Panduan Praktis Menghadapi Gempa Bumi

Gempa Bumi 21

Gempa bumi adalah peristiwa berguncangnya permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, aktivitas sesar (patahan), aktivitas gunungapi, atau runtuhan batuan.

Perlu kita pahami bersama, sampai saat ini belum ada teknologi atau pengetahuan yang dapat memprediksi secara pasti kejadian gempa bumi. Pengetahuan dan teknologi saat ini, hanya dapat memprediksi kawasan mana saja yang memiliki potensi tinggi mengalami gempa bumi, beserta perkiraan besarnya. Belum ada teknologi untuk mengetahui parameter dimana, besar pasti, dan terutama kapan gempa bumi akan terjadi.

Gempa dapat berlangsung dalam hitungan detik hingga menit, sehingga dapat menghancurkan bangunan, jembatan, dan sebagainya dalam sekejap. Dalam kondisi tertentu, gempa bumi dapat diikuti bahaya yang lain, seperti seperti longsor, tsunami, kebakaran, dan likuifaksi.

Berikut ini beberapa langkah bermanfaat yang dapat Sahabat lakukan dalam menghadapi bahaya gempa bumi: saat kejadian, sebelum dan setelah gempa bumi.

Saat kejadian gempa

Di dalam bangunan, seperti rumah, sekolah ataupun bangunan bertingkat:

  • Selama gempa terjadi, jangan panik, lindungi kepala dengan tangan atau bantal dan merunduk berlindung di bawah meja yang kokoh untuk menghindari kemungkinan benda jatuh dan pecahan jendela kaca. Gerakan ini dikenal dengan Drop, Cover, Hold On. Apabila sedang berada di tempat tidur, tetap di tempat tidur sambil melindungi kepala dengan bantal, kecuali bila ada lampu/dekorasi atap yang mungkin jatuh.
  • Bila getaran sudah berhenti dan suasana sudah terasa aman, bergegas keluar bangunan dengan tenang.
  • Untuk mencegah kebakaran: jika sedang memasak, segera matikan kompor, dan matikan peralatan yang menggunakan listrik.
  • Jangan gunakan lift; Gunakan tangga darurat untuk evakuasi keluar bangunan. Apabila sudah di dalam lift, tekan
    semua tombol atau gunakan interphone untuk panggilan kepada pengelola bangunan.
  • Saat bergerak keluar rumah, perhatikan kemungkinan pecahan kaca, genteng, atau material lain. Tetap lindungi kepala dan segera menuju ke lapangan terbuka, jangan berdiri dekat tiang, pohon, sumber listrik atau gedung yang mungkin roboh.
  • Apabila mendengar peringatan dini tsunami, segera lakukan evakuasi menuju ke tempat tinggi, seperti bukit dan bangunan tinggi.
  • Apabila Sahabat berada di dalam bangunan yang memiliki petugas keamanan, ikuti instruksi evakuasi.

Saat berada di dalam mobil:

  • Saat terjadi gempa bumi besar, Sahabat akan kehilangan kontrol terhadap mobil.
  • Pinggirkan mobil Sahabat di kiri bahu jalan dan berhentilah. Hindari berhenti di bawah atau di atas jembatan, di bawah pohon/tiang/kabel listrik, bangunan, dan tebing yang rawan longsor.
  • Ikuti instruksi dari petugas berwenang dengan memerhatikan lingkungan sekitar atau melalui alat komunikasi lainnya seperti radio atau gawai.
  • Apabila mendengar peringatan dini tsunami, segera lakukan evakuasi menuju  ke tempat tinggi, seperti bukit dan bangunan tinggi yang kuat.

Persiapan Sebelum Terjadi Gempa Bumi

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi gempa bumi.

  • Mengenali bahaya sekitar, kerentanan (fisik dan non fisik) terhadap gempa dan bahaya ikutannya. Salah satu sumber data terkait risiko gempa di Indonesia dapat dilihat di situs InaRisk dan di buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017.
  • Melakukan pencegahan dan/atau mitigasi bencana gempa dan bencana akibat bahaya ikutannya, seperti memperhatikan kawasan rawan gempa dalam menentukan lokasi rumah, membangun rumah tahan gempa dan merenovasi bagian bangunan yang rentan.
  • Menyiapkan rencana aksi menghadapi gempa bumi.
  • Melakukan latihan Drop, Cover, and Hold On, serta aksi lainnya untuk melindungi diri saat gempa bumi di berbagai situasi.
  • Menyiapkan tas siaga bencana, alat pemadam kebakaran, dan benda penting saat darurat seperti air minum paling tidak untuk 72 jam, P3K, obat-obatan pribadi, dll.

Tindakan Setelah Gempa Bumi

Sahabat KKC dapat melakukan tindakan berikut ini segera setelah gempa bumi:

  • Waspada terhadap gempa bumi susulan dan bahaya susulan lainnya.
  • Ketika berada di dalam bangunan, evakuasi diri Sahabat setelah gempa bumi berhenti dan bangunan dirasa aman untuk dilewati. Perhatikan reruntuhan maupun benda-benda yang membahayakan pada saat evakuasi.
  • Periksa keberadaan api dan potensi terjadinya kebakaran.
  • Jangan masuk ke gedung yang rusak. Berdirilah di tempat terbuka jauh dari gedung dan instalasi listrik dan air. Apabila di luar bangunan dengan tebing di sekeliling, hindari daerah yang rawan longsor.
  • Bila terjebak di reruntuhan, bunyikan pluit atau ketuk-ketuk benda yang berbunyi keras daripada berteriak, untuk menghemat energi Sahabat.
  • Apabila mendengar peringatan dini tsunami, segera evakuasi ke tempat tinggi. Lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan peringatan tsunami adalah BMKG.

Disarikan dari:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here