Sekilas Tentang Makanan Kemasan Dan Menjadi Konsumen Yang Cerdas

Sahabat, dalam era modern dan serba mudah seperti sekarang ini, kehidupan kita tidak bisa lepas dari makanan kemasan. Hampir semua jenis makanan dapat disajikan dalam bentuk kemasan. Dari mulai beras, lauk-pauk, sayuran, makanan siap saji, dan yang paling banyak jenisnya adalah makanan ringan dan minuman kemasan.

Namun tahukah Sahabat, makanan kemasan ini tidak bisa sembarangan beredar di Indonesia. Pemerintah kita memiliki peraturan perundangan mengenai makanan kemasan ini, diantaranya adalah UU No.18 Tahun 2012 tentang Pangan dan PP No.69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Dalam kedua peraturan pemerintah tersebut, tujuan mengatur makanan kemasan ini adalah untuk pemenuhan konsumsi pangan nasional yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang.

www.freeimages.com

Bisa kita bayangkan jika makanan yang beredar di lingkungan kita merupakan makanan yang tidak layak konsumsi dan membahayakan bagi diri dan keluarga kita. Maka dari itu pemerintah mengatur setiap produsen makanan kemasan harus mencantumkan label atau keterangan yang berisikan informasi mengenai produknya tersebut.

Pada UU No.18 Tahun 2012 tentang Pangan, disebutkan bahwa setiap produsen yang memproduksi pangan untuk diperdagangkan di dalam negeri harus mencantumkan label yang minimum berisikan informasi mengenai :

  1. Nama produk
  2. Daftar bahan yang digunakan
  3. Berat bersih / isi bersih
  4. Nama dan alamat pihak produksi dan atau pengimpor
  5. Logo halal bagi pangan yang dipersyaratkan
  6. Tanggal dank ode produksi
  7. Tanggal, bulan, dan tahun kedaluwarsa
  8. Nomor izin edar bagi pangan olahan
  9. Asal usul bahan bagi pangan tertentu

Keterangan dan label diatas harus ditulis dan dicetak secara tegas dan jelas, sehingga mudah dibaca dan dipahami oleh konsumen.

Sebagai konsumen, seharusnya kita sudah bisa menilai dan menimbang produk pangan yang akan kita konsumsi sehari-hari. Informasi yang kita butuhkan mengenai makanan kemasan sebetulnya sudah diatur oleh pemerintah. Namun pilihan dan proteksi terakhir tetap ada pada tangan konsumen.

Misalnya, Sahabat akan membeli produk minuman kemasan berupa jus buah. Sahabat dapat melihat label komposisi produk tersebut. Pada label informasi gizi, mungkin tercantum %AKG yang tinggi untuk kandungan vitamin dan mineral, namun apabila pada komposisi tertinggi adalah gula dan bahan lain, dapat dipastikan bahwa jus buah yang Sahabat beli adalah jus buah yang tidak murni.

pexels.com

Regulasi yang dikeluarkan pemerintah berupa Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah sebetulnya dimaksudkan juga untuk memenuhi hak masyarakat sebagai konsumen. Konsumen memiliki hak salah satunya adalah untuk mengetahui seluruh informasi mengenai barang yang akan dia gunakan atau konsumsi (http://ylki.or.id/hak-konsumen/). Konsumen juga memiliki kewajiban untuk membaca dan mengikuti petunjuk penggunaan barang dan jasa yang dia konsumsi (http://ylki.or.id/kewajiban-konsumen/).

Jadi, sebagai konsumen yang cerdas, seharusnya kita dapat memeriksa kembali produk-produk yang akan kita konsumsi, dalam hal ini adalah makanan kemasan. Jangan sampai Sahabat membeli makanan kemasan hanya atas dasar dorongan konsumtif semata, tanpa melihat, membaca, dan mencermati kandungan, serta informasi mengenai makanan kemasan tersebut.

Bisa jadi, makanan yang Sahabat konsumsi mengandung bahan allergen terhadap tubuh Sahabat. Atau, bisa jadi makanan kemasan yang kita konsumsi sudah lewat batas kedaluwarsa, atau peruntukan konsumsi berdasarkan usia konsumen tidak sesuai, dan isu yang paling besar di Indonesia, karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, makanan kemasan yang Sahabat konsumsi belum terdapat logo Halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia)

Sahabat dapat memeriksa sebuah makanan kemasan yang beredar di Indonesia, apakah sudah memiliki izin edar atau belum dengan memeriksa nya di tautan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sahabat juga dapat memeriksa daftar produk yang sudah memiliki label halal dari MUI atau belum pada tautaan Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Tips Makanan Kemasan
www.pom.go.id

Dalam masa perdagangan bebas dan era globalisasi seperti sekarang ini, terutama masalah gaya hidup, produk-produk makanan kemasan dari luar negeri pun relatif mudah untuk masuk ke pasar Indonesia. Disini peran Sahabat dalam mencermati makanan kemasan semakin berat. Pilihan produk makanan kemasan yang tersedia dan “menggiurkan” akan semakin banyak dan menarik minat kita untuk membelinya.

Sudah menjadi kewajiban kita yang peduli akan kesehatan keluarga kita untuk mencermati setiap makanan kemasan yang akan kita konsumsi dengan memperhatikan dan membaca label makanan kemasan. Apakah sudah cocok dengan kebutuhan keluarga Sahabat, atau mungkin berbahaya dan berpotensi menimbulkan penyakit bagi keluarga Sahabat.

Jangan sampai hanya karena gengsi, atau karena sedang happening, atau mungkin rekomendasi kerabat dan kawan, tanpa pertimbangan lebih banyak, Sahabat mengonsumsi makanan kemasan tanpa membaca dan memahami kandungan apa saja yang terdapat di dalam makanan kemasan tersebut.

Jadilah konsumen yang cerdas dan sehat dengan mengonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan, bukan berdasarkan dorongan konsumtif. Tetap sehat dan selamat ya Sahabat..



Sumber :

UU No.18 Tahun 2012

PP No.69 Tahun 1999

www.klubpompi.pom.go.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here