Sick Building Syndrome, Sindrom Penyakit Ruangan

Halo Sahabat Keselamatan Keluarga, pernah mendengar istilah Sick Building Syndrome (SBS)..?? mungkin istilah ini masih belum terlalu familiar di telinga kita, namun mungkin pernah mengalaminya tapi tidak tahu nama dan istilahnya. Apa itu sick building syndrome..?? mari kita simak ulasan berikut.

Istilah SBS digunakan untuk menggambarkan kondisi dimana suatu penghuni ruangan/bangunan mengalami penyakit akut dan merasakan efek tidak nyaman selama berada dalam ruangan tersebut, namun secara medis, tidak ada penyakit spesifik yang dapat teridentifikasi. Pernahkah Sahabat mengalami kejadian seperti itu..??

Gejala SBS ini dapat berupa iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan kulit, batuk, sakit kepala, mual, alergi, atau masalah pernafasan. Umumnya, gejala SBS akan hilang setelah penghuni meninggalkan ruangan atau bangunan tersebut, namun tidak menutup kemungkinan peristiwa ini akan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.

Masih banyak kontroversi diantara praktisi ilmu kedokteran dan kesehatan mengenai SBS ini, karena belum ada tes diagnostik dan perawatan khusus terhadap gejala ini. Bahkan beberapa diantaranya ada yang berpendapat bahwa gejala ini hanya sugesti setempat yang dialami oleh orang yang berada di ruangan tersebut.

Berikut adalah beberapa penyebab yang diduga sebagai sumber dari SBS :

Pencemar Kimia

chemical furniture smoking

Adanya sumber pencemar kimia di dalam ruangan, dapat menyebabkan gejala SBS. Sumber pencemar kimia ini dapat bersumber dari dalam dan luar ruangan. Pencemar kimia dalam ruangan dapat berupa bahan adhesive (perekat), produk kayu dengan finishing cat, cat tembok, mesin fotokopi, pembersih kimia, insektisida, termasuk asap rokok yang sering dijumpai di Indonesia. Sedangkan pencemar kimia yang berasal dari luar ruangan dapat berupa asap kendaraan bermotor atau asap hasil pembakaran.

Pencemar Biologi

toilet carpet

Sumber pencemar biologi dapat berupa jamur, bakteri, atau virus. Pencemar biologis ini dapat berupa jamur dan bakteri pada kayu lapuk, plafon yang lembab, karpet, saluran air, dan kamar mandi. Sisa kotoran hewan peliharaan yang tidak dibersihkan dengan baik pun dapat menjadi sumber pencemar biologis.

Ventilasi yang Buruk

ventilation

Ventilasi berguna untuk mengalirkan udara pada sebuah ruangan, jika sistem ventilasi dalam sebuah ruangan buruk, maka pergantian udara akan sulit berlangsung. Hal ini akan menimbulkan bau pada ruangan. Ventilasi dapat dibuat secara natural menggunakan sistem aliran angin atau otomatis menggunakan bantuan sistem HVAC.

Radiasi Elektromagnetik

transmission-tower-antenna-clip-art

Pencemar tidak harus selalu kasat mata seperti radiasi elektromagnetik yang tidak kasat mata. Semakin canggih zaman, akan semakin banyak alat elektronik yang digunakan di suatu ruangan, akan makin banyak pula radiasi elektromagnetik yang ditimbulkan. Gejala yang timbul dari radiasi ini biasanya berupa pusing dan mual-mual. Bahkan beberapa pendapat, radiasi elektromagnetik ini dapat menjadi katalis munculnya sel kanker.

Pencahayaan, Akustik, dan Kelembaban yang buruk

bulb

Beberapa orang memiliki sensitivitas terhadap cahaya dan suara yang tinggi. Buruknya kontrol cahaya dan intensitas suara dapat menimbulkan gejala SBS.

Faktor Psikologis

stress

Beberapa ahli berpendapat bahwa SBS hanyalah gejala psikosomatik (penyakit fisik akibat gangguan pikiran, misalnya stres, cemas, phobia, dll). Sebuah studi pernah menyimpulkan bahwa dalam sebuah ruangan dengan hubungan psiko-sosial yang baik akan menciptakan individu-individu yang lebih sehat secara fisik dibandingkan ruangan dengan hubungan psiko-sosial yang buruk. Studi ini menyebutkan faktor psiko-sosial lebih dominan dibandingkan faktor lingkungan dalam sebuah ruangan tertutup.


Sick Building Syndrome 1

Ternyata semua penyebab SBS dapat kita jumpai sehari-hari di setiap sudut rumah kita. Terlepas bahwa SBS itu penyakit fisik, gejala, atau hanya sekedar gangguan psikosomatis, ada baiknya kita melakukan pencegahan dan penanganan terhadap SBS ini, terutama di rumah kita.

Berikut beberapa saran untuk mencegah dan menangani SBS.

1. Menghilangkan sumber polutan dalam ruangan. Bisa dengan perawatan rutin sistem HVAC yang rutin, membersikan ruangan secara rutin, memberikan agen penghilang bau (misal bubuk kopi), membuat peraturan dilarang merokok dalam ruangan, dll.

2. Pengadaan ventilasi udara serta cahaya matahari yang baik. Aliran udara yang baik dalam ruangan diperlukan untuk membuang polutan yang tinggi dari dalam ruangan ke luar ruangan. Beberapa polutan dapat ditekan laju nya dengan pencahayaan matahari yang baik.

3. Mengurangi penggunaan alat elektronik dengan radiasi elektromagnetik tinggi dalam sebuah ruangan, termasuk penggunaan smartphone.

4. Ciptakan lingkungan psiko-sosial yang baik, terutama dalam keluarga. Lakukan pola komunikasi yang baik antara anggota keluarga dalam rumah. Rumah dengan pola komunikasi yang baik antara anggotanya akan lebih menyenangkan dan sehat dibandingkan dengan rumah dengan pola komunikasi seadanya. Hindari anekdot “mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”.

Demikian Sahabat, ulasan mengenai Sick Building Syndrome, semoga artikel ini bermanfaat dan dapat kita aplikasikan bersama di rumah.


Referensi :

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here