Mengenal Tanda Di Bawah Kemasan Plastik

Halo Sahabat Keselamatan Keluarga. Pernah melihat simbol-simbol seperti gambar diatas..?? pasti pernah, atau mungkin setiap hari. Plastik, ya, gambar diatas adalah keterangan dari kemasan plastik yang mungkin setiap hari kita temui. Namun sudahkan kita mengerti dan paham apa arti simbol-simbol diatas..??. Mari kita mencoba mengenal satu per satu arti tanda di bawah kemasan plastik tersebut.

Plastik pada dasarnya adalah bahan kimia berupa gabungan rantai molekul panjang yang secara kimia terikat bersama hingga membentuk senyawa yang disebut polimer. Jadi, pada dasarnya plastik dalam bahasa kimia nya disebut polimer, poli artinya banyak dan meros artinya bagian (molekul). Molekul-molekul pembentuk polimer ini dapat berasal dari berbagai sumber, namun sekarang ini, hampir semua plastik berasal dari bahan bakar fosil / minyak bumi. Molekul-molekul dalam polimer dapat diatur dengan berbagai macam cara dan campuran pengikat. Masing-masing campuran polimer memiliki sifat identiknya sendiri, oleh karena itu, dalam penggunaan di tangan konsumen, dilakukan klasifikasi polimer/plastik untuk mengindentifikasi jenis polimer.

Pada tahun 1998, The Society of Plastic Industry di Amerika mengeluarkan sistem identifikasi menggunakan kode seperti pada gambar diatas. Tujuan nya adalah memudahkan konsumen dan lembaga daur ulang di Amerika untuk memilah dan memilih plastik berdasarkan kode nya masing-masing. Karena dalam pengolahan nya kembali / daur ulang, plastik memerlukan penanganan khusus sesuai dengan jenisnya.

Namun, dewasa ini, fungsi dari penulisan simbol pada produk plastik ini hanya untuk mendapatkan keterangan bahan pelarut/campuran nya saja. Sistem daur ulang di Indonesia belum terlalu baik untuk sampai memilah dan memilih sampah plastik untuk selanjutnya didaur ulang.

Mari kita simak, apa saja jenis-jenis plastik/polimer tersebut :

1. Polyethylene terephthalate (PET atau PETE)

Plastik 1 - PET

PET adalah bahan yang tidak tembus air dan gas, berwarna bening / transparan, banyak digunakan untuk botol minuman dan beberapa kemasan makanan. Mungkin jenis polimer ini yang paling sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Namun hati-hati, bahan dengan polimer PET ini disarankan hanya untuk 1 kali pemakaian. Bila digunakan berulang, apalagi jika terpapar air panas/hangat akan menyebabkan lapisan polimer ini meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik jika terpapar pada tubuh manusia.

Terlalu sering terpapar polimer PET ini dapat mengakibatkan iritasi kulit dan gangguan saluran pernafasan. Bagi wanita, PET dapat menimbulkan masalah pada siklus menstruasi serta meningkatkan resiko terjadinya keguguran pada wanita hamil. Selain untuk kemasan makanan dan minuman, PET ini juga sering digunakan untuk bahan baku tekstil, dan dikenal dengan istilah polyester.

2. High Density Polyethylene (HDPE)

Plastik 2 - HDPE

Memiliki kerapatan molekul yang lebih tinggi dibanding PET, memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap pelarut, serta tahan suhu tinggi. Termasuk jenis polimer yang cukup aman digunakan karena kemampuan nya untuk menahan reaksi kimia yang biasa terjadi antara kemasan dengan bahan HDPE dan bahan yang dikemas nya.

Biasanya digunakan sebagai kemasan galon air, kemasan untuk bahan kimia rumah tangga seperti pembersih, deterjen, pemutih, dan kosmetik. Penggunaan polimer HDPE ini sebagai wadah, tidak disarankan berulang, karena memiliki kecenderungan melepaskan bahan pelarutnya, antimoni trioksida, seiring berjalan nya waktu.

3. Polyvinyl Chloride (PVC)

Plastik 3 - PVC

PVC memiliki daya tahan sangat tinggi terhadap pelarut kimia, dan paling sulit untuk di daur ulang. Umum digunakan untuk industri konstruksi sebagai material pipa, pintu, jendela, pagar, kabel, dll. Jarang digunakan untuk industri makanan, namun jika Sahabat menemui makanan yang dikemas oleh material PVC, maka hindari untuk mengonsumsi nya. Karena PVC jika bercampur dengan makanan yang dikonsumsi manusia, akan mengakibatkan kerusakan hati dan ginjal.

PVC mengandung DEHA (diethylhydroxylamine) sebagai bahan pelarut yang menjadikannya bahan polimer yang paling sulit untuk didaur ulang.

4. Low Density Polyethylene (LDPE)

Plastik 4 - LDPE

LDPE memiliki sifat mekanis yang tembus pandang, kuat, fleksibel, dan memiliki daya tahan yang baik terhadap pelarut kimia. Karena sifat-sifatnya tadi, yang kuat, fleksibel, dan tahan terhadap pelarut kimia, bahan polimer LDPE ini termasuk aman untuk digunakan sebagai wadah makanan yang akan dikonsumsi oleh kita. Tempat makan, plastik pembungkus, dan kemasan makanan di supermarket biasanya menggunakan polimer LDPE ini sebagai wadah.

Untuk wadah makan dan minum anak-anak di rumah, paling aman menggunakan wadah dengan bahan dasar polimer LDPE ini. Jadi, jika kita akan membeli wadah makan, Sahabat cukup cek tanda yang biasanya tertera di bawah atau belakang produk dengan tanda 4 (LDPE) ini.

5. Polypropylene (PP)

Plastik 5 - PP

Memiliki sifat mekanis yang mirip dengan LDPE, namun tidak tembus pandang dan relatif lebih tahan panas dan bahan kimia. Banyak digunakan sebagai bahan wadah makanan, terutama peralatan makan bayi seperti piring, mangkok, dan gelas.

6. Polystyrene (PS)

Plastik 6 - PS

Lebih kita kenal dengan nama styrofoam, biasa digunakan untuk box penyimpanan, shipping box produk elektronik, cooler box, insulasi suara, listrik, atau panas, dll. Namun ada beberapa produsen makanan instan masih menggunakan PS ini sebagai wadah pembungkus makanan yang mereka jual. Jika Sahabat tidak bisa menghindari penggunaan nya sebagai wadah makanan, diharapkan jangan terlalu sering mengonsumsi makanan instan tersebut.

Pelarut styrene dapat ditemui pada asap rokok, asap kendaraan bermotor, atau bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena jika terakumulasi dalam tubuh dapat mengganggu kesehatan otak, keseimbangan hormon estrogen, mengganggu sistem reproduksi, dan sistem syaraf. Selain itu, polystyrene juga sangat sulit untuk didaur ulang, membutuhkan waktu lama dan proses yang panjang untuk mendaur ulang nya.

7. Others

Plastik 7 - Others

Plastik atau polimer yang terbuat selain dari bahan-bahan pelarut/campuran diatas, akan dikategorikan kepada plastik golongan 7. Ada beberapa jenis plastik yang masuk dalam golongan 7 ini, diantaranya adalah : Styrene acrylonitrile (SAN), Acrylonitrile butadiene styrene (ABS), Polycarbonate (PC), dan Nylon.

SAN dan ABS memiliki daya tahan tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu tinggi. Memiliki kekuatan dan kekakuan yang tinggi, sehingga biasanya digunakan sebagai bahan dasar untuk suku cadang kendaraan, alat elektronik rumah tangga, computer, alat rumah tangga, peralatan makan, sikat gigi, mainan anak, dll. Kedua polimer ini termasuk polimer yang aman untuk digunakan sebagai peralatan sehari-hari.

Selain ke 4 jenis polimer diatas, dewasa ini mungkin kita kenal juga istilah biodegradable plastic yang sekarang banyak digunakan sebagai plastik pembungkus komersial di supermarket. Polimer jenis ini juga termasuk dalam golongan 7. Banyak jenis polimer berjudul biodegradable plastic, karena semakin banyak pihak yang melakukan penelitian untuk menciptakan plastik ramah lingkungan, termasuk diantaranya plastik dari bahan pati organic (jagung, kentang, ketela, dll).


www.exchangeorcas.org
www.exchangeorcas.org

Sebagai pihak konsumen, kita harus hati-hati menggunakan polimer dengan kode 1, 3, 6, dan 7 (PC). Karena memiliki bahasa secara kimiawi. Jika penggunaan nya tidak dapat dihindari, gunakan hanya sekali pakai saja. Sahabat cukup aman jika menggunakan peralatan yang terbuat dari polimer dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (SAN dan ABS).

Jika kita memiliki anak bayi dan balita, dapat mempertimbangkan botol susu atau peralatan makan berbahan kaca atau polimer dengan kode 4 atau 5. Jangan gunakan produk botol atau alat makan dengan bahan polycarbonate. Jika penggunaan polycarbonate tidak dapat kita hindari, jangan menyimpan makanan dan minuman dalam keadaan panas. Untuk bahan dot bayi, usahakan gunakan bahan silikon, dot dengan bahan dasar latex dapat mengeluarkan zat karsinogenik, apalagi jika terpapar suhu tinggi.

Penggunaan plastik hampir tidak bisa dihindari dalam kehidupan modern. Mulai dari kemasan makanan, minuman, wadah penyimpanan, peralatan makan, mainan anak, pernak-pernik, dan masih banyak lagi. Kita harus bijak dalam penggunaan bahan polimer ini dalam kehidupan sehari-hari, karena bagaimana pun kita belum bisa lepas dari kelebihan yang dijanjikan oleh bahan polimer ini.

Pihak yang menentukan aman atau tidak nya sebuah bahan untuk digunakan sehari-hari secara aman adalah kita sendiri, karena kita disini berfungsi sebagai konsumen dan quality control. Kita sendiri yang memilih, apa, berapa, seperti apa barang-barang yang akan kita gunakan. Selain kita lihat dari sudut pandang sebagai konsumen, kita juga perlu meilhat sudut pandang kita sebagai produsen. Produsen apa..?? produsen sampah tentunya.

Ingat Sahabat, bahan plastik atau polimer ini tidak dapat teruraikan secara biologis dengan bantuan media tanah, harus melalui proses yang panjang serta lama untuk mendaur ulangnya. Membuang, mengubur, atau menghilangkan sisa produk-produk polimer ini dari pandangan kita, bukan berarti kita sudah tidak ada kewajiban terhadap barang tersebut. Pada zaman seperti sekarang, konsumsi polimer ini sudah tidak terkontrol lagi, alangkah baiknya kita juga jangan terlalu banyak memproduksi sampah berbentuk polimer.

Sampah Plastik
www.freeimages.com

Jika kita mampu memilih dan memilah barang apa yang akan kita konsumsi untuk kita dan anak-anak kita, kita juga harus mampu membatasi penggunaan nya, karena sampah yang akan kita hasilkan akan terakumulasi sebagai warisan untuk anak-anak kita nantinya.

Jadi, bijaklah dalam penggunaan plastik tidak hanya sebagai konsumen, namun juga kita harus menyadari peran sebagai produsen sampah. Demikian Sahabat, ulasan mengenai jenis-jenis produk plastik/polimer yang sehari-hari kita temui. Semoga bermanfaat, tetap sehat dan selamat..


Aryansah Pradanaputra

http://www.greenhome.com/blog/a-guide-to-recycling-plastic

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here