SafeKids Indonesia Ajak Masyarakat Peduli Keselamatan Anak dan Keluarga

Betapa sering kita mendengar atau membaca berita mengenai kecelakaan yang menimpa anak-anak. Pada Agustus lalu, di Ciputat, Tangerang Selatan, seorang balita terjun dari lantai 3 gedung sekolah dasar tempat saudaranya menimba ilmu. Di bulan yang sama, di Purbalingga, Jawa Tengah, sebelas anak-anak terluka akibat odong-odong yang mereka tumpangi terjun ke kali kecil di sisi jalan. Tahun 2014 lalu, seorang kakek tanpa sengaja melindas tubuh cucunya saat sedang memundurkan mobilnya. Di tahun 2015, bocah lucu berusia 3 tahun jatuh dari lantai 5 sebuah mal di Surabaya, Jawa Timur.

Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan bahwa anak-anak seringkali berada dalam kondisi yang tidak aman. Orang dewasa, dalam hal ini orang tua atau anggota keluarga, yang seharusnya menjaga dan melindungi anak-anak, sering kali lalai dalam menghadirkan keamanan dan keselamatan anak. Kesadaran dari orang tua, guru, ataupun orang dewasa lain dirasakan kurang. Berdasarkan fakta itu, lahirlah SafeKids Indonesia (SKI), sebuah gerakan berbasis komunitas yang dibentuk pada tahun 2015 oleh Mas Wahyu Setyawan (Paman Billie) dan Mbak Noni yang juga terinspirasi dari gerakan serupa yang dibentuk di Amerika Serikat.

Fokus pada Parenting

SKI berawal dari keresahan akan kondisi budaya keselamatan bangsa yang lemah dan banyaknya kecelakaan dengan korban anak-anak. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan SKI berfokus pada isu parenting yang berkaitan dengan keselamatan anak dan keluarga.

Visi SKI, yakni menciptakan lingkungan yang aman, selamat, sehat, dan ramah bagi anak Indonesia, diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan, seperti seminar, workshop, school visit, juga mengadakan diskusi di Whatsapp Group yang diberi nama OLDIS (OL diskusi SKI). SKI kerap berbagi pengetahuan mengenai bahaya serta pengurangan risiko terhadap anak dan keluarga.

Pelatihan First Aid oleh Komunitas SafekidsIndo

Pada November kemarin, SKI, bekerja sama dengan Komunitas Sahabat Kecil Bogor, memberikan edukasi tentang fire safety serta sedikit cara penanganan saat luka bakar dan perdarahan kepada ibu-ibu di Desa Cipeteuy, Sukaraja, Kabupaten Bogor.

September lalu, SKI juga membagikan pengetahuan kepada para pengasuh di sebuah daycare mengenai pertolongan pertama pada anak ketika mengalami kecelakaan. Dengan makin banyaknya daycare yang peduli pada keselamatan, para orang tua akan lebih tenang meninggalkan anak-anaknya. Yang unik pada acara itu, para pengasuh menuliskan “pengakuan dosa” di masa lalu berkaitan tentang keselamatan anak yang diabaikannya. Dengan cara itu, diharapkan pengasuh dan orang tua tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.

Emak-emak pengendara motor pun tidak luput dari perhatian SKI. Agustus lalu, dalam rangka HUT ke-72 RI, SKI menyelenggarakan workshop singkat bagi para ibu yang sering memboncengkan anaknya. Seperti sering kita lihat, banyak perempuan pengendara motor yang tidak memperhatikan keamanan buah hatinya. Tidak memakaikan helm, memboncengkan lebih dari dua anak, dan membiarkan balita membonceng tanpa pengaman merupakan sedikit dari kelalaian yang sering dilakukan para ibu.

Bahaya di Segala Penjuru

SafeKids Indonesia memandang semua tempat yang dilewati dan dikunjungi anak-anak berpotensi menimbulkan bahaya. Menurut Paman Billie, rumah, perjalanan, hingga tempat tujuan merupakan tempat-tempat yang bisa mendatangkan kecelakaan pada anak-anak apabila mereka terlepas dari pengawasan orang dewasa.

Perilaku tidak aman akan membahayakan anak

Di rumah, anak-anak bisa mengalami celaka akibat api (kompor, sampah yang dibakar), lantai yang licin, benda tajam (pisau, gunting, paku), listrik (stop kontak, setrika), sudut tajam (meja), televisi yang mungkin jatuh, atau benda kecil yang dapat tertelan (kelereng, peniti, penghapus pensil).

Di perjalanan, kendaraan yang kencang, pengemudi lain yang ugal-ugalan, anak tidak duduk di carseat, dan jalanan yang rusak juga berbahaya bagi anak-anak. Untuk masalah keselamatan berkendara, SKI bekerja sama dengan instruktur dari Rifat Drive Labs sebagai tim ahli safety riding di komunitas ini.

Di tempat tujuan, seperti sekolah, mal, dan taman bermain, anak juga tidak terlepas dari bahaya sebagaimana yang ada di rumah. Berdasarkan data SKI, di Amerika Serikat, dalam satu tahun sekitar 200.000 anak masuk ICU karena kecelakaan di arena bermain. Bahkan 20 di antaranya meninggal dunia. Fakta lainnya, 79 persen kecelakaan adalah jatuh dari ketinggian, seperti dari ayunan atau jungkat-jungkit.

Sayangnya, di Indonesia, belum ada standar atau peraturan yang dikeluarkan oleh instansi berwenang yang spesifik terkait dengan tempat bermain. Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat, masalah keamanan ini menjadi perhatian serius dan telah teregulasi dan termonitor dengan baik. Hal seperti ini yang membuat peran serta SKI menjadi semakin penting.

Didukung Para Ahli

Untuk mendukung kampanye dan kegiatan lainnya, SKI menjalin kerja sama dengan semua pihak. SKI terbuka bagi individu yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan dan keamanan, terutama berkaitan dengan anak. Saat ini, anggota SKI terdiri dari berbagai latar belakang, di antaranya terdapat para ahli di bidang home safety, fire safety, escalator safety, pool safety, first aid instructor, car seat enthusiasts, dan psikologi anak.

Seminar family safety yang diadakan Safekids Indo

Di tahap awal, SKI memang hanya fokus pada tiga target utama, yakni pendidik (guru, manajemen sekolah, dosen), anak-anak (usia balita sampai murid sekolah/madrasah, dan mahasiswa), dan pengasuh anak (orang tua, nenek/kakek, anggota keluarga, nanny/babysitter). Namun, di tahap selanjutnya, SKI akan berperan juga dalam advokasi dan menargetkan pihak-pihak regulator dan pemegang keputusan.

SafeKids Indonesia mengajak Sahabat dan semua pihak untuk peduli pada keselamatan anak-anak di mana pun mereka berada. Agar selalu update tentang informasi keselamatan pada anak, juga kegiatan SKI, masyarakat bisa follow Instagram @safekidsindo atau fanpage Facebook @safekidsindo. SKI juga menyediakan tenaga dan waktunya untuk diundang sekolah atau lembaga lain untuk membagikan informasi dan pengetahuan mengenai keselamatan anak-anak. Untuk itu, masyarakat bisa menghubungi SKI via WA di nomor 085244925252 atau e-mail info@safekidsindo.net.

Safety is a part of parenting too, demikian motto SafeKids Indonesia. Dengan motto itu, SKI menyebarkan virus keselamatan dengan metode educate–share– involve.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here