Menjadi Ibu yang Paripurna Bersama Institut Ibu Profesional

Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Kalimat itu sudah sering kita dengar. Ibulah yang menumbuhkan dasar perilaku anak dan mengajarkan nilai-nilai kehidupan. Tak heran jika orang sering mengaitkan tingkah laku anak di luar rumah dengan orang tuanya. “Anak siapa sih ini? Bandel banget.” Atau “Masya Allah, pintar sekali si Annisa. Pasti ibunya juga pintar.”

Sayangnya, tidak semua perempuan siap menjadi ibu. Beban berat menjadi seorang istri dan ibu belum tentu mampu ditanggung semua perempuan. Pekerjaan rumah yang tak ada habisnya, anak yang beranjak besar dan mulai sulit diatur, hingga masalah keuangan dapat membuat ibu stres, bahkan depresi.

Dalam perkembangan psikologis anak, rasa aman merupakan pondasi awal terbentuknya rasa percaya diri serta kemauan untuk peduli dan menjadi bagian dari lingkungannya. Ibu adalah sosok utama yang memberi rasa aman bagi anak sejak dalam kandungan dan seiring tumbuh kembangnya. Namun, sebelum seorang ibu memberikan rasa aman dan nyaman bagi anaknya, rasa ini juga harus ada dalam dirinya sendiri. Salah satu hal yang mendorong munculnya rasa aman dan nyaman dalam menjalani peran sebagai seorang ibu adalah dengan memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuan menjadi seorang istri and ibu yang terbaik bagi keluarganya.

Sikap profesional sebagai Ibu

Komunitas Ibu Profesional memahami masalah tersebut. Komunitas yang bermula dari kepedulian tentang hasrat dan semangat para kaum perempuan Indonesia, khususnya para ibu yang penuh dinamika menjalani perannya dalam rumah tangga maupun dalam ruang publik yang lain. Komunitas ini menjadi forum belajar bagi para ibu dan calon ibu yang ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai perempuan, ibu, dan istri.

Komunitas Ibu Profesional didirikan pada 22 Desember 2011. Septi Peni Wulandari, pendiri komunitas ini, mengatakan satu kunci yang harus dimiliki seorang ibu dalam menjalani perannya adalah sikap profesional. Komunitas Ibu Profesional hadir menemani para ibu, baik yang berkiprah di ranah domestik maupun publik, untuk bisa belajar bersama, tumbuh bersama, dan saling menguatkan dalam proses mendidik anak-anak dan mengelola keluarganya.

Menjadi istri dan ibu tidak ada sekolahnya, padahal itu adalah ibadah terpanjang bagi seorang wanita. Untuk menjadi seorang dokter saja dibutuhkan kuliah bertahun-tahun lamanya, tetapi menjadi pendidik anak agar menjadi makhluk yang beradab dan bermanfaat tidak ada sekolah khususnya. Hal tersebut dituturkan Adisty, anggota Komunitas Ibu Profesional Semarang.

Ia mengatakan untuk mendidik anak dan menjadi istri, dibutuhkan manajemen stres yang baik, dan tentunya harus diiringi dengan ilmu yang cukup agar semua sesuai dengan fitrahnya. Oleh karena itu, pelatihan tentang ilmu menjadi istri dan ibu yang baik bisa dikatakan sangat penting di masa sekarang ini. “Dengan pelatihan itu, semua wanita bisa bersiap diri menghadapi tantangan dalam berumah tangga, menjadi istri sekaligus ibu yang membanggakan keluarga,” katanya.

Kuliah online yang memudahkan para ibu

Komunitas Ibu Profesional memliki program pelatihan yang disebut Institut Ibu Profesional. Program pelatihan kebanyakan dilakukan secara online, via WA dan Google Class Room. Kelas online menjadi pilihan karena pertimbangan pesertanya yang merupakan ibu-ibu, yang setiap harinya direpotkan dengan urusan keluarga. Meskipun demikian, IIP juga mengadakan kelas offline disesuaikan dengan minat peserta dan kesediaan fasilitator.

Pelatihan dan diskusi dilakukan di grup. Setelah fasilitator memberikan materi, selanjutnya diadakan diskusi. Setelah itu, ada nice homework (untuk program matrikulasi) setiap pekan dan tantangan sepuluh hari untuk kelas Bunda Sayang. Diharapkan, dengan adanya tugas praktik, materi yang sudah disampaikan bisa langsung teraplikasikan.

Program pelatihan Ibu Profesional terdiri dari program Matrikulasi, kelas Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif, dan Bunda Shaleha. Semua berlangsung dalam 12 kali “tatap muka”, kecuali Program Matrikulasi yang hanya berlangsung dalam sembilan kali “tatap muka”.

  • Program Matrikulasi, para ibu dipersiapkan untuk bergabung dengan komunitas Ibu Profesional. Tujuan program ini adalah membuka wawasan dan menyamakan frekuensi para ibu pembelajar. Setiap bulannya, peserta diwajibkan membuat berbagai project team.
  • Kelas Bunda Sayang, peserta harus memahami dan menjalankan ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya sehingga bisa menjadi guru utama d
    an pertama bagi anak-anaknya.
  • Kelas Bunda Cekatan, peserta diharapkan memahami dan menjalankan ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya agar menjadi keluarga yang unggul. Di kelas ini, para ibu profesional belajar ilmu manajemen, mulai dari manajemen diri sampai dengan manajemen keluarga, mulai dari menata rumah, table manner, sampai cara berkendara yang aman.
  • Kelas Bunda Produktif, peserta diajak memahami dan menjalankan ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka Bumi ini sehingga ibu bisa produktif dan bahagia, anak dan keluarga tetap menjadi yang utama.
  • Kelas Bunda Shaleha, peserta diajak memahami dan menjalankan ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

Ada lagi pelatihan untuk menjadi trainer dan fasilitator. Pelatihan ini ditujukan bagi para ibu yang sudah menyelesaikan kelas Bunda Sayang hingga Bunda Shaleha.

Untuk semua pelatihan itu, Institut Ibu Profesional hanya menarik biaya Rp100.000 untuk pendaftaran. Selanjutnya, para ibu bisa mendapatkan ilmu secara cuma-cuma. Informasi selanjutnya mengenai keanggotaan dan perkuliahan bisa didapat di laman ibuprofesional.com atau di nomor 0888-2500-440 atau di e-mail info@ibuprofesional.com.

Gerbang Peradaban

Rumah adalah gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya. Dengan tagline tersebut, Komunitas Ibu Profesional mengajak semua ibu menjadi salah satu arsitektur peradaban, yang bisa membangun peradaban dari dalam rumah, yang bisa menemukan peran peradabannya sebagai individu, dan bisa memandu anak-anak untuk menemukan peran peradabannya.

Dalam pesannya kepada para lulusan Bunda Sayang angkatan pertama, Septi mengatakan kuliah di Institut Ibu Profesional bukanlah berlomba untuk lulus, justru para ibu sedang berlomba untuk bisa menghadapi tantangan dengan penuh tanggung jawab dan membuat versi terbaik menurut masing-masing.

Septi juga menguraikan bahwa di komunitas ini, bukan hal yang mustahil apabila ada seorang ibu yang bangga akan profesinya sebagai ibu, mendidik anak dengan sepenuh hati, sangat cekatan dalam mengelola manajemen domestiknya, bisa mandiri secara finansial dan tetap menempatkan anak dan keluarga sebagai prioritas paling atas, serta keberadaannya sangat bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, dan masyarakat sekitarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here