Mikhadou Babywearing Workshop: Menggendong Bukan Sekadar Mengangkat, Memindahkan, dan Membawa Bayi

babywearing workshop

Kegiatan menggendong anak dengan kain atau dikenal dengan istilah nya babywearing, tidak dapat dipisahkan dari orang tua dan bayi nya. Kegiatan menggendong ini telah dimulai semenjak zaman nenek moyang kita, dari mulai mengenakan sinjang hingga mengenakan alat gendong bayi modern yang sering kita jumpai dewasa ini. Tim Redaksi KKC mencoba mengikuti sebuah workshop mengenai babywearing ini, mari simak ulasannya berikut.

“Melewati hari-hari bersama bayi yang baru lahir, sebagai orangtua kita perlu membekali diri kita dengan ilmu yang mendukung tumbuh kembang bayi. Salah satunya, orangtua perlu membekali dirinya dengan pengetahuan dan keterampilan menggendong yang tepat agar kegiatan menggendong bukan sekadar mengangkat tubuh bayi, tetapi juga dapat mempererat ikatan orangtua dan bayinya, serta memudahkan kegiatan yang dilakukan hari demi hari”

Itulah semangat yang diusung dalam acara “Chic and Comfort: Mikhadou Babywearing Workshop” pada Sabtu, 4 Agustus 2018 lalu. Beruntung tim Keselamatan Keluarga dot com berkesempatan meliput sekaligus menjadi media partner pada acara yang dihelat di Melinda Hospital Bandung ini.

Acara yang diinisiasi oleh seorang ibu babywearing enthusiast, Finna Yudharisman ini diadakan 2 batch yaitu pagi dan siang. Sejak pukul 9 pagi, sejumlah ibu dan beberapa pasangannya hadir bersama bayi mereka untuk mengikuti workshop ini.

Mikhadou babywearing workshop 2018 – credit : @mommygolda

Dengan menggandeng Mommy Golda, seorang qualified babywearing consultant lulusan Die Trageschule-Dresden sebagai narasumber, dan Mikhadou, sebuah brand babywrap dan pakaian ibu menyusui asal Bandung, acara ini menyuguhkan materi yang padat bergizi bagi para peserta. Peserta mendapat wawasan mengenai manfaat menggendong, cara menggendong sesuai tumbuh kembang bayi, keamanan dan posisi optimal menggendong bayi, serta jenis-jenis gendongan.

Mommy Golda menjelaskan aturan keamanan dalam menggendong (babywearing safety rules) yang dikeluarkan oleh UK Sling Consortium. Aturan tersebut biasa disingkat dengan TICKS:

  1. Tight: Ketat/erat. Posisi bayi haruslah menempel dengan penggendong seperti dipeluk. Gendongan tidak longgar maupun tidak melorot
  2. In view at all times: wajah bayi terlihat oleh penggendong. Carilah posisi menghadap yang diinginkan bayi, pastikan kain tidak menutupi wajah bayi
  3. Close enough to kiss: kepala bayi berada di bawah dagu penggendong, sehingga mudah dicium. Memudahkan penggendong memahami dan merespon kebutuhan bayi
  4. Keep chin off chest: cegah dagu bayi menempel pada dadanya (meringkuk), agar napas bayi tidak terganggu. Kedua tangan di samping wajah bayi
  5. Supported back: pada posisi tegak (upright) punggung hingga lutut bayi ditopang penuh. Posisi kaki bayi menekuk, lutut bayi sejajar dengan pusar. Posisi ini merupakan posisi alami bayi sesuai tumbuh kembangnya

Melalui sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman bahwa meskipun menggendong merupakan hal yang menjadi keseharian orangtua, namun dalam mempraktikannya harus mengikuti aturan tertentu demi keselamatan dan kenyamanan bayi. Cara menggendong yang salah atau tidak sesuai posisi alamiah bayi bisa saja beresiko menimbulkan gangguan pernapasan, cedera atau kelainan posisi tulang, bahkan kematian bayi.

Peserta diajak untuk mengenali kebutuhan bayi, sehingga mengetahui perlakuan dan posisi seperti apa yang nyaman bagi bayi. Namun yang tak kalah penting, orangtua juga harus mempunyai intuisi untuk merasakan apakah bayinya merasa nyaman atau tidak ketika digendong.

Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan bimbingan langsung tahap demi tahap serta konsultasi dalam penggunaan babywrap. Setiap tahapnya dilakukan dengan seksama dan hati-hati di hadapan cermin besar agar mudah dikoreksi. Babywrap atau terkadang juga disebut sebagai stretchy wrap ini merupakan jenis gendongan yang dapat digunakan sejak bayi baru lahir. Bahannya yang lentur mengikuti ukuran serta bentuk tubuh penggendong dan bayi. Di dalamnya bayi merasa selalu dalam dekapan, mirip posisi dalam rahim. Posisi ini membuat bayi merasa nyaman dan aman. Hal ini tentunya memudahkan orangtua dalam beraktivitas bersama bayi.

Mommy Golda pun mengajarkan teknik menggendong menggunakan jarik. Karena bahannya yang dingin dan harga yang sangat terjangkau, jenis gendongan ini dimiliki sebagian besar masyarakat di Indonesia. Hanya saja masih belum banyak yang mengetahui teknik menggendong yang benar menggunakan jarik ini.

Demi keamanan bayi, sesi latihan menggendong menggunakan boneka demo yang bentuk dan beratnya mendekati bayi sesungguhnya. Seusai latihan, barulah peserta mencoba menggendong bayinya berbekal hasil latihan sebelumnya.

Siapapun yang mengamati berjalannya workshop ini, pasti akan mendapati perbedaan ekspresi para peserta di awal dan akhir acara. Jika di awal acara peserta terlihat belum sepenuhnya merasa nyaman dan percaya diri ketika menggendong bayinya, hal itu tak lagi tampak di akhir acara.

Pada akhir acara, peserta tampak begitu nyaman, gembira, dan percaya diri mendekap bayinya dalam gendongan. Begitu juga dengan para bayi yang sebagian besar terlelap karena nyaman dalam dekapan orangtuanya. Pemandangan yang sungguh indah dan menyejukkan, membuat siapapun yang melihatnya akan meyakini: menggendong dengan benar akan menambah kebahagiaan melalui kenyamanan fisik maupun psikis penggendong dan bayinya.

Karena menggendong sama sekali bukan sekadar kegiatan mengangkat, memindahkan, dan membawa bayi, namun kegiatan yang menguatkan ikatan antara orangtua dan bayinya melalui dekapan hangat.

Jadi, sudahkah Sahabat berlatih menggendong dengan benar?

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here