Gempa Bumi, Mengenal Penyebab dan Efek Gempa Bumi

Indonesia terletak pada wilayah rawan bencana gempa bumi. Tercatat telah terjadi beberapa gempa besar di berbagai wilayah Indonesia yang menimbulkan korban ratusan hingga ribuan jiwa seperti pada gempa dan tsunami Aceh pada tahun 2004. (data gempa bumi bisa didapat di situs : http://www.bmkg.go.id/gempabumi/gempabumi-terkini.bmkg)

Keselamatan keluarga mencoba membahas mengenai apa itu gempa bumi, mengapa gempa bumi bisa terjadi, dan bagaimana efeknya terhadap bangunan yang kita tempati. Mari simak ulasan berikut.

Pengertian Gempa Bumi

Sahabat, pada hakikatnya, Indonesia terletak di pertemuan 3 lempang besar dunia, yaitu lempeng  Eropa-Asia, Australia, dan Pasifik. Hal yang menyebabkan Indonesia termasuk salah salah satu Negara dengan potensi gempa bumi terbesar di dunia.

Gempa Bumi 1

Pengertian gempa bumi sendiri adalah getaran, atau guncangan pada permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba.

Menurut teori geologi Tektonik Lempeng, yang dikemukakan oleh Alfred Wegener (1912), bahwa pada awalnya, diatas bumi ini terdapat sebuah supercontinent yang disebut Pangea. Kemudian, supercontinent ini bergerak, terpisah-pisah, mengapung, menjadi kontinen-kontinen yang lebih kecil seperti sekarang ini. Setidaknya ada 12 lempeng besar di atas kerak bumi, termasuk lempeng Eropa-Asia, Australia, dan Pasifik yang menjadi lempeng di sekitar Indonesia. Lempeng-lempeng benua yang ada di kerak bumi ini senantiasa bergerak akibat gaya endogen yang berasal dari dalam bumi.

Jika sahabat coba buka www.maps.google.com, dengan mode satellite, kemudian Sahabat zoom out maps hingga terlihat peta Indonesia, maka Sahabat akan menemukan penampakan perbatasan lempeng Asia, Australia, dan Pasifik di kepulauan Indonesia.

peta-satellite-indonesia

Penyebab gempa bumi adalah karena adanya pergerakan lempeng-lempeng benua diatas kerak bumi.

Jadi, Sahabat jangan heran dengan sesuatu bernama gempa bumi di Indonesia. Memang sudah pada fitrahnya lah di Indonesia terjadi banyak gempa bumi. Posisi Indonesia pada peta dunia berada pada perbatasan lempeng, dan perbatasan lempeng inilah salah satu penyebab terjadinya gempa bumi.

plates-movement
www.usgs.gov

Bagaimana Gempa Bumi Merusak Bangunan

Sahabat, kita semua tahu bahwa semua bangunan diatas tanah, seperti gedung, jembatan, bendungan, jalan, dan lain-lain didesain untuk kuat menahan beban diatasnya. Sebagai Negara yang terletak di zona pertemuan lempeng, semua bangunan di Indonesia akan mendapatkan tambahan beban, berupa beban gempa.

Masih ingat rumus Gaya sewaktu pelajaran fisika SMA..?? F = m x a. Ya, gaya adalah hasil perkalian dari m (massa) dan a (percepatan). Sama dengan prinsip diatas, beban gempa, berupa gaya tambahan terhadap struktur bangunan merupakan fungsi dari massa (m) dan percepatan (a). Semakin besar massa sebuah bangunan, maka akan semakin besar pula beban gempa pada bangunan tersebut.

gempa acceleration

Mari kita analogikan sebagai berikut . Jika Sahabat mengendarai mobil dan melakukan akselerasi dari 0 – 100 km/jam, mobil akan mengalami akselerasi searah dengan mobil bergerak. Tubuh Sahabat akan terdorong berlawanan dengan arah mobil bergerak. Besarnya gaya dorong akibat akselerasi (percepatan) mobil ini adalah sebesar F (Newton) = massa badan sahabat (kg) x percepatan mobil (m/detik).

gempa deceleration

Sebaliknya, jika mobil melakukan pengereman atau perlambatan dari 100 km/jam – 0, maka percepatan akan bernilai negatif, berlawanan dengan arah mobil bergerak. Tubuh sahabat akan terdorong searah mobil bergerak dengan gaya dorong F = m x a.

Sama halnya dengan gaya gempa yang dirasakan pada bangunan. Jika dasar bangunan / tanah bergerak, maka akan timbul percepatan pada dasar tanah. percepatan (a) ini kemudian dikonversi menjadi gaya dorong bagi bangunan yang memiliki massa (m). Namun kejadian percepatan dan perlambatan nya akan sangat cepat jika dalam kejadian gempa, dibandingkan kasus akselerasi dan pengereman pada mobil.

Jika bangunan tidak cukup kuat menahan gaya gempa akibat pergerakan pada dasar bangunan, maka bisa dipastikan bangunan akan runtuh. Hal yang sangat disayangkan adalah kebanyakan bangunan di Indonesia, terutama bangunan sederhana dan perumahan belum banyak didesain untuk menahan beban gempa ini.

Satuan untuk menggambarkan besarnya gempa bumi, kita kenal dengan Skala Richter. Pada masa sebelum 1970, Skala Richter ini masih sering digunakan untuk menggambarkan satuan gempa bumi. Namun pada tahun 1970, para ahli menggantinya dengan satuan MMS (Moment Magnitude Scale). Hal ini dikarenakan Skala Richter hanya mampu mendeteksi gempa hingga skala 7.0 SR. Gempa yang terjadi dengan kekuatan lebih besar dari 7.0 tidak mampu dideteksi oleh Skala Richter.

Satuan untuk menggambarkan besarnya gempa bumi yang lebih tepat adalah menggunakan satuan MM (Moment Magnitude). Gempa dengan skala 0.0 – 7.0 SR ekivalen dengan 0.0 – 7.0 MM, namun untuk gempa dengan kekuatan diatas 7.0, akan lebih tepat jika menggunakan satuan MM, bukan SR.

Selain kerusakan akibat gempa itu sendiri, ada beberapa bencana susulan akibat gempa yang bisa saja terjadi. Tsunami, gunung meletus, retakan tanah, efek domino seperti kasus reaktor nuklir Fukushima Jepang, atau kejadian penurunan tanah yang disebut likuifaksi.


Kejadian gempa bumi adalah sesuatu hal yang tidak dapat kita hindari. Namun dampak dari gempa bumi ini bisa kita antisipasi agar tidak terjadi kerusakan parah yang menimbulkan kerugian bagi kita.

Selanjutnya :

Panduan Praktis Menghadapi Bahaya Gempa Bumi

Gempa Bumi, Risiko Gempa bagi Penghuni di Dalam rumah.

Kesepakatan Pra-Bencana, Kunci Kesiapsiagaan Keluarga

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here