[Review] Sabuk Bonceng Anak Zatra : Keamanan dan Kenyamanan Lebih dengan Fitur Penyangga Duduk Anak

Berkendara bersama anak menggunakan sepeda motor memang merupakan hal yang tidak bisa dihindari bagi banyak orang di Indonesia. Terbatasnya ketersediaan dan kenyamanan transportasi umum, serta kepemilikan mobil pribadi membuat sepeda motor menjadi tumpuan sarana transportasi bagi banyak orang.

Mengacu pada peraturan berkendara di beberapa negara maju seperti Singapura dan New Zealand, kaidah umum keselamatan berkendara melarang anak dibawah usia 8 tahun untuk dibonceng menggunakan sepeda motor. Langkah paling aman dalam berkendara bersama anak menggunakan sepeda motor adalah sama sekali tidak membonceng anak! Apalagi jika usia anak masih dibawah 8 tahun.

Akan tetapi, kita harus mengakui bahwa kondisi di Indonesia masih mengharuskan banyak orang untuk membonceng anak menggunakan sepeda motor. Bahkan bagi sebagian orang, pilihannya antara membonceng anak atau kehilangan mata pencaharian. Menghadapi kondisi seperti ini, beberapa kelompok masyarakat yang peduli terhadap keselamatan bermotor berinisiatif membuat produk yang bisa meningkatkan keselamatan saat membonceng anak.

Salah satu produk keselamatan berkendara yang tim redaksi KKC terima untuk untuk di-review adalah Sabuk Bonceng Anak Zatra.

Sabuk bonceng anak adalah suatu alat yang mencegah anak terlepas dari pegangan dan terjatuh saat dibonceng menggunakan sepeda motor. Selain cedera akibat tabrakan, cedera akibat anak terjatuh dari sepeda motor saat melaju dan dibonceng memang sangat mebahayakan. Simulasi pada link ini bisa menggambarkan bagaimana akibat bahayanya jika anak terjatuh dari boncengan.

Spesifikasi

Sebagaimana sabuk bonceng anak yang beredar di pasaran, Zatra menawarkan alat pengaman untuk anak saat diboceng di sepeda motor. Akan tetapi, beberapa fitur pelengkap seperti adanya penyangga duduk anak merupakan  fitur menarik yang belum saya lihat pada produk sejenis. Beberapa fitur lain yang ditawarkan produk ini adalah :

  • Penggunaan untuk membonceng anak di depan atau di belakang
  • Dilengkapi dengan penyangga duduk anak untuk mencegah anak merosot saat anak dibonceng
  • Dilengkapi dengan penutup kepala sebagai penyangga kepala dan untuk melindungi anak dari angin dan sinar matahari.
  • Bagian luar sabuk dibuat dari bahan mirip parasut nylon 300 D yang terasa kokoh dan tidak mudah menyerap air
  • Dapat dipakai untuk anak mulai usia 1 tahun hingga anak 12 tahun (model standar) dan 6-12 tahun (Model XL)
  • Website resmi : http://babyshopline.com/
  • Harga : Rp. 115.000

Fitur lain yang juga menjadi nilai lebih sabuk bonceng Zatra adalah

  • Dapat digunakan sebagai sabuk penggendong anak dan balita (baby carrier)
  • Dapat digunakan sebagai sabuk pengaman atau car seat di kursi mobil
  • Sabuk tersedia dalam berbagai warna dan dilengkapi dengan gambar tokoh kartun yang menarik bagi anak.

Sabuk bonceng Zatra terdiri dari tipe standard dan tipe XL yang didesain untuk anak yang berukuran lebih besar. Zatra sendiri menyatakan sabuk tipe XL didesain untuk anak berusia 6 tahun keatas dimana penyangga duduk anak dihilangkan dan kain penutup kepala dibuat lebih besar sehingga bisa menutupi helm yang dipakai anak.

Gallery – Sabuk Bonceng Zatra

Performa Keselamatan

Hal yang menarik perhatian saya pertama kali dari sabuk bonceng Zatra adalah adanya penyangga duduk anak. Penyangga ini berbentuk seperti celana sebagai dan berfungsi sebagai pelindung agar anak tidak merosot saat dibonceng. Desain penyangga duduk seperti ini sangat membantu mengamankan anak balita saat dibonceng di depan baik pada posisi menghadap pengemudi atau menghadap ke depan. Perlindungan ini juga bisa Sahabat dapatkan pada posisi bonceng di belakang karena penyangga ini dapat mencegah anak bergeser ke samping saat motor melaju.

Penyangga duduk ini juga bermanfaat untuk memberikan keleluasaan gerak saat anak tertidur selama perjalanan saat posisi bonceng di depan. Sahabat dapat meninggalkan motor sambil menggendong anak dengan nyaman tanpa takut merubah posisi tidur si anak sesaat setelah turun dari motor.

zatra17
Fitur penyangga duduk anak pada Zatra

Selalu gunakan helm anak saat dibonceng. Jika anak tidak memiliki helm dan perjalanan dirasa aman dan terkontrol, Zatra menyediakan fitur penutup kepala yang dapat melindungi anak dari debu atau cuaca luar. Fitur ini juga bermanfaat untuk menopang kepala anak dari goncangan saat berkendara. Sahabat yang memiliki anak yang sudah bisa menggunakan helm sebaiknya menggunakan sabuk bonceng zatra tipe XL agar kain penutup ini bisa menopang dan menutupi bagian kepala anak secara lebih nyaman.

Sabuk bonceng Zatra digunakan dengan mengunci 2 kaitan gesper. Kaitan gesper kesatu berada di bagian pinggang yang juga berfungsi sebagai kaitan utama sabuk bonceng. Kaitan gesper kedua berada di bagian dada dan sangat membantu meningkatkan kenyamanan saat membonceng anak. Saya hanya berharap kalau kaitan di bagian dada ini bisa lebih diturunkan lagi ke arah dada agar tidak terlalu dekat dengan posisi leher karena ukuran badan saya yang relatif besar.

zatra10
Gesper bagian pinggang

Saya pun mencoba menggunakan sabuk bonceng ini untuk membonceng anak saya yang berusia 3 tahun dan tinggi 90 cm. Dari 3 posisi bonceng yang ditawarkan Zatra, saya lebih nyaman untuk membonceng anak saya pada posisi bonceng di depan dan menghadap saya. Pada posisi ini si anak bisa menyenderkan kepalanya dengan nyaman dan mengaitkan tangan dan kakinya ke tubuh saya. Inilah kelebihan sabuk dengan fitur penyangga duduk, saya bisa menggerakan motor saya dengan lebih leluasa tanpa khawatir anak akan merosot. Begitu pula ketika anak saya dibonceng di depan dan menghadap ke depan, penyangga duduk ini benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman.

Sayangnya posisi bonceng di depan tidak memberikan ruang yang cukup untuk anak saya menggunakan helm 3/4. Pada posisi ini, helm anak saya selalu terdorong oleh helm saya sehingga terasa tidak nyaman bagi kami berdua. Mungkin masalah ini bisa teratasi jika anak menggunakan helm tipe shorty (mirip helm sepeda) yang berukuran lebih ringkas.

Saya pun mencoba posisi bonceng di belakang. Pada posisi ini anak saya bisa menggunakan helm walaupun tidak leluasa karena bagian bawah helm serasa terhalang oleh tali pengikat punggung. Selain itu, walaupun bagian pinggang terikat dengan aman oleh sabuk bonceng, terdapat cukup ruang di sisi sabuk bonceng untuk mengeluarkan kepala anak ke sisi sabuk bonceng dibawah kaitan punggung. Mungkin ini karena ukuran anak saya yang belum cukup besar. Karena itulah Zatra mendesain sabuknya agar bisa digunakan untuk membonceng anak di depan – walau harus ada kompromi dengan sulitnya menggunakan helm anak.

zatrap
Posisi bonceng depan menghadap pengemudi. Sayangnya tidak cukup ruang untuk penggunaan helm anak berukuran 3/4
zatra22
Posisi bonceng belakang memiliki ruang lebih luas untuk penggunaan helm anak

Saya pun mencoba sabuk bonceng sebagai sabuk pengaman di kursi mobil untuk anak saya. Sabuk bonceng Zatra relatif mudah dipasang dan memberikan perlindungan yang mirip dengan penggunaan booster seat. Tapi sabuk ini sepertinya belum cocok digunakan di kursi mobil untuk anak setinggi 90 cm seperti anak saya. Bagian dada dan kepala anak saya masih bisa melewati bagian sisi sabuk seperti jika saya gunakan saat membonceng di belakang. Dagu anak saya juga terlihat masih mengenai penyangga punggung sabuk ini.

Terbatasnya sudut sabuk pengikat bawah juga mengurangi efektifitas cengkraman saat pengereman darurat. Saya pun lebih merekomendasikan penggunaan kursi bayi atau booster seat untuk memberikan perlindungan yang lebih baik lagi. Akan tetapi, inovasi sabuk bonceng Zatra ini patut diapresiasi dan sangat bermanfaat disaat darurat.

zatra26
Penggunaan Zatra sebagai sabuk pengaman mobil

Fitur gendongan adalah salah satu nilai lebih yang ditawarkan Zatra. Fitur ini terwujud karena fitur inovatif berupa penyangga duduk anak. Anak saya pun mencoba untuk digendong menggunakan sabuk Zatra.  Menurut saya, lebar bagian bawah penyangga duduk anak masih terlalu kecil untuk menopang berat anak secara optimal. Posisi anak pun terasa terlalu turun sehingga tidak terlalu nyaman saat digendong. Mungkin ini tidak akan terjadi jika ukuran tubuh anak lebih besar, tapi apakah Sahabat masih perlu gendongan anak jika anak sudah cukup besar untuk berlari?

Kenyamanan

Sebagai pembonceng, sabuk bonceng Zatra terasa nyaman untuk digunakan baik pada posisi bonceng depan atau belakang. Anak terasa terikat dengan aman selama saya menggerakan motor saya (tentunya dengan kecepatan dan manuver yang aman). Rasa aman dan nyaman ini sangat penting untuk menjaga konsentrasi pengemudi selama berkendara. Saya juga sangat senang dengan kaitan gesper di dada yang sangat membantu dalam mendistribusikan beban boncengan secara merata dan lebih nyaman.

zatra25
Pengujian sabuk bonceng zatra dengan posisi bonceng di depan. Pengujian dilakukan dengan pengawasan dan di area terkontrol yang bebas dari lalu lintas luar.

Dilihat dari segi kenyamanan anak, Sabuk Bonceng ini sepertinya lebih menekankan pada kekuatan bahan dan kenyamanan pada posisi duduk melalui fitur penyangga duduknya. Sayangnya Saya masih merasa kurang “sreg” dengan finishing pada pinggiran sabuk yang terasa keras dan kaku. Finishing seperti ini dapat membuat anak merasa kurang nyaman terutama pada bagian leher dan bagian paha. Hal ini mungkin tidak akan terlalu mengganggu bagi anak berukuran lebih besar karena pengait di dekat pundak anak menjadi lebih lapang dan kulit anak yang lebih tidak sensitif. Semoga saja Zatra menambahkan fitur pinggiran yang lebih halus pada iterasi produk kedepannya.

zatra08
Finishing pada pinggiran sabuk bonceng terbuat dari sambungan pipih yang kaku – tidak begitu nyaman saat bersentuhan dengan kulit.

Salah satu fitur Zatra yang berbeda dengan sabuk bonceng umumnya adalah cara mengaitkan penopang punggung anak ke pengemudi. Penopang punggung pada sabuk bonceng Zatra langsung diikatkan ke bagian dada pengemudi. Tipe pengikat seperti ini merupakan kompensasi Zatra agar sabuk bonceng bisa digunakan dengan aman saat posisi bonceng depan. Tetapi, tipe pengikat ini sepertinya memiliki kekurangan yaitu terbatasnya ruang gerak kepala anak terutama saat tubuh anak berukuran kecil dan anak menggunakan helm. Anak mungkin akan menjadi tidak nyaman saat berkendara lama karena kepalanya akan selalu terdorong ke punggung pengemudi agar mendapatkan ikatan sabuk yang tegang dan pas. Saya harus berkompromi antara kekencangan ikatan sabuk dengan keleluasaan kepala anak untuk bergerak. Untungnya longgarnya pengikat ini terbantu dengan fitur penyangga duduk yang melindungi bagian bawah anak dari terlepas dari sabuk bonceng.

zatra23
Posisi bonceng belakang kurang pas untuk anak dengan tinggi 90 cm dan menggunakan helm.

Penggunaan sabuk bonceng Zatra juga tergolong mudah. Sistem pengikat dapat dengan mudah dikencangkan dan diatur seperti mengencangkan tali tas ransel. Penggunaan gesper juga membuat penguncian lebih ringkas dan cepat. Saya yakin Sahabat tidak akan kesulitan memasang atau melepas sabuk ini dalam 1 menit.

Kualitas Bahan

Bagian luar Sabuk Bonceng Zatra dibuat dari kain semi parasut yang tidak mudah menyerap air. Bagian dalam terdiri dari lapisan lebih lembut tapi menurut saya masih bisa lebih tebal lagi agar anak lebih nyaman. Sistem pengikat terbuat dari bahan seperti tali tas yang tidak diragukan lagi kekuatannya. Kaitan gesper yang disediakan juga terasa kokoh dan cukup awet untuk penggunaan jangka panjang. Kombinasi bahan diatas tidak akan menyulitkan Sahabat jika ingin mencuci sabuk ini bahkan untuk berkali-kali.

zatra01
Sabuk bonceng anak Zatra

Zatra mempercantik produknya dengan beragam warna sabuk dan bordiran tokoh kartun. Dekorasi ini tentunya akan menarik perhatian anak dan juga meningkatkan visibilitas selama berkendara.

Kesimpulan

Sabuk bonceng Zatra memberikan kenyamanan dan keamanan lebih dalam membonceng anak dengan adanya fitur penyangga duduk. Fitur ini sangat bermanfaat bagi Sahabat yang membonceng balita yang berukuran kecil terutama saat dibonceng di depan. Perasaan nyaman ini akan meningkatkan konsentrasi Sahabat dalam mengemudikan motor. Fitur gendongan anak dan sabuk pengaman mobil memang nilai tambah yang sangat bermanfaat saat diperlukan. Sayangnya fitur tambahan ini membuat desain Zatra harus berkompromi antara fungsi dan usia anak yang cocok dengan tiap fitur. Akan tetapi kombinasi semua fitur yang ada menjadikan Zatra layak untuk Sahabat pertimbangkan. Gunakan dengan bijak ya Sahabat!

 

Model : Karkhsya & Ballista

 

Catatan :

Redaksi KKC berkomitmen untuk mengenalkan produk-produk keselamatan agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Artikel perkenalan produk dibuat secara independen untuk membantu Sahabat dalam memilih produk keselamatan keluarga terbaik. Silahkan hubungi tim redaksi KKC jika Sahabat memiliki produk yang dirasa bermanfaat bagi peningkatan taraf keselamatan keluarga Indonesia.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here