Pharmily (Pharmacy Education for Family), Mengajak Keluarga Melek Obat

TFT Pharmily 29 Desember 2016

Sahabat, keseharian kita tidak bisa lepas dari konsumsi berbagai produk kesehatan, baik itu makanan, suplemen, atau berbagai produk kesehatan lain yang bertujuan mencegah maupun mengobati penyakit. Tetapi apakah Sahabat yakin sudah tepat dalam mengonsumsi, menyimpan, atau bahkan membuang obat?

Faktanya 8.534 atau 36,3 % dari 23.694 rumah tangga di Jawa Barat menyimpan obat untuk swamedikasi yang di dalamnya terdapat obat keras, obat bebas, antibiotika, obat tradisional, dan obat lain yang tidak teridentifikasi. Rumah tangga di perkotaan lebih banyak menyimpan obat keras, obat bebas, dan obat tradisional. Kota Bandung misalnya, sebesar 44,4 % rumah tangga menyimpan obat dengan rata-rata jumlah obat adalah 2,6 jenis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75,3% rumah tangga menyimpan obat keras dan 83,4% menyimpan antibiotika. (Riset Kesehatan Dasar Jawa Barat, 2013).

Dengan konsumsi obat sebanyak ini, masyarakat perlu tahu cara menggunakan obat yang tepat sehingga dapat mencegah kesalahan pemakaian obat atau justru overmedikasi.

Sebagai seorang Farmasis, Fetri Lestari, dosen Program Studi Farmasi Unisba UNISBA Bandung, mendapatkan banyak pertanyaan seputar pemakaian obat di keluarga. Dosen lulusan S2 Sekolah Farmasi ITB ini menganggap penting bagi setiap keluarga, khususnya Ibu, untuk memiliki wawasan mengenai obat. Sehingga Ibu dapat membuat keputusan yang tepat terkait pemakaian obat di keluarganya.

Fetri kemudian menggagas Pharmily (Pharmacy Education for Family) dan pada 29 Desember 2106 lalu, bekerja sama dengan website keselamatankeluarga.com, ardiaz.com dan Amrylis Hijab mengadakan Training For Trainer, TFT Pharmily. Pelatihan ini diikuti oleh tenaga kesehatan, farmasis, dan masyarakat umum. “TFT ini bertujuan untuk mempersiapkan lebih banyak educator Pharmily yang dapat berbagi manfaat bagi lingkungan sekitar, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai obat dan pengobatan mandiri,” demikian penjelasan Fetri mengenai pelatihan ini.

Alhamdulillah acaranya bermanfaat sekali… Ilmu mendasar yang seharusnya diketahui keluarga tentang kesehatan khususnya obat dibahas tuntas disini. Acara ini wajib diikuti para ibu sebagai pilar keluarga

– Iin Churin’in, Ibu Rumah Tangga

Pelatihan ini bertujuan memberikan edukasi seputar pemakaian obat yang rasional dalam keluarga. Misalnya dalam materi DaGuSiBu (Dapat, Guna, Simpan, dan Buang) obat, peserta dibekali pemahaman untuk mendapatkan obat yang tepat sesuai penyakit yang diderita pasien. Peserta diharapkan dapat lebih cermat membaca keterangan yang berada pada label kemasan obat.

Obat juga tak dapat dibuang sembarangan, obat harus dikeluarkan dari kemasannya kemudian dibuang untuk mencegah pemakaian kembali. Masih banyak yang belum mengetahui penggunaan antibiotik harus dihabiskan agar tak mengakibatkan resistensi obat pada tubuh. Peserta juga dibekali dengan wawasan sistem kekebalan tubuh dan pengobatan mandiri untuk penyakit ringan sebelum ke dokter. Penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat di antaranya : demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, maag, cacingan, diare, penyakit kulit, dan lain-lain

Setelah pelatihan ini peserta diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan obat dan menjaga kesehatan keluarga. Seorang farmasis berperan di antaranya sebagai care giver, communicator, dan teacher. Oleh karena itu, peserta pelatihan yang juga farmasis atau tenaga kesehatan ini diharapkan dapat mengadakan kembali penyuluhan Pharmily di lingkungannya masing-masing.

 

Oleh Lesly Septikasari, M.Si.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here