MRT Jakarta Resmi Beroperasi

MRT Jakarta - foto : jakartamrt
MRT Jakarta - foto : jakartamrt

Akhirnya pada Minggu 24 Maret 2019 lalu, MRT Jakarta sudah beroperasi secara resmi. Kereta cepat yang diberi nama Ratangga ini melayani rute Bundaran HI—Lebak Bulus dan sebaliknya.

Fase pertama jalur MRT membentang dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus sepanjang 16 kilometer. Sepanjang lebih kurang 6 kilometer merupakan konstruksi bawah tanah, mencakup stasiun Bundaran HI, Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, dan Senayan. Adapun 10 kilometer selanjutnya merupakan struktur layang, yang mencakup stasiun Sisingamangaraja, Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati, dan Lebak Bulus.

Tarif MRT

Tarif layanan MRT dipatok mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 14.000 rupiah. Rute paling jauh yang bisa ditempuh saat ini adalah Lebak Bulus-Bunderan Hotel Indonesia (HI) dengan total tarif sebesar Rp 14.000. Sedangkan rute paling pendek hanya akan dikenakan biaya sebesar Rp 3000.

Daftar lengkap tarif antar stasiun bisa dilihat pada tabel dibawah.

Fasilitas

MRT Jakarta dilengkapi dengan berbagai fasilitas, yakni tangga dan eskalator untuk masuk dan keluar penumpang, lift khusus untuk ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas, gerbang untuk penumpang biasa selebar 60 sentimeter, gerbang untuk pengguna kursi roda dengan lebar 90 sentimeter, area penjualan tiket, kantor customer service, peron yang dilengkapi tempat duduk, area komersial, WC umum, ruang P3K, ruang menyusui, musala, penyejuk ruangan, layar informasi berisi status kedatangan kereta, serta pelantang suara untuk pengumuman.

Ada beberapa panduan bagi penumpang yang menyangkut kedisiplinan dalam menggunakan sarana transportasi ini, di antaranya mengantre di garis yang disediakan, mendahulukan penumpang yang turun, mendahulukan penumpang yang membutuhkan, naik dan turun tangga dengan tertib, membuang sampah pada tempatnya, tidak mencoret-coret atau merusak fasilitas umum, serta dilarang makan dan minum di dalam kereta.

Sahabat dapat mempelajari lebih tata cara dan etika penggunaan fasilitas MRT melalui komik panduan penumpang MRT yang dibuat jakartamrt.co.id ini.

Komik panduan penumpang MRT
Komik Panduan Penumpang MRT Jakarta

Menggunakan jenis transportasi baru ini lebih kurang sama dengan menggunakan commuter line atau kereta api. Sama-sama menggunakan tiket dan gerbang elektronik. Bentuk keretanya pun mirip. Perbedaannya, karena dibuat oleh konsorsium perusahaan Jepang dan Indonesia, disiplin ala Jepang terasa sekali. Banyak peraturan yang membatasi gerak penumpang.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai sarana transportasi baru ini, Sahabat bisa mengikuti tautan instagram.com/mrtjkt/, facebook.com/jakartamrt, https://twitter.com/mrtjakarta, serta Youtube di channel MRT Jakarta.

Sejarah MRT Jakarta

Dari laman www.jakartamrt.co.id, disebutkan bahwa PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) dibentuk pada 17 Juni 2008 dengan 99,98 persen saham milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan 0,02 persen milik PD Pasar Jaya. PT MRT Jakarta bertanggung jawab membangun sarana dan prasarana MRT, mengoperasikan MRT, merawat MRT, serta mengelola stasiun dan kawasan di sekitarnya.

Pembangunan MRT sesungguhnya mulai direncanakan pada 1985. Namun, baru pada 2005 Presiden SBY menyatakan MRT sebagai proyek nasional. MRT dibiayai oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) yang kemudian bergabung dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) sebagai tim penilai. Setelah desain teknis dan pengadaan lahan pada 2008—2009, pengerjaan konstruksi dimulai pada 2013. Hingga akhirnya MRT siap digunakan pada Maret 2019.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here