Modus Kejahatan Wisata Di Indonesia

Jenis wisata apa yang tidak dimiliki oleh Indonesia? Sahabat mungkin akan kesulitan untuk menjawabnya. Dua pertiga wilayah indonesia adalah perairan. Bunaken, Karimunjawa, Bali, Kepulauan Seribu, Raja Ampat, dan daerah-daerah Indonesia bagian timur adalah surganya diving untuk menikmati keindahan bawah laut. Pesona gunung, Puncak Mahameru, Bromo, Rinjani, Jayawijaya, puncak Merbabu adalah spot terindah berdiri di atas awan. Belum lagi jika kita berbicara mengenai air terjun atau pantai. Di Pulau Jawa saja itu rasanya tidak habis untuk dikunjungi, juga di pulau lain seperti Kalimantan dan Papua dengan begitu banyak daerah yang belum tersentuh. Ditambah lagi, keajaiban-keajaiban dunia yang terdapat di Indonesia seperti Candi Borobudur atau Pulau Komodo.

Bagi Sahabat, mungkin seluruh destinasi wisata yang terdapat di Indonesia adalah keajaiban dunia. Maka tak salah jika kementerian pariwisata gencar mempromosikan indonesia di kancah Internasional. Selain untuk menambah devisa negara, juga agar wisatawan mancanegara terbuka matanya, bahwa Indonesia memiliki alam yang sangat indah. Karena itu, program Kementerian Pariwisata ini diberi tajuk besar ‘Wonderful Indonesia’. Tapi sayangnya Sahabat, keajaiban dan keindahan yang terdapat dalam destinasi Indonesia, tak sepenuhnya menjamin keamanan dan kenyamanan. Masih saja ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab merusak citra pesona wisata Indonesia dengan tindakan melanggar hukum dan merugikan para wisatawan.

Sahabat mungkin juga pernah mengalaminya. Dari sekadar penipuan dengan modus tukar uang, sampai sok akrab dengan Sahabat yang baru kenal dan menunggu Sahabat lenggah untuk melakukan kejahatan. Nah, berikut jenis-jenis penipuan/kejahatan terhadap wisatawan yang umum terjadi di Indonesia agar Sahabat semua menjadi lebih waspada saat traveling di Indonesia.

1. Memaksa membeli barang

Pedagang kaki lima yang mendatangi Sahabat kemudian menawarkan barang. Awalnya baik-baik saja, sopan dan menarik layaknya pedagang. Tetapi berjalannya penawaran para pedagang ini melakukan intimidasi kepada Sahabat untuk membeli barang mereka. Modus jenis ini, hampir bisa ditemukan di semua destinasi dan obyek wisata di Indonesia.

2. Menipu dengan modus barang rusak

Jenis modus berikutnya adalah modus tempat penyewaan barang rusak, salah satu contohnya adalah kapal selam yang rusak. Maklum, Indonesia adalah surganya wisata bahari. Kejahatannya terjadi ketika pemilik kapal selam memaksa Sahabat untuk menyewa barang miliknya. Setelah Sahabat memutuskan untuk menyewa, ternyata barang yang disewakan sudah rusak dan Sahabat di tuduh merusaknya. Kemudian para pemilik peralatan memaksa Sahabat untuk mengganti rugi.

3. Menipu dengan modus perwakilan warga setempat

Jika Sahabat berwisata ke wisata sejarah, banyak oknum yang mengaku sebagai perwakilan warga setempat untuk melakukan pungutan berkali-kali kepada wisatawan. Terutama bagi Sahabat yang tidak di temani guide. Mereka biasanya mengatakan, bahwa pungutan untuk pemeliharaan obyek wisata, lalu jasa mengantar dan sisanya untuk asosiasi.

4. Memaksa membayar ekstra

Contoh jenis kejahatan ini dapat terjadi ketika Sahabat bepergian menggunakanan perahu bermotor. Dimana pemilik perahu bermotor nakal ini memaksa penumpang untuk membayar ekstra dengan jalan mematikan perahu motornya di tengah danau.

5. Memaksa membeli barang ditempat yang telah ditentukan

Jenis ini biasanya terjadi jika Sahabat menggunakan jasa tour guide. Para tour guide bisa saja memaksa Sahabat untuk berbelanja ditempat dimana mereka nanti akan mendapatkan komisi. Ini banyak terjadi di hampir semua lokasi wisata.

6. Paket perjalanan fiktif

Modusnya sederhana, korban ditawari paket wisata perjalanan ke suatu tempat, setelah membayar nyatanya perjalanan tidak pernah dilakukan. Diperlukah kewaspadaan lebih dari Sahabat untuk dapat memilih provider paket wisata perjalanan yang dapat dipercaya.

7. Pencurian ATM

Para penipu berpura-pura akrab dengan calon korban yang sedang di ATM. Biasanya pelaku dua orang, satu fokus pada pembicaraan dengan korban sementara yang satu fokus mengamati pin ATM korban. Saat korban lengah, ATM dicuri.

8. Menipu di Money changer

Modus penipuan berikutnya adalah yang terjadi di tempat Penukaran uang, dimana modus ini memanfaatkan kecepatan tangan untuk menjatuhkan beberapa lembar uang sebelum uang diterima pelanggan atau dengan menggunakan modus tidak ada uang pecahan. Ada juga modus yang memainkan rate, yang menyatakan bahwa valas yang akan ditukar kurang rapi atau cacat, sehingga nilai tukarnya turun beberapa poin dari rate yang ditawarkan.

9. Penipuan harga barang

Setiap Sahabat berkunjung ke lokasi wisata pasti menginginkan membeli cendera mata khas daerah tersebut sebagai bukti bahwa pernah melakukan perjalanan ke daerah tersebut. Namun, dengan dalih barang yang di jual hanya ada di lokasi tersebut harga barang yang Sahabat beli di tempat wisata sebenarnya jauh lebih tinggi jika dibandingkan membelinya di tempat lain.

10. Pencopetan di tempat ramai

Ramainya tempat wisata menjadi sasaran empuk untuk aksi kejahatan pencopetan. Modus yang umum terjadi, pelaku malakukan aksi mencopet di tempat ramai kemudian barang hasil copetan dilemparkan ke kawanan pencopet lain.

Modus Kejahatan Wisata Di Indonesia 1a

Dengan mengetahui berbbagai jenis-jenis kejahatan yang mungkin terjadi di perjalanan, Sahabat tentunya dapat lebih waspada dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Hal yang dapat Sahabat lakukan adalah dengan menghindari membawa barang berlebihan yang mengundang perhatian selama perjalanan.

Kemudian, hindari pula kawasan yang sepi apalagi pada malam hari. Usahakan agar Sahabat tidak melakukan perjalanan seorang diri bila Sahabat tidak tahu medan. Apalagi bila Sahabat seorang wanita, sebaiknya bawa teman atau kerabat untuk menemani. Terakhir, teliti dan pahami lokasi wisata yang Sahabat akan kunjungi, termasuk transportasi apa yang digunakan serta ongkosnya. Dengan informasi-informasi ini semoga Sahabat semua dapat berpetualang dengan lebih aman dan nyaman.

Sumber:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here