Mengenal Hak Anak dan Orang Tua di Sekolah Ramah Anak

Kemendikbud
Kemendikbud

Jika sudah memenuhi kewajiban administratif saat menyekolahkan anak, tentu Sahabat menginginkan anak mendapatkan hak untuk mengenyam pendidikan yang layak di sekolah tersebut, bukan? Sahabat sebagai orang tua tentu ingin mendapatkan hak pula sebagai orang tua atau wali dari anak yang bersekolah. Lalu apa saja hak yang bisa Sahabat dapatkan jika sudah terwujud Sekolah Ramah Anak di Indonesia? Tulisan berikut akan menjelaskan hak anak dan orang tua di sekolah ramah anak.

Kebijakan Sekolah Ramah Anak

Sekolah Ramah Anak memiliki kebijakan yang jelas dan komprehensif. Kebijakan memuat Standar Pelayanan Minimal terkait kesehatan anak sebagai peserta didik, penanganan dan antisipasi keselamatan anak di daerah rawan bencana, selain itu juga memiliki kebijakan anti kekerasan yang disusun secara bersama-sama antara warga sekolah dengan orang tua atau wali murid. Kebijakan anti kekerasan yang dimaksud adalah sekolah harus memiliki larangan berlakunya tindak kekerasan dan diskriminasi (bullying) di lingkungan sekolah, melarang pemberlakuan hukuman fisik terhadap anak, melarang perilaku menghina, meremehkan, mengejek, dan menyakiti perasaan dan harga diri anak, serta memiliki mekanisme pengaduan dan penanganan kasus kekerasan, termasuk kejahatan seksual. Anak di sekolah dilatih disiplin tanpa melibatkan kekerasan, dipantau dan diawasi untuk menegakkan kedisiplinan, dan mengganti hukuman yang berbau kekerasan dengan tugas akademik atau keterampilan tertentu.

Sekolah harus menghapus pungutan untuk penyelenggaraan pendidikan yang sudah didanai oleh APBN dan APBD dan pihak sekolah juga harus menyediakan pendidikan bagi anak yang kurang mampu. Undang-undang bahkan dengan tegas menyatakan bahwa pihak sekolah harus secara proaktif mencari anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan. Keluarga miskin berhak untuk mendapatkan bantuan melalui Program Keluarga Harapan agar anak mereka tidak putus sekolah. Program Keluarga Harapan merupakan program bantuan tunai dengan syarat anak dari keluarga tersebut harus hadir di sekolah.

Pelaksanaan Kurikulum Sekolah Ramah Anak

SahabatCAT_SK_MENGENAL HAK ANAK DAN ORANG TUA DI SEKOLAH RAMAH ANAK 2 bisa mengecek kelengkapan dokumen tentang perencanaan pendidikan di sekolah untuk menilai apakah sekolah sudah menerapkan prinsip Sekolah Ramah Anak. Anak berhak mendapatkan pendidikan yang tidak mengandung unsur-unsur kekerasan, pornografi, dan terorisme dan hal tersebut termuat jelas di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang ramah anak. Pendidikan yang ramah anak juga didukung dengan penataan lingkungan kelas yang menunjang suasana pembelajaran aktif, inklusif dan ramah bagi pembelajaran. Materi pembelajaran tidak diskriminatif dan menjamin penghormatan kepada anak yang memerlukan perlindungan khusus seperti anak penyandang disabilitas, anak dengan HIV/AIDS atau kelompok minoritas. Anak berhak mendapatkan pengalaman belajar yang dapat mengembangkan keragaman karakter dan potensinya.

Sekolah Ramah Anak terlihat pula dari perilaku pendidik. Dalam kesehariannya, guru mendidik anak dengan cara yang menyenangkan dan penuh kasih sayang. Anak dibimbing untuk mengembangkan minat, bakat, dan inovasi serta kreativitasnya, aktif dalam kegiatan bermain dan berolahraga, difasilitasi dengan alat permainan yang edukatif, dan memiliki waktu istirahat yang cukup. Anak juga dibiasakan untuk peduli terhadap lingkungan dan berdialog serta berkomunikasi dengan baik.

Untuk masalah penilaian, penilaian pembelajaran dilaksanakan berbasis proses dan mengedepankan penilaian otentik. Untuk melakukan hal itu, guru menerapkan berbagai macam bentuk penilaian yang dapat menilai tiga aspek yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penilaian juga dilakukan tanpa membandingkan satu anak dengan anak yang lain. Prinsip nondiskriminasi juga harus dijunjung tinggi dalam proses ini

Pendidik dan Tenaga Kependidikan Terlatih Hak-Hak Anak

Untuk memastikan anak mendapatkan haknya di Sekolah Ramah Anak, Sahabat bisa mengecek apakah setiap orang yang terlibat dalam kegiatan sekolah memiliki sertifikasi pelatihan terkait prinsip Sekolah Ramah Anak. Selain itu, background checking harus dilakukan pihak sekolah atau instansi terkait dalam proses penerimaan pegawai sekolah. Setiap komponen manusia di sekolah, seperti penjelasan di poin-poin berikut harus terlatih dalam memenuhi hak anak sesuai prinsip Sekolah Ramah Anak.

  • Tapuk pimpinan tertinggi di sekolah atau kepala sekolah, merupakan pengambil keputusan dan penentu kebijakan di sekolah sehingga posisinya harus sangat pro terhadap kepentingan anak. Oleh karena itu, pimpinan sekolah harus dipastikan paham dan terlatih untuk CAT_SK_MENGENAL HAK ANAK DAN ORANG TUA DI SEKOLAH RAMAH ANAK 3menerapkan prinsip Sekolah Ramah Anak demi terjaminnya hak anak di sekolah.
  • Guru dan tenaga pembimbing ekstrakurikuler sebagai pendidik dan pembimbing anak di sekolah mutlak perlu pendapatkan pelatihan dan tersertifikasi. Anak berhak mendapatkan pendidikan, bimbingan, serta penilaian dengan penuh kasih sayang, perhatian dan tanpa diskriminasi dari guru.
  • Pembimbing konseling atau pegawai sekolah yang bertugas untuk memantau kenyamanan anak di sekolah, termasuk menangani laporan terkait kondisi psikologis dan perlakukan tidak menyenangkan yang dialami anak di sekolah, wajib terlatih dalam mewujudkan pemenuhan hak-hak anak.
  • Petugas perpustakaan, petugas tata usaha, penjaga keamanan dan petugas kebersihan juga tidak luput dari kewajiban untuk melaksanakan tugasnya dengan tepat agar anak terpenuhi kebutuhannya di sekolah.

Sarana dan Prasarana Sekolah Ramah Anak

Sekolah harus menjadi tempat yang dapat memfasilitasi kebutuhan pribadi anak termasuk yang memiliki disabilitas. Jika di suatu lokasi di sekolah ada jalan berupa tangga, seharusnya ada jalur khusus lain yang bisa digunakan oleh anak yang menggunakan kursi roda. Begitu pula fasilitas lain seperti toilet, harus tersedia toilet khusus yang memungkinkan anak dengan disabilitas dapat beraktivitas di sekolah dengan nyaman. Hak anak untuk mengekspresikan dirinya diwujudkan sekolah dengan menyediakan ruang kreativitas misalnya sanggar tari, ruang musik, ruang lukis, laboratorim, perpustakaan, lapangan olah raga, serta area atau ruang bermain yang lokasi dan desainnya dilengkapi dengan perlindungan yang memadai, sehingga dapat dimanfaatkan oleh semua anak termasuk anak penyandang disabilitas.

Anak banyak menghabiskan waktunya di ruangan kelas saat di sekolah. Oleh karena itu, kapasitas ruangan kelas harus sesuai dengan jumlah anak, memiliki penerangan yang cukup, meja dan kursi yang disediakan sesuai dengan fisik anak, bersih, tersedia tempat sampah, memiliki tempat cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun. Ruang kelas di Sekolah Ramah Anak adalah ruang kelas yang suasananya mampu membuat anak betah berlama-lama di dalamnya. Suasana yang hangat dan ceria, tentu akan membuat anak-anak Sahabat makin semangat belajar.

Selain itu, sarana pendukung untuk menjamin kenyamanan anak di sekolah juga harus dilengkapi. Anak-anak tidak boleh sampai kelaparan di sekolah, bukan? Maka dari itu, kantin yang sehat harus tersedia di sekolah. Kantin sekolah harus memiliki tempat dan peralatan yang bersih baik untuk pengolahan dan persiapan penyajian makanan. Lokasi kantin tidak boleh di dekat toilet atau tempat sampah. Di lokasi kantin harus ada tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Makanan dan minuman yang disediakan di kantin harus memenuhi unsur keamanan, kesehatan dan kehalalan serta diolah dan disajikan dengan bersih dan sehat.

Toilet di sekolah juga harus mendapat perhatian. UNICEF dalam Child Friendly Schools Manual-nya menyatakan bahwa toilet harus terpisah antara laki-laki dan perempuan. Anak dengan disabilitas juga harus bisa menggunakan toilet dengan nyaman sesuai kondisinya. Hal utama yang tidak boleh terlewat adalah kebersihan toilet. Kondisi toilet tidak berbau, tidak berlumut, tidak ada jentik nyamuk, tersedia air bersih, ruangan toilet mendapatkan pencahayaan dan ventilasi yang cukup yaitu 30% dari luas lantai dan ada tempat sampah yag dibersihkan secara berkala. Untuk sarana kesehatan, Sekolah Ramah Anak memiliki ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang di dalamnya terdapat tempat tidur, alat ukur tinggi badan dan berat badan untuk memantau pertumbuhan anak, alat ukur ketajaman mata dan telinga, serta perlengkapan P3K.

Sumber artikel:
Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2014 tentang Kebijakan Sekolah Ramah Anak
Child Friendly Schools Manual oleh UNICEF

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here