan oleh Niantic, berada di ranah privat atau terbatas seperti di halaman rumah pribadi, kantor-kantor pemerintahan, sampai instalasi militer. Jangan pernah memaksakan diri untuk masuk ke area-area terbatas tersebut, terlebih jika Sahabat tidak mendapat ijin untuk berada di sana.

Pelanggaran privasi bisa menjadi masalah yang sangat serius. Dua remaja di Florida yang sedang menangkap Pokémon di depan sebuah rumah menjadi sasaran tembak sang pemilik rumah yang mengira mereka pencuri karena curiga dengan gerak-gerik keduanya dan melarikan diri saat dikonfrontasi. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menjadi pelajaran untuk selalu berpikir ulang sebelum mendatangi lokasi PokéStop dan PokéGym.

Insiden masuknya pemain Pokémon Go ke dalam area terbatas bahkan juga terjadi di Indonesia. Beberapa waktu yang lalu, seorang pemuda asal Perancis terpaksa diamankan setelah nekat menerobos tanpa ijin ke dalam markas Kodim Kota Cirebon.

Jadi sederhana saja memahaminya; jika dalam kondisi normal saja Sahabat dilarang berada di satu tempat, itu artinya area tersebut juga tertutup untuk aktivitas yang lain, termasuk bermain Pokémon Go.

Beberapa tips lainnya

  • Jika bermain sendiri, kabarkan keberadaan Sahabat kepada orang-orang terdekat. Sehingga saat membutuhkan pertolongan, bantuan dari mereka atau pihak berwenang akan lebih cepat sampai.
  • Ketika bermain di malam hari, usahakan untuk tetap terlihat. Baik dengan berada di tempat yang cukup cahaya maupun dengan memakai pakaian berawarna terang.
  • Di siang hari yang terik, lindungi diri dari sinar matahari dengan mengenakan topi atau memakai payung, dan pastikan untuk selalu terhidrasi dengan membawa air minum yang cukup.
  • Seperti halnya Ingress, satu saat mungkin Sahabat juga akan berinteraksi dengan pemain lain di dalam game Pokémon Go, baik dengan tim kawan maupun tim lawan. Jangan bawa perseteruan di game ke dunia nyata. Permainan ini harusnya mempertemukan Sahabat dengan teman-teman baru, bukan untuk cari musuh.

Tips bagi para orang tua

Khusus bagi Sahabat yang putra-putrinya juga bermain game ini, selalu pastikan lokasi bermain mereka. Beri pengertian tentang bagaimana berinteraksi dengan orang yang baru mereka kenal dan tentukan batasan lokasi mana saja yang boleh dan tidak boleh mereka datangi dengan cukup jelas.

Atau sekalian saja menjadi rekan bermain satu tim mereka. Keseruan bermain dengan putra-putri Sahabat, selain lebih aman, tentu akan makin mempererat hubungan dengan mereka, kan?

Game berbasis geolokasi dan augmented reality sedang memasuki masanya. Niantic membuktikan hal itu dengan Ingress dan sekali lagi dengan Pokémon Go yang responnya jauh lebih besar.

Selama dimainkan dengan aman dan bertanggung jawab, game-game semacam ini bisa menjadi alternatif kegiatan rekreasi yang seru dan menyenangkan bagi Sahabat dan keluarga.

Ya. Saya tidak sabar menunggu rilis resminya di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here