Mengenal Teknik Pertolongan Pertama CPR

Apakah Sahabat mengetahui tentang teknik pertolongan pertama CPR? Pada beberapa film populer, seringkali muncul adegan ketika salah satu pemeran mendadak pingsan atau berhenti bernafas. Ketika hal ini terjadi, biasanya pemeran lain akan menekan dada korban yang pingsan sambil meniupkan nafas buatan dan menekan dada korban. Runtutan peristiwa inilah yang kita kenal dengan CPR.

Untuk melakukan prosedur ini, tidak boleh sembarang lho! Dalam artikel ini penulis mengajak Sahabat semua untuk mengenal teknik pertolongan pertama CPR.

Tentang CPR

CPR merupakan singkatan dari Cardiopulmonary Resuscitation. CPR adalah prosedur pertolongan yang bisa dilakukan bila seseorang berhenti bernapas atau jantung berhenti berdetak. Tujuannya untuk memberikan sirkulasi darah yang kaya oksigen ke otak agar fungsi dasar otaknya bisa bertahan sampai ada tindakan medis lebih lanjut.

Pertolongan CPR yang dimaksud meliputi :

  • pernafasan buatan dengan cara memaksakan oksigen masuk ke dalam paru-paru
  • penekanan di area dada untuk membuat darah tetap bersikulasi di dalam tubuh menuju otak

Ada beberapa penyebab mengapa seseorang berhenti bernafas atau jantung berhenti. Contohnya adalah perdarahan hebat, serangan jantung, tenggelam, terkena serangan stroke atau overdosis obat.

Sahabat harus memperhatikan bahwa waktu sangatlah penting pada korban yang tidak bisa bernafas. Tanpa oksigen, otak akan mengalami kerusakan permanen hanya dalam waktu empat menit. Selanjutnya jika dibiarkan demikian, kematian bisa terjadi sekitar 4 sampai 6 menit setelahnya.

Sehingga CPR harus terus menerus diberikan tanpa henti, sampai korban bisa bernafas kembali. CPR juga harus terus dilakukan hingga detak jantung pulih seperti normal atau sampai pertolongan medis datang.

CPR sendiri tidak dimaksudkan untuk membuat detak jantung kembali pulih dengan detak yang normal. Hal ini biasanya dilakukan dengan instrumen defibrillator.

mengenal CPR
Periksa nafas dan buka jalur udara pada CPR

CPR merupakan dasar dari proses pertolongan pertama pada korban henti nafas atau jantung. Nantinya, akan dilanjutkan pada beberapa tahap berikutnya seperti penggunaan alat-alat penopang kehidupan. Dalam banyak kasus, CPR berhasil memulihkan korban secara sempurna.

Mungkin pada Sahabat muncul pertanyaan, kapan saat yang tepat untuk memanggil pertolongan medis ketika korban sudah tidak lagi terlihat bernafas?

  • Bila ada orang lain yang bisa melakukan CPR, segera panggil bantuan medis
  • Bila Sahabat sedang berada seorang diri, segera pastikan apakah korban memerlukan pertolongan. Bila ya, maka segera panggil bantuan medis, dan baru kemudian Sahabat bisa melakukan CPR.

Langkah-langkah CPR

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat Sahabat lakukan sebagai pertolongan pertama CPR.

Yang perlu diingat adalah Sahabat harus melakukannya di tempat yang aman. Karena, seringkali dalam keadaan darurat dan terburu-buru, pemilihan lokasi pertolongan pertama tidak memperhatikan lingkungan sekitar dan cenderung asal. Padahal jika pertolongan ini dilakukan di pinggir jalan raya yang tidak aman, justru menimbulkan bahaya terjadi kecelakaan, baik untuk Sahabat maupun untuk pasien.

Kemudian, untuk melakukan CPR, Sahabat bisa melakukannya dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Perhatikan dan periksa apakah korban memberikan respon. Coba Sahabat tepuk bahu korban dan tanyakan keadaan korban dengan suara keras. Pertanyaan yang diberikan diharapkan singkat dan informatif, contohnya “Apakah kamu oke?” atau “Kamu baik-baik saja?”
  2. Segera panggil pertolongan darurat medis bila tidak ada respon.
  3. Dengan hati-hati dan perlahan, posisikan korban dalam keadaan telentang di tempat datar. Bila korban diduga mengalami patah tulang, Sahabat harus membaringkannya dengan bantuan orang lain. Hal ini bertujuan untuk menghindari patah tulang bertambah parah.
  4. Sahabat bisa melakukan kompresi dada, dengan cara sebagai berikut.
    • letakkan telapak tangan di atas dada, antara tulang iga dan pusar.
    • letakkan tangan yang lain di atasnya.
    • posisikan tubuh Sahabat persis di atas korban
    • berikan 30 kali kompresi dada. Kompresi harus dilakukan dengan cepat dan kuat. Tekan sampai sekitar 5 cm ke dalam dada kemudian lepaskan. Hitung 30 kompresi dengan cepat, dan amat dianjurkan bahwa Sahabat menghitung secara lisan dengan suara yang keras. Ini dimaksudkan agar tidak ada kesalahan berhitung.
  5. Buatkan jalan nafas, dengan dua jari, Sahabat membuka mulut korban. Kemudian, Sahabat angkat (dengan cara mengganjal) bagian leher agar kepala korban menjadi tengadah.
  6. Lihat, dengar dan amati apakah korban bernafas. Letakkan telinga Sahabat di dekat bagian mulut, agar dapat diketahui apakah pernafasannya ada atau tidak sambal memperhatikan baik-baik gerakan di dada bila ada.
  7. Bila korban tidak bernafas atau mengalami kesulitan bernafas, harap Sahabat lakukan hal-hal berikut.
    • Letakkan mulut Sahabat di mulut korban dengan erat
    • Pencet hidung korban
    • Pastikan kepala korban tertengadah dan tahan dalam posisi itu, agar rahang tetap terbuka
    • Berikan dua kali hembusan nafas kuat-kuat sekitar satu detik, sampai dadanya terangkat.
  8. Ulangi terus sampai korban kembali bernafas atau jika pertolongan medis sudah datang.

Bila korban kembali bernafas, Sahabat dapat memposisikan tubuh korban agar rilek, namun tetap perhatikan ritme pernafasan korban.

Harap Sahabat perhatikan bahwa pernafasan buatan tidak boleh diberikan pada korban yang masih bernafas normal, tersedak atau bergerak. Mengapa demikian? Hal ini bisa mengakibatkan jantung berhenti berdetak dan justru berakibat fatal.

Teknik CPR atau sering dikenal “Pernafasan buatan” ini sangat efektif dalam membantu menyelamatkan orang dengan henti jantung.

Sahabat bisa belajar melakukan teknik ini melalui pelatihan CPR atau first aid seperti yang diselenggarakan oleh SIAGA maupun SafekidsIndo .

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here