Menghindari Penculikan Bayi Selama Proses Melahirkan

penculikan bayi header
https://www.pexels.com/u/reneasmussen/

Sahabat, berbagai modus kejahatan yang dapat merugikan kita dan keluarga semakin hari semakin beragam, termasuk salah satunya adalah modus penculikan bayi di rumah sakit. Mungkin masih terdengar awam dan seperti judul film, tapi penculikan bayi saat baru lahir di rumah sakit sudah menjadi modus beberapa pelaku kejahatan yang harus kita waspadai. Tidak berarti kita harus menjadi paranoid, namun ada baiknya kita selalu waspada akan hal tersebut.

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghidari risiko kejadian penculikan bayi di rumah sakit.

Kewaspadaan di Rumah Sakit / Fasilitas Kesehatan

Sahabat perlu menjaga keselamatan bayi dari tindakan penculikan sejak dari menentukan tempat melahirkan. Jika proses melahirkan dilakukan di fasilitas kesehatan umum, tentu kewaspadaan sahabat dan keluarga harus lebih ekstra untuk dapat memastikan keselamatan tersebut. Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan:

  1. Cari tahu dan pelajari kualitas serta prosedur keamanan di tempat melahirkan. Sahabat dapat bertanya kepada petugas informasi atau petugas keamanan untuk mengetahui informasi mengenai hal tersebut. Diantaranya, kita dapat mengecek bagaimana prosedur pergantian suster/perawat (termasuk ada berapa orang dan siapa saja suster yang sedang berjaga), bagaimana pengaturan jam kunjungan (besuk) bagi setiap pasien, dan juga bagaimana pengaturan petugas jaga/keamanan baik di ruangan maupun di area luar ruangan.
  2. Jaga selalu kewaspadaan terutama pada saat bayi tidak berada dalam pengawasan langsung, seperti saat dibawa ke ruangan lain atau harus dirawat terpisah di ruangan khusus. Tidak perlu merasa cemas berlebihan, bersikap tenang namun tetap waspada menjadi hal yang diperlukan di saat-saat tersebut.
  3. Jangan tinggalkan bayi sendiri meski ia sedang tertidur lelap. Jika Sahabat akan pergi ke kamar mandi atau hendak melakukan keperluan tertentu, titipkan pengawasan bayi kepada keluarga yang ikut menjaga atau kepada perawat yang sedang bertugas.
  4. Jangan memilih tempat bayi yang terlalu dekat dengan pintu keluar atau jalan tempat orang berhilir mudik. Hal ini akan mempermudah pelaku kejahatan melarikan diri.
  5. Kenali staff dan petugas/perawat yang berada di tempat melahirkan termasuk atribut identitas yang biasa mereka kenakan. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa bayi kita bukan ditangani oleh orang asing yang tidak dikenal.
  6. Kenali ciri-ciri spesifik yang dimiliki oleh bayi Sahabat sesaat setelah ia lahir. Catat waktu kelahiran, tinggi dan berat badan, bentuk wajah, kriteria rambut, mata, dan ciri-ciri fisik lainnya. Kemudian lengkapi hal tersebut dengan memiliki setidaknya beberapa foto dari sang bayi. Selain untuk dokumentasi, hal tersebut diperlukan sebagai data penting yang akan diperlukan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Pengasuhan Lanjutan (Di Rumah)

  1. Hindari publikasi berlebihan tentang kelahiran bayi Sahabat di media sosial. Usahakan untuk tidak memposting foto bayi disertai dengan data yang lengkap mengenai nama bayi dan orangtua serta alamat dan nomor kontak. (Penjelasan mengenai hal ini juga dapat dibaca di : Bahaya Memposting Informasi Anak di Media Sosial)
  2. Persilakan hanya orang yang benar-benar Sahabat kenal yang dapat mendatangi rumah anda dan menengok sang bayi. Terdapat banyak kasus di mana penculik bayi sengaja membuka kontak dan berkenalan dengan keluarga sang bayi sejak jauh hari atau sejak sang ibu berada di fasilitas kesehatan sebagai modus untuk memuluskan tindakan kejahatan mereka.
  3. Ajak seluruh keluarga menjadi tim yang dapat menjaga keselamatan bayi Sahabat di rumah. Saling menjaga dan mewaspadai orang asing saat bayi berada di rumah atau ikut menemani sang ibu saat mengajak bayinya ke luar rumah akan menjadi hal yang penting bagi keselamatan bayi agar bisa selalu aman bersama dengan ibunya.
  4. Ketahui dengan pasti profil dan riwayat/latar belakang calon pengasuh bayi jika Sahabat berminat menggunakan jasa pengasuh. Lakukan konfirmasi dan minta second opinion kepada orang lain yang juga mengenalnya. Tentu sangat penting untuk menyerahkan pengawasan dan pengasuhan bayi hanya kepada orang yang dapat benar-benar kita percayai.

Di samping hal-hal tersebut, tentu masih terdapat banyak tindakan yang bisa dilakukan untuk menjaga keselamatan bayi dari bahaya penculikan. Dalam hal ini, jika Sahabat benar-benar memperhatikan hal-hal yang diuraikan di atas, setidaknya kita sudah mengupayakan satu langkah yang lebih maju untuk dapat meminimalisir potensi bahaya tersebut.

Tetap sehat dan selamat ya Sahabat. 🙂

Sumber:

http://www.missingkids.com/Publications/PDF12A

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here