Sekilas Tentang Penggunaan Tabung Gas di Rumah

Halo Sahabat Keselamatan Keluarga, dewasa ini kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari kebutuhan akan gas elpiji (LPG). Selain air minum, kebutuhan utama dapur adalah gas untuk memasak. Namun, apakah kita sudah paham dan waspada dalam penggunaannya..?? mari kita simak ulasan mengenai penggunaan tabung gas elpiji dalam kehidupan sehari-hari.

Gas elpiji (LPG = Liquified Petroleum Gas) adalah gas bumi yang dicairkan. Pada kondisi atmosfer, elpiji memiliki fasa gas, namun dalam pendistribusian untuk kebutuhan sehari-hari, elpiji diubah dalam fasa cair dikemas dalam tabung logam elpiji dengan cara menurunkan suhu dan menambah tekanannya. Komposisi elpiji sebagian besar merupakan hidrokarbon berupa propana (C3H8) dan butana (C4H10)

http://auto.howstuffworks.com

Sebelum membahas penggunaan tabung gas elpiji, mari kita pahami dahulu sifat-sifat umum dari elpiji dalam kemasan tabung logam sebagai berikut :

  1. Gas elpiji memiliki tekanan yang tinggi, bila tabungnya bocor elpiji akan berubah fasa menjadi gas, memuai, dan mudah terbakar.
  2. Berat jenis elpiji lebih besar daripada udara, sehingga cenderung bergerak ke bawah.
  3. Elpiji tidak beracun, tidak berwarna, dan tidak berbau, namun produsen elpiji biasanya menambahkan aroma khusus pada gas, agar konsumen dapat mudah mendeteksi jika terjadi kebocoran gas saat penggunaan.

Sering kita mendengar berita kebakaran yang disebabkan oleh tabung elpiji meledak. Faktanya, yang meledak bukanlah tabung elpiji, karena tabung elpiji yang beredar di Indonesia sudah memenuhi standar keamanan SNI 1452:2011. Kecelakaan akibat penggunaan tabung elpiji sebagian besar adalah karena adanya kebocoran pada saluran distribusi gas dari tabung menuju kompor, bukan pada tabung elpiji itu sendiri.

Komponen Distribusi Gas pada Kompor Rumah

Saluran distribusi gas terdiri dari : valve, selang, regulator, dan klem. Keempat hal ini yang perlu kita perhatikan baik-baik dalam penggunaan tabung gas di rumah. Mari kita bahas satu per satu.


  • Valve / Katup Tabung Gas
pertamina.com
www.tokopedia.com

 

 

 

 

 

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah katup yang terdapat pada tabung gas. Di dalam katup tabung gas terdapat bantalan karet sealant / seal, yang berfungsi sebagai penutup atau penyegel gas dari tabung. Sering kali dijumpai karet seal (yang umumnya berwarna merah) yang sudah rusak, getas, atau bahkan dalam katup tabung gas tidak memiliki sealant.

Jika Sahabat menemui masalah pada karet sealant ini, Sahabat dapat mengembalikan tabung gas pada penjual untuk digantikan dengan tabung baru, atau sealant yang lebih baik. Karena jika karet sealant bermasalah, bisa dipastikan akan terjadi kebocoran gas dari dalam tabung.



Sahabat juga dapat melepas karet sealant tabung gas setelah digunakan (kondisi tabung kosong). Hal ini dilakukan supaya saat pengisian tabung gas nantinya, pihak produsen mengganti dengan sealant yang baru, karena terkadang tabung gas yang baru diisi kembali, tidak dibarengi dengan penggantian sealant yang baru.

  • Selang Gas
www.bluegaz.co.id

 

 

 

 

Hal yang perlu diperhatikan pada selang gas ini adalah jangan sampai saluran selang tertindih, tertekuk, terkena paparan panas, atau getas. Sahabat dapat memeriksa secara rutin selang gas ini (misalnya sebulan sekali, atau setiap ganti tabung gas) untuk memastikan bahan selang gas Sahabat masih layak pakai. Jika ditemui selang gas yang sudah mulai getas (sobek, pecah-pecah, dll), Sahabat perlu mengganti selang gas tersebut. Jika di rumah Sahabat sering terdapat tikus, harap lebih teliti memeriksa selang gas ini, karena seringkali ditemui selang gas yang bocor atau sobek akibat gigitan binatang pengerat.

  • Regulator
www.lazada.co.id

 

 

 

 

 

Regulator merupakan alat utama distribusi gas dari tabung menuju kompor atau peralatan lainnya. Peran regulator dalam penggunaan gas sangatlah penting. Jika Sahabat menemukan regulator yang tidak berfungsi dengan baik, jangan coba-coba untuk memodifikasi sendiri. Ganti atau tukarkan regulator yang sudah Sahabat beli dengan regulator yang baru. Belilah regulator yang sudah lulus QC dan berlogo SNI.

Pada saat pemasangan regulator, pastikan tidak ada kebocoran gas pada kepala regulator. Jika terjadi kebocoran pada regulator, atau regulator macet, periksalah karet sealant pada katup tabung gas. Biasanya posisi regulator tidak pas dengan posisi sealant nya. Pemasangan regulator yang baik adalah saat kita mengunci regulator dengan mudah, tanpa perlu ditekan dengan kencang, dan tidak ada suara atau bau gas, setelah regulator dikunci.

Jangan coba-coba mengganjal katup tabung supaya tidak terjadi kebocoran, jika masih ditemui kebocoran, lakukan penukaran tabung gas di toko tempat sahabat membeli gas.

  • Klem / cincing pengunci
www.tokopedia.com

 

 

 

 

 

Pada umumnya, regulator akan dijual satu paket dengan selang gas, serta klem untuk mengunci selang dan regulator. Saat pemasangan kedua ujung selang (sisi regulator dan sisi kompor), pastikan klem terkunci dengan baik.

Tips Keselamatan Tabung Gas - Pertamina
www.pertamina.com

Selain 4 hal diatas, Sahabat juga perlu memperhatikan penyimpanan tabung gas pada saat penggunaan nya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  1. Tempat penyimpanan gas harus memiliki sirkulasi udara yang baik, supaya mudah mendeteksi jika terdapat kebocoran gas.
  2. Posisi tabung harus dalam keadaan berdiri, tidak boleh miring.
  3. Hindari kontak langsung dengan sinar matahari atau sumber panas lainnya.
  4. Tempat penyimpanan gas harus kokoh dan stabil, sehingga gas tidak mudah terjatuh, terguling, atau bertumbukan dengan benda keras
  5. Tabung gas harus disimpan di tempat yang kering, untuk menghindari potensi korosi.
  6. Selain bau gas dan suara mendesis, kebocoran gas juga dapat ditandai dengan terdapatnya embunan pada tabung gas, jika terjadi hal ini, lebih baik tukarkan tabung gas yang telah Sahabat beli kepada distributor atau toko tempat Sahabat membelinya.

Jika terjadi kebocoran, lakukan :

  1. Tenang
  2. Lepas regulator dari tabung gas
  3. Bawa tabung gas ke tempat terbuka
  4. Buka jendela dan sirkulasi lain supaya gas yang ada di dalam ruangan dapat keluar

Jika terjadi kebakaran, lakukan :

  1. Jangan panik
  2. Tutup tabung gas dengan kain atau karung goni basah hingga api padam
  3. atau padamkan api dengan alat pemadam berbahan CO2 atau DPC (Dry Powder Chemical) http://www.keselamatankeluarga.com/kebakaran-apar-dan-cara-penggunaannya/
  4. Setelah api padam, bawa tabung gas ke tempat terbuka yang jauh dari lokasi kebakaran

Demikian Sahabat, cara-cara penggunaan tabung gas di rumah. Tidak usah takut menggunakan tabung gas, asalkan segala sesuatunya kita teliti dan persiapkan dengan baik sesuai prosedur keselamatan.

Sumber :

http://www.migas-indonesia.com

http://www.pertamina.com/gasdom/produk_dan_services_elpiji_safety.aspx

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here