Menjaga Anak Saat Berada di Tempat Umum

Photo and editing: Adrian Christopher Koss

Berjalan-jalan di akhir pekan atau di hari libur bersama seluruh anggota keluarga adalah suatu hal yang sangat menyenangkan. Pada umumnya, tempat publik seperti mall, tempat wisata, dan rekreasi juga dipenuhi pengunjung saat libur. Hal ini dapat mengundang risiko bahaya bagi anggota keluarga, terutama anak. Mari simak beberapa tips untuk menjaga anak di tempat umum, saat sedang bepergian, rekreasi, ataupun hanya sekedar keluar rumah sesaat.

Bila kita bepergian bersama anggota keluarga yang masih kecil atau dalam kategori anak, sangatlah penting bagi Sahabat untuk selalu menjaga agar anak tetap aman sembari dia bermain. Namun, ada beberapa hal yang diluar keinginan kita yang dapat terjadi di tempat publik. Mengapa demikian? Karena bagaimanapun juga pasti ada orang dengan niat tidak baik di sekitar kita.

Berita negatif mengenai kejahatan terhadap anak pada jaman sekarang ini sungguh membuat kita miris, terkadang merasa khawatir dan takut. Tak heran, apabila pengawasan para orangtua harus ekstra ditingkatkan dan lebih hati-hati dalam mengawasi anak-anaknya. Mencegah anak-anak bermain ataupun melarang anak berbicara dengan orang asing, seperti yang sering Sahabat lihat di film, bukanlah solusi yang tepat. Karena akan mengakibatkan anak-anak kehilangan kesempatan untuk bersosialisasi dan bisa saja membuat anak kurang percaya diri. Terlebih misalkan terjadi situasi darurat yang berakibat anak terpisah dari orang tuanya, kalau anak tidak dilatih berbicara dengan orang asing, maka situasi akan semakin sulit karena anak tidak dapat meminta tolong pada orang dewasa lain.


Sahabat, beberapa cara di bawah ini bisa kita siapkan untuk mengantisipasi hal hal yang tidak kita inginkan.

Bagi tugas mengawasi anak

Yang pertama, bagilah tugas siapa akan menjaga siapa. Tentunya bila memungkinkan, yang paling ideal adalah setiap anak diawasi oleh satu orang dewasa. Anak yang lebih dewasa bisa juga kita ajarkan untuk membantu kita sebagai orang dewasa, untuk mengawasi adiknya. Bila seseorang tiba-tiba memiliki kebutuhan mendadak seperti pergi ke toilet, maka ia harus meminta orang dewasa lainnya untuk menggantikannya. Tempat bermain seperti kolam renang memerlukan pengawasan yang lebih ketat karena bisa menimbulkan kecelakaan yang bisa berakibat fatal.

Buat rencana keadaan darurat

Sebelum berangkat, bicarakan dengan seluruh anggota keluarga bila nanti ada anak yang terpisah. Beritahu anak mengenai lokasi-lokasi yang aman untuk menunggu jika terpisah. Tentukan titik pertemuan. Titik yang dimaksud bisa pintu masuk, pusat infomasi atau tempat lain yang mudah dituju. Sahaabt bisa juga memberi petunjuk kepada anak untuk meminta bantuan pada petugas yang bisa dipercaya misalnya satpam. Jangan lupa pastikan anak hapal alamat rumah dan nomor telepon orang tua.

Pakaikan pakaian berwarna terang atau cerah untuk anak-anak.

Baju, topi dan kaus berwarna terang akan memudahkan Sahabat untuk menemukan anak jika mereka hilang di tengah keramaian pengunjung lain. Berikan pula warna yang sama pada anak-anak lainnya. Ini akan membantu Anda mengingat warna pakaian mereka seandainya terpisah. Tidak ada salahnya memberi label pada baju buah hati Anda dengan alamat dan nomer telpon. Ini akan memudahkan siapa saja yang menemukannya untuk bisa segera menghubungi Anda, sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab.

Simpan foto terkini anak

Pada saat berangkat sempatkan untuk berfoto bersama sebelum pergi. Adanya gambar terbaru di ponsel Sahabat akan memudahkan pencarian dalam situasi darurat.

Gunakan GPS pelacak anak

Hal ini mungkin belum umum dan terkesan berlebihan dan belum umum terdengar di Indonesia. Tetapi, dengan kemajuan teknologi, penggunaan teknologi GPS untuk melacak lokasi anak menjadi semakin terjangkau. Saat ini ada beberapa produk pelacak anak berbentuk jam tangan atau gantungan kunci.

Alat-alat ini memiliki fitur GPS dan tersambung ke jaringan GSM secara real time. Sahabat cukup menekan tombol di applikasi smartphone untuk mengetahui lokasi tepat si buah hati. Alat ini juga umumnya memiliki tombol panic button yang dapat digunakan anak untuk menghubungi orang tua pada kondisi darurat. Beberapa toko online seperti bukalapak dan Tokopedia mulai menyediakan berbagai pilihan GPS pelacak anak.

rp_child-tracker
Salah satu gps pelacak anak dari Tinitell

Latih anak menghadapi tersesat

Menjaga anak-anak juga bisa diartikan memberi bekal pengetahuan anak agar tidak melakukan hal-hal yang berbahaya dan juga untuk tetap bersikap logis semisal terpisah dari orang tua. Tindakan seperti menghubungi petugas keamanan dan meminta tolong pada polisi atau satpam lebih bermanfaat daripada hanya menangis. Ajari anak mengenali petugas berseragam seperti Polisi, Satpam atau petugas kebersihan. Mengajari anak untuk sama sekali tidak berbicara pada orang asing akan menyulitkan anak untuk meminta pertolongan dalam kondisi darurat.

Tumbuhkan budaya sopan santun

Selain itu, kita juga dapat mengajarkan beberapa perilaku sopan kepada anak-anak saat berada di area publik.

Pertama, supaya anak tidak merusak fasilitas umum, Sahabat juga bisa memberikan pemahaman tentang pentingnya fasilitas tersebut. Semisal bahwa fasilitas itu dipakai bersama, bahwa mereka pun suatu saat akan menggunakannya juga. Dan berikan pula contoh-contoh nyata seandainya fasilitas tersebut rusak, maka hal ini akan menyulitkan semua orang yang mungkin membutuhkannya.

Sahabat juga bisa mengajarkan kepada mereka agar dapat menjaga tata krama di depan orang lain. Hal ini amat penting, tujuannya adalah supaya anak-anak mampu menjaga perasaan orang lain. Banyak contoh yang dapat diajarkan seperti bagaimana sikap yang sopan saat di tempat umum, bagaimana memperlakukan orang yang lebih tua, bagaimana menjaga diri sendiri, dan lainnya.


Mempersiapkan diri dan anak untuk menjaga diri selama di ruang publik tentunya tidak mudah. Diperlukan pemahaman dan pengajaran yang terus menerus baik bagi orang tua dan anak. Meskipun demikian, Sahabat, kita akan memetik manfaatnya suatu saat bila berjadi keadaan darurat. Ingatlah bahwa tidak ada orang yang ingin celaka atau menghadapi bahaya, namun bahaya bisa datang kapan saja tanpa kita duga. Mempersiapkan diri kita semua termasuk anak-anak adalah sebuah langkah bijak.

Foto ilustrasi Jakarta by A-C-K / CC BY ND

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here