Pentingnya Mendampingi Anak Menonton Televisi

Menonton Televisi

Sebagaimana syarat dan ketentuan berlaku jika kita mendapatkan suatu voucher, maka dalam memanfaatkan televisi juga harus ada syarat dan ketentuan. Jika kita lalai dan tidak waspada, maka resiko dampak negatif dapat terjadi pada anak kita. Sedangkan jika kita cermat, maka sesungguhnya kita dapat membuka berbagai peluang kebermanfaatan dari televisi. Berikut ini adalah panduan dalam pendampingan anak menonton televisi yang saya sarikan dan kembangkan dari berbagai sumber:

Panduan usia

  • 0 s.d. 2 tahun: tidak menonton sama sekali, karena menurut penelitian pada usia tersebut tidak ditemukan manfaat menonton televisi (atau screen time lainnya). Pada masa ini sepenuhnya anak belajar melalui interaksi langsung dengan benda dan lingkungan sosialnya.
  • 2 s.d. 5 tahun: anak diperbolehkan menonton televisi maksimal selama 1 jam. Acara yang ditonton berupa tontonan yang bersifat edukatif dengan dampingan penuh orangtua atau orang dewasa untuk membantu anak memahami tontonannya
  • 5 s.d. 18 tahun: maksimal menonton selama 2 jam masih dengan pendampingan dan pengawasan orangtua. Porsi dan pengawasan dikurangi sedikit demi sedikit menyesuaikan dengan tingkat kematangan anak

Panduan pengaturan penggunaan

  • Orangtua harus dengan tegas memberi batasan waktu menonton pada anak. Selain jumlah jam dibatasi, pemilihan waktupun harus disepakati bersama agar tidak mengganggu aktivitas lainnya
  • Buat aturan spesifik mengenai penggunaannya, misalnya tidak menonton ketika sedang makan malam bersama, mengerjakan PR, dan lain-lain
  • Jadikan kegiatan menonton sebagai kegiatan bersama keluarga agar Anda dapat selalu mendampingi anak Anda ketika menonton. Dengan demikian anda dapat senantiasa memantau konten tontonan anak
  • Jangan posisikan kegiatan menonton televisi sebagai hadiah ataupun hukuman. Hal itu akan membuat televisi menjadi terlalu ‘bernilai’ bagi anak. Posisikan kegiatan menonton hanya sebagai ‘kegiatan selingan’ yang tidak memakan banyak waktu dan mengalihkan fokus.

Panduan pemilihan konten

  • Pilihlah tontonan yang mendidik sekaligus menghibur bagi anak baik secara konten maupun penyampaiannya, serta sesuai usianya. Pastikan tak ada unsur kekerasan, bahasa dan sikap yang negatif. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menyortir tontonan di televisi antena, memilih channel khusus di televisi kabel, menyewa dvd atau streaming acara favorit keluarga.
  • Jika memungkinkan, rekamlah acara televisi yang ingin ditonton tanpa iklan agar Sahabat dapat meminimalisir masuknya pengaruh iklan pada anak. Atau dapat juga Sahabat mematikan suara ketika sedang iklan, sambil mengajak anak untuk berdiskusi mengenai program yang sedang ditontonnya. Bentuk diskusinya dapat berawal dari pertanyaan “Siapa tokoh yang….?”, “Menurutmu sikap itu baik atau tidak? Mengapa?”, “Kalau kamu menjadi dia, apa yang akan kamu lakukan?”, dan sebagainya disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak. Jika melakukannya dengan cara yang tepat, kebiasaan ini akan berpotensi meningkatkan daya berpikir kritis pada anak serta meningkatkan kelekatan anak dan orangtua.
  • Perhatikan rate program tersebut apakah dapat dinikmati semua umur, 13+, 17+, atau dengan panduan orangtua. Pahami setiap rate tersebut dan patuhilah hal tersebut. Sebagai catatan, tidak semua film kartun untuk anak-anak. Maka orangtua harus cermat betul memilihnya. Jika perlu, carilah informasi tambahan (sinopsis, review, dll) mengenai film tersebut di internet agar Sahabat lebih yakin.
  • Siapkan berbagai kegiatan positif, mendidik, dan menghibur untuk anak Sahabat bersama keluarga agar anak tidak merasa bosan dan ingin menonton televisi
  • The last but not least, jadilah contoh yang baik bagi anak dengan cara membatasi kegiatan menonton televisi dan memilih program-program yang positif. Jika Sahabat kesulitan melakukan panduan ini, barangkali tidak memiliki televisi di rumah dapat menjadi pilihan untuk menjaga anak dari dampak negatifnya.

Demikian ulasan mengenai tontonan televisi. Semoga dapat bermanfaat bagi Sahabat semua. Semoga dapat konsisten mendampingi anak  dalam menonton televisi agar generasi muda kita dapat memperoleh manfaat dari tontonannya.


Referensi :

http://www.raisesmartkid.com/all-ages/1-articles/13-the-good-and-bad-effects-of-tv-on-your-kid

Diana M. Zuckerman, Barry S. Zuckerman. 1983. Television’s Impact on Children. http://pediatrics.aappublications.org/content/75/2/233

Elana Pearl Ben-Joseph, MD. 2016. http://kidshealth.org/en/parents/tv-affects-child.html#

http://www.raisesmartkid.com/all-ages/1-articles/12-tips-on-kids-and-tv-watching

http://www.med.umich.edu/yourchild/topics/managetv.htm Nancy W. Dickey, M.D

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here