Jangan Panik!, Sebuah Resensi Buku Referensi Keselamatan Bagi Anak

Sahabat, Keselamatan Keluarga dot com memiliki visi menjadi situs referensi bagi keluarga Indonesia dalam keselamatan menjalani kehidupan sehari-hari maupun menghadapi kejadian-kejadian khusus. Kali ini, kami mendapatkan kesempatan untuk menulis resensi buku Jangan Panik! 20 Cerita Saat Situasi Darurat. Pada halaman identitas buku, diperoleh keterangan cetakan pertama buku ini diterbitkan pada tahun 2014 lalu oleh Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia) . Resensi yang kami lakukan adalah terhadap cetakan kedua, yaitu edisi tahun 2016 dari penerbit yang sama.

Mari kita simak resensi buku yang ditulis oleh Watiek Ideo dan Fitri Kurniawan ini.


First Impression

Kami melakukan scanning reading pada seluruh halaman buku Jangan Panik!, dan kesan pertama dari scanning buku ini sungguh menarik. Sebagian besar buku ini berisikan ilustrasi gambar berwarna menarik, terutama untuk anak-anak. Bahasa pengantar pada buku Jangan Panik! pun cukup mudah untuk dipahami oleh anak usia sekolah.

Dilihat dari cover depannya yang dominan berwarna merah menyolok dan berilustrasikan anak-anak, buku ini nampaknya memang memiliki sasaran pembaca anak usia Sekolah Dasar. Pada cover depan juga, terdapat keterangan bahwa buku ini dihadirkan dalam 2 bahasa (bilingual), yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Buku Jangan Panik! ini sendiri memiliki softcover dengan jenis glossy setebal karton. Kertas bagian dalam berupa HVS namun terasa tebal dan nyaman dibuka. Hal tersebut menjadikan buku ini terlihat kokoh, meskipun tanpa hard-cover. Namun disisi lain menimbulkan kekurangan berupa ketidak-praktisan buku ini untuk dibawa kemana-mana dari segi ukuran dan berat. Buku ini memiliki ukuran 21 cm x 27 cm, hampir sebesar kertas A4 dengan jumlah halaman sebanyak 172 halaman. Padahal target pembaca utama buku ini adalah anak usia Sekolah Dasar. Dengan dimensi buku tersebut, buku ini cocok untuk dibaca di rumah/perpustakaan saja bersama orangtua, saudara, dan kawan.

KeselamatanKeluarga.com
Buku Jangan Panik – Penerbit BIP

Konten

Buku ini berisikan 20 cerita pendek mengenai berbagai kegiatan dan kejadian bahaya yang sangat mungkin dialami oleh anak-anak usia Sekolah Dasar. Pada akhir masing-masing cerita pendek, penulis buku menyisipkan tips-tips mengenai apa yang harus dilakukan jika menghadapi keadaan bahaya dan darurat yang sedang dibahas. Tips ini sangat membantu untuk merangkumkan pembelajaran yang ditawarkan di setiap cerita pendeknya, dengan gaya bahasa yang praktis.

Beberapa kegiatan dan kejadian yang diceritakan di buku ini antara lain adalah saat terjadi kebakaran di rumah, saat hilang di mal, mengatasi gigitan serangga, menghadapi gempa bumi, menghadapi kejadian tersedak saat bermain, mengatasi mimisan, tips saat terjebak di lift, menghadapi kejadian kawan yang tenggelam di pantai, pengalaman pertama naik pesawat, hingga tips menghadapi gigitan ular.

Kami menilai bahwa cara penyampaian informasi dalam buku ini cukup baik untuk diterima anak usia mulai dari Sekolah Dasar, karena di sebagian besar isi buku, di setiap halamannya menampilkan ilustrasi penuh yang dilengkapi satu paragraf cerita dengan ukuran huruf sedang. Setiap cerita pendeknya pun dimuat hanya dalam 5-6 halaman saja, dengan setting cerita bervariasi, sehingga pembaca tidak akan bosan membaca buku ini.

Sebagian besar kegiatan dan kejadian yang diceritakan dalam buku ini merupakan kegiatan komunal yang dilakukan anak bersama dengan kawan, keluarga, serta orang lain disekitarnya. Hal ini juga dapat menginspirasi anak untuk selalu aktif berkegiatan di luar maupun di dalam rumah tanpa mengabaikan keselamatan diri sendiri dan kawan-kawannya, serta selalu waspada terhadap segala kemungkinan bahaya.

Ilustrasi

Dari segi ilustrasi, buku ini sangat tidak membosankan. Mengapa? Karena buku ini melibatkan 9 orang illustrator, yang artinya kita akan disuguhkan dengan 9 jenis ilustrasi gambar dan gaya penggambaran yang berbeda dan menarik. Ilustrasi yang dihadirkan sangat informatif, dalam artian, dengan melihat gambar, sedikit banyak pembaca akan mudah untuk mengerti informasi yang ingin disampaikan oleh penulis.

Hal yang dapat mengurangi keasyikan membaca adalah masih ditemuinya beberapa gambar dengan pixel yang kecil, sehingga menimbulkan gambar dengan resolusi kecil yang dipaksa untuk diisikan ke halaman yang cukup besar, hasilnya adalah gambar kotak-kotak yang tidak mulus. Hal ini dapat ditemui pada halaman 47-54 pada bab menghadapi kejadian gempa bumi.

Pesan Kunci

Frase “Jangan Panik” selalu disebut dan ditekankan di setiap cerita, sehingga pembaca yang telah mengikuti seluruh ceritanya akan mendapat pembelajaran agar tidak panik dalam situasi darurat sebagai pesan kunci yang ingin disampaikan penulis. Pesan kunci tersebut sangat penting dalam kondisi darurat, yaitu agar kita dapat berpikir jernih untuk aksi yang perlu dilakukan.

Tokoh utama yang diangkat dalam setiap cerita selalu berupa anak perempuan maupun laki-laki, yang merepresentasikan kelompok usia pembaca. Hal ini akan membuat pembaca merasa dekat dengan tokoh dalam cerita, situasi yang dihadapi, dan oleh karena itu kemungkinan besar akan terdorong untuk mengaplikasikan apa yang disarankan buku tersebut bila menghadapi situasi darurat. Tokoh-tokoh utama tersebut selalu dikelilingi oleh orang-orang terdekat, yaitu keluarga, teman, dan orang-orang dari lingkungan sekolah. Pesan kunci “Jangan Panik” selalu disampaikan oleh orang-orang di sekeliling tokoh utama dalam rangka mengingatkan atau menolong. Sikap mengingatkan dan menolong seperti ini sangat baik untuk menjadi teladan dan buku ini berhasil menyampaikan nilai tersebut.

Menariknya lagi, beberapa cerita pendeknya mengangkat pesan kearifan lokal dalam mengatasi situasi darurat. Misalnya, penggunaan lendir lidah buaya untuk dioleskan ke tangan yang terkena cipratan minyak goreng, penggunaan daun kubis dan daun peterseli yang mengandung antiradang untuk tangan yang lebam, hingga perasan daun tembakau untuk melepas lintah yang menempel di kulit. Pendekatan ini kami nilai baik karena mengajak pembaca untuk lebih menghargai kearifan lokal yang sudah dibangun para pendahulu kita di Indonesia, serta bersifat praktis dan masih relevan untuk diaplikasikan di masa kini.

Harga

Berbicara masalah harga buku, Kami mencoba memeriksa situs gramedia.com. Harga buku Jangan Panik! yang ditampilkan pada situs resmi Gramedia adalah sebesar Rp. 81.900,00 (Mei 2017). Berbicara masalah mahal atau tidak, sangat subjektif, mengingat kualitas kertas, bahan cover, serta ilustrasi yang dihadirkan buku ini adalah full color, dan yang paling utama adalah isi dari buku ini. Maka Kami menilai, harga tersebut masih sangat sepadan dengan kelebihan yang dihadirkan buku Jangan Panik!.


Kesimpulan

Demikianlah resensi buku Jangan Panik! 20 Cerita Saat Situasi Darurat.

Kami menilai tujuan Penulis dalam mempublikasikan buku ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan anak mulai dari usia Sekolah Dasar dalam beraktivitas sehari-hari terhadap berbagai kondisi darurat yang berpotensi menimbulkan bahaya. Pada sisi lain, kami menilai bahwa selain untuk referensi anak usia Sekolah Dasar, buku ini juga sangat kompatibel untuk dikonsumsi oleh orang dewasa. Karena pada dasarnya, tips-tips yang dihadirkan dalam buku Jangan Panik! ini dapat dilakukan oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Jadi, untuk orang dewasa, jangan gengsi untuk membaca buku anak satu ini, dan menjadikannya sebagai referensi keselamatan keluarga. Mari budayakan membaca buku, untuk selalu membuka jendela wawasan kita, termasuk salah satunya sebagai penambah wawasan mengenai keselamatan bagi keluarga kita.

Tetap sehat dan selamat..


Judul Buku : Jangan Panik! 20 Cerita Saat Situasi Darurat

Penulis : Watiek Ideo dan Fitri Kurniawan

Penerbit : Bhuana Ilmu Populer

Tahun Terbit : Cetakan Kedua (2016)

Jumlah Halaman : 172 Halaman

Harga : Rp. 81.900,00 (gramedia.com Mei 2017)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here