Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2019

Suasana ujian nasional - ilustrasi
Suasana ujian nasional - ilustrasi

Musim Ujian Nasional sudah dimulai. Kini saatnya para murid Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengevaluasi hasil belajarnya selama tiga tahun. Sebelumnya, Ujian Nasional juga diadakan bagi murid Sekolah Dasar (SD). Namun, mulai tahun ajaran 2013-2014, pemerintah telah menghapusnya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013.

Ujian Nasional, istilah yang mulai diberlakukan pada tahun 2000, setelah mengalami perubahan dari Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas) kemudian menjadi Ujian Akhir Nasional, sejak 2015, diselenggarakan dengan menggunakan komputer dan internet menjadi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Meski belum seluruh sekolah dan seluruh daerah bisa melaksanakan UNBK akibat keterbatasan perangkat dan jaringan, cara ini berhasil menekan biaya dari sisi pencetakan kertas ujian dan transportasi untuk mengangkut soal-soal ujian.

Ada empat mata pelajaran yang diujikan pada UNBK tahun 2019 ini. Tiga di antaranya sama untuk semua level, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Satu ujian lagi ialah teori kejuruan untuk SMK, mata pelajaran jurusan masing-masing untuk SMA, dan Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP.

Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tautan https://unbk.kemdikbud.go.id/jadwal, untuk murid SMK, UNBK dilaksanakan pada hari Senin hingga Kamis, 25-28 Maret 2019. Untuk murid SMA, UNBK dilaksanakan pada Senin (1 April), Selasa (2 April), Kamis (4 April), dan Senin (8 April) 2019. Adapun untuk murid SMP, UNBK dilaksanakan pada Senin hingga Kamis, 22-25 April 2019. Sementara itu, ujian susulan untuk SMK dan SMA dilaksanakan pada Senin dan Selasa (15-16 April 2019), sementara ujian susulan SMP dilaksanakan pada Senin dan Selasa (29-30 April 2019).

Hingga tahun 2019 ini, belum semua daerah dan sekolah bisa melaksanakan UNBK karena kekurangan atau ketiadaan perangkat komputer dan jaringan internet. Di Kota Depok, Jawa Barat, wilayah yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, seperti dikutip dari laman Sindonews, masih ada dua SMK dan tiga SMA negeri yang menumpang ujian di sekolah lain. Tidak heran jika di luar Jawa, seperti Maluku dan Papua, masih banyak sekolah yang belum bisa menyelenggarakan UNBK.

Di dua provinsi tersebut, sebagian sekolah masih melaksanakan UN dengan menggunakan kertas ujian. Di Makassar, sekolah terpaksa meminjam sebagian laptop milik murid karena ketiadaan fasilitas tersebut. Di Papua, ada sepuluh kabupaten, di antaranya Puncak Jaya, Lanny Jaya, dan Yahukimo, yang sama sekali belum bisa melaksanakan UNBK.

Sementara ini cara yang ditawarkan pemerintah untuk mengatasi keterbatasan fasilitas ialah dengan menggabungkan beberapa sekolah dalam pelaksanaan UNBK di satu tempat. Karena itu, Kemendikbud sudah membuat jadwal pelaksanaan UNBK untuk tiga sesi dalam satu hari. Sesi pertama berlangsung pada pukul 7.30-9.30, sesi kedua pukul 10.30-12.30, sementara sesi ketiga pukul 14.00-16.00. Jadwal itu berlaku untuk SMK, SMA, dan SMP. Untuk ujian susulan hanya ada dua sesi, yakni pukul 7.30-9.30 dan 10.30-12.30.

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, seperti diberitakan laman Tirto.co.id, biaya untuk Ujian Nasional tahun 2019 mencapai Rp 210 miliar. Jumlah itu mengalami penurunan signifikan karena sudah semakin banyak sekolah yang mengikuti UNBK. Tahun ini, UNBK diikuti oleh 91 persen murid di seluruh Indonesia atau 7.507.116 murid.

Ujian Nasional masih menjadi perdebatan di masyarakat dan di kalangan para ahli dan pengamat pendidikan. Meski kini tidak lagi menjadi syarat kelulusan, Ujian Nasional tetap menjadi momok bagi para murid dan guru (Terutama di SMP karena menjadi penentu seleksi ke sekolah negeri jenjang selanjutnya).

Pemerintah masih menganggap perlu Ujian Nasional sebagai penentu standar pendidikan secara nasional, sementara beberapa pihak menganggap Ujian Nasional kurang relevan untuk mengukur kualitas proses belajar dan hanya menghabiskan dana besar tanpa manfaat yang sepadan.

Ilustrasi : Ujian Nasional 2009 CC BYSA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here