Status Awas Gunung Agung Diturunkan Menjadi Siaga per 29 Oktober 2017

https://www.flickr.com/photos/trentstrohm/3247982180/

Pemerintah melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status Gunung Agung dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga) pada tanggal 29/10/2017 pukul 16.00 WITA dengan dasar penurunan aktivitas vulkanik Gunung Agung, hasil analisis data visual dan kegempaan serta mempertimbangkan potensi bahayanya.

Meskipun status aktivitas Gunungapi Agung telah diturunkan ke Level III (Siaga), perlu dipahami bersama bahwa aktivitas vulkanik Gunungapi Agung belum mereda sepenuhnya dan masih memiliki potensi untuk meletus. BNPB merekomendasikan agar masyarakat dan pendaki/pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 km dari Kawah Puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah utara-timur laut dan tenggara-selatan-barat daya sejauh 7,5 km.

Baca juga : Informasi Siap Siaga Letusan Gunung Agung

Untuk memantau aktivitas kegunungapian khusus Gunung Agung, beserta profil kependudukan, fasilitas publik yang mungkin terdampak kejadian, foto dan video terkait, Sahabat dapat mengikutinya disini:  https://www.bnpb.go.id/home/page/gunungagung

Sedangkan aktivitas gunung api, gempa bumi, dan gerakan tanah setiap harinya di Indonesia dapat dipantau disini: https://magma.vsi.esdm.go.id/. Website ini merangkum laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian ESDM (Badan Geologi – PVMBG), Pos Pengamatan Gunung Api setempat, The Global Centroid-Moment-Tensor (CMT), United States Geological Survey (USGS), dan Deutsche GeoForschungsZentrum (GFZ). Selamat mencoba dan tetap siaga!

Sebelumnya pada tanggal 22 September 2017 lalu status aktivitas Gunung Agung (3142 meter dpl) yang berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali ini naik dari Tingkat Siaga menjadi Tingkat Awas. Jumlah pengungsi per 20 Oktober 2017 adalah 134.292 Jiwa ke 390 titik pengungsian (sumber: BNPB). Sejak 20 Oktober 2017, aktivitas kegunungapian dan kegempaan menurun, yaitu di bawah 200 gempa/hari.

Siaran berita lengkap tentang penurunan status ini bisa didapat melalui situs BNPB.

Tentang Level & Status Gunung Api

Keempat tingkat kegiatan gunungapi yang dimaksud, yang menjadi dasar dalam peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya erupsi (sumber: Peta Rawan Bencana Gunungapi Agung, 2015):

Tingkat Normal: Masyarakat harus mematuhi peraturan Pemerintah Daerah tidak memasuki kawasan kawah aktif sesuai rekomendasi teknis instansi yang berwenang.

Tingkat Waspada: Masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan kegiatan di dalam Kawasan Rawan Bencana III (KRB III) dengan mematuhi peraturan pemerintah daerah sesuai rekomendasi teknis instansi yang berwenang.

Tingkat Siaga: Masyarakat dalam KRB II dan I menyiapkan diri untuk kesiapsiagaan untuk mengungsi dengan mematuhi peraturan pemerintah daerah sesuai rekomendasi teknis. Masyarakat yang masih melakukan kegiatan dalam KRB III harus mengungsi dengan mematuhi peraturan instansi yang berwenang.

Tingkat Awas: Masyarakat dalam KRB III, II, dan I harus sudah mengungsi dengan mematuhi peraturan pemerintah daerah sesuai dengan rekomendasi teknis instansi yang berwenang.

Untuk mengetahui dimana saja Kawasan Rawan Bencana III, II, dan I, Sahabat dapat mengunduh Peta Rawan Bencana Gunungapi Agung Tahun 2015 berikut ini: Download Peta Kawasan Rawan Bencana

 

Ilustrasi : Gunung Agung by Trent Strohm / CC BY

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here