Prinsip Terpenting Menghadapi Gempa Bumi

KeselamatanKeluarga.com
Simulasi bencana gempa - Bandung Disaster Study Group

Sahabat, saat ini banyak sekali referensi mengenai apa yang harus kita lakukan saat menghadapi gempa bumi yang dapat kita pelajari. Misalnya Dongeng Geologi-nya PakDe Rovicky, atau FEMA. Namun terkadang masih Kita temui perdebatan para ahli saat menghadapi gempa bumi, apakah ketika gempa lebih baik bersembunyi di bawah meja atau langsung lari keluar rumah? Ada juga yang menyarankan untuk bersembunyi di bawah rangka pintu. Sebenarnya apa yang kita lakukan sangat bergantung pada konteks dan situasi. Namun, ada dua prinsip terpenting yang perlu selalu diingat apabila terjadi gempa, yang dapat diaplikasikan dalam konteks dan situasi apapun: Jangan panik dan lindungi bagian terpenting tubuh kita, yaitu kepala.


Jangan Panik, Lindungi Kepala

Ketika panik, kita tidak dapat berpikir dengan jernih. Padahal, dalam situasi darurat kita perlu fokus dan berpikir jernih agar dapat merespon dengan tindakan yang tepat. Lalu mengapa harus melindungi kepala? Apabila kaki kita terluka karena tertimpa reruntuhan, masih ada kemungkinan kita untuk bisa berpikir jernih. Namun apabila kepala kita yang lebih dahulu terkena reruntuhan, kita tidak akan bisa berpikir, bahkan mungkin langsung pingsan. Jadi, mari kita pegang kedua prinsip tersebut: Tidak Panik dan Melindungi Kepala.

Sebagai tambahan, sebisa mungkin, ketika terjadi guncangan akibat gempa, sambil melindungi kepala, kita merunduk sembari mengecilkan tubuh kita seperti bentuk bola (drop), untuk mengurangi ketidakseimbangan. Tentu akan lebih baik bila pada saat itu ada meja yang kuat sehingga kita dapat melindungi kepala dan bagian tubuh yang lain di bawahnya. Langkah selanjutnya adalah menunggu di posisi aman tersebut hingga guncangan selesai dan kondisi dirasa aman untuk evakuasi. Prinsip diatas seringkali dikenal dengan istilah Drop, Cover & Hold On. Sahabat dapat mempelajari lebih jauh tentang teknis yang direkomendasikan para ahli dan regu penyelamat ini melalui tautan berikut.

Drop, Cover, Hold. Merunduk, Berlindung dan Berpegangan untuk meningkatkan peluang selamat dari bencana gempa bumi. menghadapi gempa bumi

Menurut Kami, selain kedua prinsip dasar diatas, ada dua hal lagi yang perlu diwaspadai dalam situasi ada gempa, yaitu: Kemungkinan terjadi gempa susulan dan bahaya ikutan.

Kemungkinan Terjadi Gempa Susulan

Apabila Sahabat berada di dalam rumah saat terjadi gempa, dan tinggal di dalam rumah saat itu merupakan opsi terbaik, tunggulah sampai gempa berhenti. Bila kondisi sudah terlihat ‘aman’, ada baiknya Sahabat keluar rumah untuk antisipasi gempa susulan atau aftershocks. Gempa susulan sering kali lebih kecil skalanya, namun dalam beberapa kejadian gempa susulan lebih besar dibandingkan dengan gempa yang pertama dan berdurasi cukup lama.

Kemungkinan Bahaya Ikutan Gempa

Dalam kesiapsiagaan gempa, perlu kita kenali lebih lanjut karakteristik tempat tinggal kita, apakah ada kemungkinan bahaya ikutan dari gempa, seperti kebakaran, tsunami, liquefaction, longsor, atau yang lainnya? Ataukah gempa itu berupa gempa vulkanik yang dipicu oleh aktivitas gunung berapi terdekat, sehingga gempa itu menjadi sebuah peringatan akan adanya awan panas, lahar, atau hujan abu?

Walaupun pada dasarnya persiapan menghadapi bencana itu sama, namun untuk setiap jenis bahaya ada kekhususan bentuk kesiapsiagaannya. Kebakaran merupakan risiko yang paling umum yang mungkin terjadi di perumahan sebagai dampak ikutan gempa, karena di dalam setiap rumah hampir selalu ada barang-barang yang mudah terbakar, seperti kompor gas, listrik, kayu. Sedangkan kesiapsiagaan jenis bahaya lainnya sangat bergantung pada lokasi tempat tinggal kita.

Bila tinggal dekat pantai, maka kemungkinan berisiko tinggi tsunami. Bila tinggal di perbukitan, ada kemungkinan terdampak longsor. Dalam kasus ini, tentu saja setelah kita berhasil keluar dari rumah, kita perlu segera bergerak menjauh dari sumber-sumber bahaya ikutan tersebut.


Demikian, Sahabat KKC, sekilas tips kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi di rumah, melanjutkan artikel Risiko Gempa Bumi di Rumah. Mulai sekarang kita tahu bahwa meletakkan lemari yang tidak direkatkan ke dinding, yang dipenuhi dengan barang pecah belah, di dekat pintu keluar, bukanlah ide yang baik. Menyediakan tas siaga dan alas kaki untuk mempermudah evakuasi merupakan ide yang baik.

Semoga setelah ini kita mulai membiasakan diri untuk Declutter (menyingkirkan benda yang tidak bermanfaat di rumah kita), Manage (membereskan dan mengatur posisi benda-benda di rumah dengan baik), Secure (memastikan instalasi jaringan dan benda-benda baik dan aman), dan Unplug (memutus aliran listrik bila tidak diperlukan). Tanpa ada bencana pun tidak ada ruginya kita melakukannya!

Stay safe ya 🙂

Baca juga :

Ilustrasi : Bandung Disaster Study Group

2 KOMENTAR

    • Terima kasih Kak Irul, doakan kami makin produktif dan bermanfaat ya 🙂 Sukses dengan rumahpangripta-nya!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here