Bahaya Kebakaran di Rumah : Sumber Kebakaran

Halo Sahabat. Kebakaran bisa terjadi kapanpun dan dimanapun, dari kategori ringan yang mudah dipadamkan sampai kebakaran besar yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, hilangnya properti, dan kerugian materi.

Sebagai bahan perbandingan, pada tahun 2015, terjadi 1472 kali kebakaran di provinsi DKI Jakarta, atau lebih dari 4 kali sehari (dikutip dari www.jakartafire.net). Suatu kenyataan yang memprihatinkan dan disayangkan mengingat penyebab kebakaran sangat mungkin untuk dikendalikan oleh kita sendiri.

Melalui tulisan ini, redaksi keselamatankeluarga.com berharap dapat berbagi tips-tips sederhana yang bisa Sahabat terapkan untuk memastikan diri, rumah, dan lingkungan kita terhindar dari bahaya kebakaran.

Mari kita mulai dengan kesadaran dan pengetahuan dasar tentang sebab terjadinya api dan faktor-faktor apa saja yang bisa menyebabkan kebakaran.

Segitiga Api

segi-3-apiApi hanya akan terjadi jika 3 unsur penyusunnya ada dan bereaksi, yaitu: bahan bakar, sumber panas, dan oksigen (udara).  Bahan bakar api bisa berupa kertas, kayu, plastik, bensin, gas atau bahan-bahan mudah terbakar lainya. Sumber panas bisa hadir dalam bentuk busur listrik, percikan api ataupun permukaan benda yang panas. Jika hadir di ruang tak hampa udara dengan kosentrasi tertentu, bahan-bahan tersebut bisa terbakar jika terpatik oleh sumber panas yang mencukupi. Semakin mudah terbakar suatu bahan, semakin sedikit energi panas yang dibutuhkan untuk memulai terjadinya pembakaran. Mencegah terjadinya api bisa dilakukan dengan menghilangkan salah satu dari 3 unsur penyusun api tersebut pun demikian jika sudah terjadi kebakaran, pemadaman cukup dilakukan dengan menghilangkan atau mengisolasi salah satu dari ketiga unsur segitigaa api diatas.

Mayoritas kebakaran disebabkan oleh listrik

Menilik statistik yang dikeluarkan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, 48% atau 711 kasus kebakaran pada tahun 2015 disebabkan oleh listrik. Bahaya listrik umumnya disebabkan oleh praktik pemilihan, pemasangan, dan penggunaan alat-alat listrik yang kurang baik. Sebagai contoh, pemilihan peralatan listrik yang tidak tersertifikasi (berlogo SNI atau sejenisnya) untuk digunakan sebagai penyusun jaringan distribusi listrik dirumah, pemasangan kabel-kabel yang tidak mengindahkan kaidah-kaidah teknis yang benar, pengunaan colokan “T” yang melebihi beban dan lain sebagainya, yang pada akhirnya berujung kegagalan dan malfungsi sehingga mengakibatkan terjadinya hubungan pendek listrik yang memicu kebakaran. Bahaya listrik dan kaitannya dengan kebakaran telah dibahas sebelumnya pada artikel Melindungi Anak dari Bahaya Listrik. Silahkan Sahabat semua berkunjung untuk ulasan lebih detailnya.

Chart Kebakaran

 

Kecerobohan dalam penggunaan alat-alat listrik juga tidak kalah bahaya. Pemanas bernergi listrik seperti kompor listrik, oven, setrika dan ketel tidak boleh ditinggalkan tanpa pengawasan jika sedang digunakan. Pastikan tidak ada bahan-bahan mudah terbakar dalam radius 1 meter dari alat-alat tersebut dan matikan jika tidak digunakan.

Idealnya semua peralatan, komponen dan jaringan distribusi listrik dirumah kita diinspeksi secara rutin minimal sekali dalam setahun. Gunakan jasa ahli jika Sahabat tidak yakin dapat melakukannya.

Rokok

Mungkin Sahabat sebelumnya tidak tahu bahwa rokok termasuk salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran.  Rokok dapat dengan mudah memicu kebakaran jika bara api rokok yang masih menyala bersentuhan dengan bahan-bahan yang mudah terbakar. Laporan Asosiasi Nasional Perlindungan Kebakaran Amerika (www.nfpa.org) menyebutkan bahwa sampah, matras, seprei, dan sofa adalah 4 bahan utama yang biasanya dipantik oleh api rokok.

NFPA menyarankan beberapa perubahan perilaku berikut ini sebagai solusi komprehensif untuk menekan angka kebakaran yang disebabkan oleh rokok:

  • Jangan merokok di kamar. Jika anda merokok, merokoklah diluar
  • Gunakan asbak dari bahan yang tidak mudah terbakar, lebar dan dalam untuk membuang abu rokok. Asbak harus selalu diletakkan di permukaan yang kokoh dan tidak gampang membuat jatuh
  • Jika ingin membuang keluar putung dan abu rokok, selalu pastikan bahwa putung dan abu rokok benar-benar diluar. Akan lebih baik jika Sahabat mencelupkannya ke air atau pasir terlebih dahulu
  • Periksalah sofa anda, diatas dan dibawahnya. Pastikan tidak ada putung yang terbuang dan luput dari perhatian
  • Jangan merokok jika di dekat Sahabat terdapat peralatan bertabung oksigen.
  • Untuk mencegah insiden yang mematikan karena kelalaian saat merokok, jangan merokok jika anda sedang mengkomsumsi obat, mengantuk atau saat sedang mengkomsumsi alkohol. Konsentrasi dan kesadaran akan hilang ketika mengantuk dan jatuh tertidur atau jika Sahabat mabuk karena pengaruh alcohol.

Tidak merokok adalah solusi yang terbaik. Tapi jika tidak bisa meninggalkan rokok, paling tidak jadilah perokok yang bertanggung jawab.

Kompor dan Kegiatan Memasak

Meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan baik karena sengaja ataupun tidak sengaja (lalai) adalah awal mula terjadinya bencana kebakaran yang dikarenakan oleh kompor. Jangan pernah meninggalkan kompor dalam keadaan apapun walaupun sebentar!

kebakaran
[Holiday fire safety – Unattended cooking on stove leads to a fire] By State Farm / [CC BY 2.0]
Berikut yang harus Sahabat perhatikan ketika sedang memasak:

  • Jangan pernah sekali-kali menyalakan kompor manakala Sahabat semua merasa mengantuk atau telah mengkonsumsi alkohol
  • Tetaplah berada di dapur ketika memasak
  • Jika anda sedang memasak air, memanggang atau memasak sesuatu dalam waktu yang lama, periksalah masakan anda secara berkala, tetaplah tinggal di dapur, dan gunakan timer untuk mengingatkan anda
  • Jauhkan segala sesuatu yang mudah terbakar seperti: sarung tangan panas, peralatan yang terbuat dari kayu, pembungkus makan dan handuk masak dari kompor.

Pertimbangan khusus ketika sedang memasak menggunakan minyak goreng, karena sifatnya yang mudah memantik api:

  • Jangan tinggalkan dapur ketika sedang menggoreng segala sesuatu
  • Perhatikan apa yang Sahabat masak. Jika Sahabat mulai melihat asap yang tidak biasa, segera matikan kompor atau memindahkan penggorengan dari api dengan hati-hati
  • Panaskan minyak secara perlahan dan masukan makanan perlahan-lahan supaya minyak tidak memercik kemana-mana
  • Selalu siap sediakan penutup penggorengan ketika sedang memasak. Jika muncul api diatas penggorengan, tutuplah penggorengan untuk memblokir jalan masuk oksigen dan matikan kompor. Jangan membuka penggorengan sebelum benar-benar dingin karena bisa jadi api akan muncul kembali ketika terpapar oksigen
  • Jika api tidak berhenti dan anda tidak percaya diri untuk memadamkannya, evakuasi semua orang dan panggillah pemadam kebakaran.

Penyebab lain

Berhati-hatilah dengan hal-hal berikut. Sebagai kesatuan, penyebab-penyebab kebakaran berikut ini adalah kontributor terbesar nomor dua setelah listrik:

  • Lilin
  • Kembang api
  • Anak-anak yang mempunyai akses ke korek api yang dibiarkan bermain tanpa pengawasan orang dewasa
  • Faktor alam, seperti: petir yang membawa tenaga listrik alami yang sangat besar, ataupun api musimam yang terjadi karena kemarau berkepanjangan
  • Pembakaran yang disengaja oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selanjutnya : Alat Pemadam Api Ringan – APAR, dan cara penggunaan nya

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here