Tips Menghadapi Kejadian Rem Blong Saat Berkendara

https://pixabay.com/en/gas-pedal-clutch-pedal-clutch-397481/
Pedal mobil

Sahabat, beberapa waktu lalu sempat dikabarkan kejadian kecelakaan di jalur puncak tepatnya di daerah Megamendung dan Ciloto. Dua peristiwa berbeda dimana bus pariwisata dari arah puncak menuju Bogor mengalami rem blong dan menabrak beberapa kendaraan pribadi.

Perlu kita pahami bahwa rem merupakan salah satu komponen krusial dalam berbagai macam kendaraan, terutama kendaraan bermotor. Jika kita tidak memberikan perhatian lebih pada rem, akibat yang dapat ditimbulkan akan fatal, misalnya kecelakaan yang dapat merenggut nyawa. Hal utama yang perlu Sahabat lakukan adalah melakukan pengecekan dan perawatan rutin kondisi rem kendaraan Sahabat. Pelajari cara merawat kendaraan Sahabat pada buku panduan kendaraan dan juga bengkel profesional.

Jika kita sudah rutin melakukan pengecekan pada rem kendaraan kita, namun ternyata masih mengalami kejadian rem blong saat berkendara. Berikut beberapa tips keselamatan yang dapat Sahabat lakukan jika menghadapi kejadian rem blong saat berkendara, terutama pada kendaraan roda empat.

  • Jauhkan kaki Sahabat dari pedal gas

Dalam keadaan panik akibat rem blong, bisa saja Sahabat tidak menyadari bahwa kaki Sahabat bukan menginjak rem, namun justru menginjak pedal gas, sehingga kecepatan kendaraan akan semakin bertambah.

  • Cek benda yang menghalangi pedal rem

Hal ini untuk mengantisipasi benda-benda yang kita biasa taruh dibawah kursi pengemudi, misalnya kunci stang, sepatu, sendal, serta barang lainnya. Benda-benda ini dapat maju ke depan akibat gaya inersia pengereman kendaraan dan memblokir pedal rem dari belakang.

  • Injak dan kocok rem berkali-kali

Jika kendaraan Sahabat belum memiliki fitur ABS (Anti-lock Breaking System), cobalah injak pedal rem kendaraan Sahabat berkali-kali, terkadang rem blong dapat bersifat sementara. Mobil dengan ABS harus menginjak rem dengan perlahan, karena ABS juga turut membantu kita melakukan tindakan pengereman otomatis.

  • Peringatkan pengguna jalan lain

Jika Sahabat mengalami kejadian rem blong, harap peringatkan pengguna jalan lain jika Sahabat sedang mengalami sebuah kesulitan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir korban jikalau terjadi kejadian kecelakaan lain akibat rem blong pada kendaraan Sahabat. Nyalakan lampu hazard, atau yang paling mudah adalah dengan menekan klakson secara berkali-kali untuk mendapatkan perhatian pengguna jalan lain.

  • Turunkan persneling kendaraan secepat mungkin secara bertahap
rem blong 1
Tuas Persneling (Shift – Flickr)

Setelah menjauhkan kaki dari pedal gas, turunkan persneling kendaraan Sahabat secara bertahap secepat mungkin menuju persneling paling rendah. Hal ini berfungsi untuk mengaktifkan engine break pada kendaraan dimana mesin mobil akan membantu menurunkan laju perputaran ban. Pada kondisi ini perputaran ban akan melambat karena tertahan oleh putaran mesin yang lebih lambat di rasio gigi yang lebih rendah.

Engine break bisa dilakukan pada mobil Manual atau pada mobil matic. Pada mobil matic, Engine break bisa dilakukan dengan menggeserkan tuas persneling ke posisi 3,2 atau L. Pada mobil matic yang dilengkapi dengan fitur Over Drive (OD), Engine break bisa dilakukan dengan menonaktifkan fitur OD. Selalu baca buku panduan kendaraan Sahabat untuk memastikan sistem Engine Break seperti apa yang ada di kendaraan Sahabat.

Sahabat juga perlu mengetahui bahwa engine break mungkin menghasilkan hentakan pada kendaraan terutama saat melakukan proses ini pada kecepatan tinggi. Penggunaan ekstrim metode ini juga dapat merusak mesin mobil. Tapi pada kondisi darurat tentunya Sahabat lebih mengutamakan nyawa Sahabat dan keluarga daripada mobil.

  • Gunakan rem tangan setelah menurunkan persneling

Pada kendaraan roda empat dan lebih, kendaraan dilengkapi dengan beberapa jenis rem, termasuk rem tangan. Hal yang perlu diingat adalah gunakan rem tangan jika kecepatan kendaraan Sahabat sudah cukup rendah, hal ini untuk mencegah terjadinya slip atau bahkan kendaraan terguling jika menggunakan rem pada kecepatan tinggi. Jika rem tangan digunakan pada kecepatan tinggi, akan ada juga kemungkinan rem tangan patah, sehingga harapan kita untuk menghentikan kendaraan semakin kecil.

  • Gerakan mobil secara zig zag

Jika terdapat ruang, gerakan mobil Sahabat secara zig-zag atau menyamping. Gerakan ini kan membantu melambatkan laju kendaraan. Selalu perhatikan kondisi jalan dan batasi sudut belokan agar mobil tidak terguling.

  • Gunakan objek di sekitar untuk memperlambat kendaraan

Jika semua jalan diatas tidak bekerja, Sahabat harus berimprovisasi dan terus berkonsentrasi untuk mengendalikan kendaraan Sahabat. Bebebrapa hal yang mungkin dilakukan sebagai jalan terakhir.

(1) Cari tanjakan jalun menanjak yang bisa memperlambat laju mobil secara alami. Di Jalan tol seperti Jalan Tol Cipularang juga terdapat jalur pengereman darurat yang dilengkapi dengan banyak polisi tidur dan jalur menanjak

(2) Serempetkan mobil dengan sisi bukit atau pagar pembatas. Gesekan pada bagian sisi mobil bisa mengurangi laju mobil.

(3) Cari jalan dengan permuakaan tidak rata dan tidak keras. Jalan dengan permukaan kerikil atau tanah lembek dapat juga memperlambat laju kendaraan Sahabat.

(4) Jika keadaan sudah tidak memungkinkan untuk melakukan pengereman dengan cara apapun, pilihan terakhir Sahabat adalah dengan cara membenturkan kendaraan Sahabat. Carilah objek yang dinilai lunak, seperti pagar kayu, tanah, pasir, dll. Carilah benda yang terlihat dapat menyerap benturan. Cedera akibat benturan dapat Sahabat minimalisir dengan fitur air bag dan side impact beam pada kendaraan Sahabat. Oleh karena itu, fitur keselamatan yang ditawarkan kendaraan harus Sahabat jadikan poin penting dalam pertimbangan memilih kendaraan roda empat.

  • Tetap tenang dan percaya diri

Hal yang paling penting dan paling sulit dilakukan saat kondisi darurat, termasuk kejadian rem blong adalah TETAP TENANG dan PERCAYA DIRI. Sahabat dapat melakukan langkah-langkah antisipasi diatas dengan catatan tetap tenang. Jika terlanjur panik, Sahabat tidak dapat berfikir apa yang akan Sahabat lakukan jika menghadapi keadaan darurat. Sahabat dapat melatih diri untuk selalu tetap tenang dan percaya diri untuk menghadapi berbagai keadaan. Karena kunci langkah-langkah keselamatan akan dimulai dari ketenangan dan rasa percaya diri yang Sahabat miliki.

Tetap tenang dan percaya diri bukanlah hal teknis, namun menyangkut mental dan sisi psikologis Sahabat. Hal ini sangat bisa dilatih dan di-improve jika Sahabat berniat untuk selalu dapat menghadapi keadaan darurat dengan aman.

  • Setelah berhenti, mintalah pertolongan

Jangan mencoba utk mengendarai kendaraan Sahabat kembali, carilah pertolongan dengan memanggil mekanik untuk memperbaiki, atau mobil derek untuk menarik kendaraan anda ke bengkel terdekat.

Demikian tips mengenai kejadian rem blong dalam berkendara. Semoga kita selalu sehat dan selamat ya Sahabat..

Sumber :

  • http://ntmcpolri.info/home/cara-mengatasi-rem-blong-saat-berkendara/
  • http://www.wikihow.com/Stop-a-Car-with-No-Brakes

 

Ilustrasi Pixabay

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here