Sunday, September 22, 2019

Kategori Tips Keselamatan

Didukung Oleh

CekAja.com adalah portal layanan informasi dan perbandingan yang netral dan terpercaya untuk membantu masyarakat Indonesia membuat keputusan finansial yang cerdas.

Berita Terbaru

Modus Kejahatan Belanja Online

Sahabat, tingginya transaksi keuangan secara online menjadi salah satu bukti bahwa animo masyarakat terhadap kegiatan belanja online begitu besar. Di lain sisi, meningkatnya jumlah transaksi belanja online semakin mengundang tindakan-tindakan kejahatan yang menargetkan pelanggan maupun seller.

Sahabat, agar kita dan keluarga tetap bisa menikmati berbagai keuntungan dan kemudahan berbelanja online, ada baiknya kita ketahui dan pahami beberapa modus kejahatan dalam belanja online yang sering terjadi, supaya kita dapat mengantisipasinya. Berikut ulasannya.

Situs Belanja Online Palsu

Situs belanja online palsu bisa sangat berbahaya bagi Sahabat dan keluarga. Metode kejahatan online ini, biasanya pelaku kejahatan mengincar identitas beserta keterangan lain yang ada dalam kartu kredit atau debit Sahabat. Identitas itu dapat berupa nama, alamat, nomor kontak, atau bahkan nomor rekening kita. Bocornya identitas dan keterangan yang terdapat dalam akun keuangan kita, dapat digunakan sebagai bahan penipuan, pemerasan, atau kejahatan-kejahatan lain untuk kepentingan pelaku kejahatan.

- Iklan -

Modus kejahatan tipe ini, penjahat akan membuat situs belanja online yang seolah-olah legal dan kredibel. Akan tetapi sebenarnya situs ini sengaja dibuat untuk mencuri data-data pelanggan. Mungkin saja memang benar ada produk yang dijual tetapi ini hanya sebagai pancingan untuk melakukan kejahatannya. Pada beberapa kasus, penjahat online bahkan meng-copy content dari situs belanja online terpercaya sehingga korban akan semakin mudah terjebak bertransaksi di situs belanja online palsu ini.

Pencurian Data Transaksi Belanja

Bentuk lain kejahatan berbelanja online adalah pencurian data transaksi pelanggan dari situs belanja yang tidak dilengkapi keamanan yang memadai, meskipun situs itu legal dan kredibel. Tipe kejahatan ini ini sangat umum terutama bagi situs belanja yang tidak disertai sistem seperti enkripsi dan anti hacking lainnya. Selain itu, pelanggan tidak akan pernah tahu jika datanya dicuri sebelum ada penyalahgunaan rekening kartu kredit atau kartu debit pelanggan.

Tidak Menerima Barang / Orderan

Kejadian seperti ini sangat sering terjadi, di mana pembeli telah melakukan pembayaran melalui transfer bank atau kartu kredit, namun si pembeli tidak akan pernah menerima barang yang dibelinya. Biasanya penjuak akan menghindar dan sulit untuk dihubungi oleh pembeli, terutama setelah pembayaran dilakukan.

Barang Palsu atau Barang yang Tidak Sesuai Pesanan

Tindakan seperti ini bisanya dilakukan oleh seller yang tidak bertanggung jawab, di mana barang yang dikirimkan kepada pembeli adalah barang palsu atau barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera pada iklan / gambar yang dimuat di situsnya. Bisa dipastikan bagaimana kecewanya pembeli dengan kejadian tersebut dan pembeli pasti mengalami sejumlah kerugian atas pembelanjaan yang dilakukannya.

Walaupun situs belanja online menyediakan fitur gambar dan deskripsi produk yang dijual, kemampuan pembeli dalam mencermati barang secara menyeluruh tetap sulit didapat karena tidak ada pertemuan langsung antara pembeli, seller dan barang.

Tambahan Biaya Tersembunyi

Ada juga modus di mana pembeli terpaksa harus membayar harga yang lebih tinggi daripada harga yang tercantum di halaman situs belanja online. Parahnya, info ini sering ada di bagian akhir pembayaran di mana pembeli sudah tidak bisa lagi membatalkan transaksinya. Hal ini tentunya menimbulkan kerugian yang tidak diinginkan bagi pembeli.

Tambahan biaya tersembunyi mungkin masih area abu-abu dan bisa diperdebatkan. Akan tetapi, kerugian yang ditimbulkannya sudah pasti dapat membuat pembeli jengkel.

Tertipu Ketika Bertemu

Hal seperti ini biasanya dialami oleh seller yang berjanji bertemu dengan seorang pembeli secara langsung, di mana pembeli menentukan tempat dan waktu bertemu yang kemungkinan telah direncanakan dengan matang olehnya. Ada banyak kejadian di mana seorang seller mengalami tindak kejahatan / perampokan pada saat bertemu dengan pembelinya, hal ini tentu mengakibatkan sejumlah kerugian bagi seller tersebut.


Didukung oleh CekAja.com – Portal layanan informasi dan perbandingan yang netral dan terpercaya untuk membantu masyarakat Indonesia membuat keputusan finansial yang cerdas

Avatar
Ambariyanto
Blogger dan pengamat dunia online dan teknologi web. Penyuka kopi, kucing dan musik jazz.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here