Hal-hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Sekolah untuk Anak

memilih sekolah untuk anak

Memasuki pertengahan Tahun Ajaran pendidikan, biasanya para orangtua mulai semakin ramai memilih sekolah untuk anak yang baru mulai bersekolah maupun yang akan masuk ke jenjang sekolah selanjutnya. Jika Sahabat juga sedang menimbang tipe sekolah yang tepat bagi sang buah hati, hal-hal berikut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan tipe sekolah yang dapat Sahabat pilih.


Faktor Anak

  • Pahami Kebutuhan dan Bakat Anak

Setiap anak memiliki keunikannya sendiri. Dilihat dari kebutuhan geraknya, sebagian anak bisa saja memiliki kebutuhan gerak yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak lainnya. Kemudian, dilihat dari kemampuan untuk mencerap pengetahuan, ada anak yang lebih mudah mencerap dengan cara melihat (visual), mendengarkan (auditori), atau melakukan gerak (kinestetik). Di samping itu, dilihat dari bakat kemampuannya, ada sebagian anak yang memunculkan bakat yang menonjol di bidang akademik, sementara sebagian yang lain memunculkan bakatnya di bidang seni, olahraga, atau berbagai bidang lainnya.

Seorang anak yang memiliki kebutuhan gerak tinggi akan lebih cocok jika bersekolah di tempat yang memberikan porsi yang banyak untuk bergerak dan bereksplorasi seperti di sekolah-sekolah alam yang kini sudah banyak terdapat di setiap daerah. Sementara itu, untuk mengantisipasi variasi kemampuan dan bakat yang dimiliki anak, Sahabat dapat memilih sekolah yang bisa menyediakan gaya dan pendekatan belajar yang bervariasi, di samping juga bisa memfasilitasi kemampuan anak dalam berbagai aspeknya dengan tidak hanya fokus pada kemampuan akademik saja.


Faktor Sekolah

  • Perhatikan Kesesuaian Visi Pendidikan antara Sekolah dengan Sahabat sebagai Orangtua

Tidak semua sekolah memiliki visi pendidikan yang sama. Ada sekolah yang ingin menghasilkan siswa dengan kemampuan akademik yang tinggi, sementara ada juga sekolah yang tidak mengorientasikan tujuan belajarnya pada kemampuan akademik saja karena menekankan juga kemampuan lain seperti karakter, spiritual, kreatifitas, dan lainnya secara menyeluruh. Di samping itu, ada sekolah yang lebih menekankan pada aspek pendidikan agama untuk menghasilkan lulusan yang religius berdasarkan landasan agama tertentu, sementara sekolah umum biasanya tidak terlalu menekankan pada aspek tersebut.

Berangkat dari beragamnya tipe visi pendidikan tersebut, silakan timbang tipe seperti apa yang sesuai dengan bayangan ideal menurut Sahabat sebagai orangtua. Untuk dapat mengetahui dengan jelas mengenai hal ini, Sahabat dapat mempelajari profil serta visi dan misi sekolah yang akan Sahabat pilih.

  • Pahami Konsep Pendidikan yang Ditawarkan oleh Pihak Sekolah

Terdapat perbedaan yang cukup mendasar antara konsep pendidikan konvensional dengan konsep pendidikan baru yang diterapkan oleh setiap sekolah. Keterangan singkatnya adalah sebagai berikut:

Aspek Konsep Pendidikan Konvensional Konsep Pendidikan Baru
Pendekatan Belajar Transfer Pengetahuan : Anak diberikan pengetahuan secara langsung dengan pengajaran yang berpusat pada guru. Belajar aktif : Anak membangun pengetahuannya sendiri dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Metode belajar Porsi metode ceramah guru lebih besar dari metode yang lainnya (Penekanan pada Learning by listening) Porsi metode diskusi dan praktik lebih besar dari metode yang lainnya (Penekanan pada Learning by doing)
Jenis Evaluasi Penilaian utama pada tes hasil akhir. Penilaian utama pada asesmen kinerja (proses).
Penerapan Aturan/Kesepakatan Disiplin Keras : Aturan sekolah diterapkan secara otoritatif dengan konsep penghargaan dan hukuman (reward & punishment). Disiplin Positif : Aturan sekolah mengacu pada prinsip disiplin yang positif (Lihat ulasannya di sini)

Saat ini sudah semakin banyak sekolah yang mulai menyesuaikan diri dengan perkembangan model pendidikan baru yang dianggap lebih menjanjikan untuk mengoptimalkan proses belajar anak di sekolah. Bahkan melalui penerapan Kurikulum 2013, perkembangan konsep pendidikan yang baru ini tampak sudah semakin berkembang dengan pesat. Namun, kita juga perlu mencermati bahwa belum semua sekolah dapat mengembangkan diri sesuai dengan pendekatan yang baru ini secara optimal. Oleh karenanya, Sahabat dapat mempelajari lebih jauh mengenai hal ini dengan mencari tahu konsep pendidikan yang ditawarkan oleh pihak sekolah, baik kepada siswa dan orangtua di sekolah yang bersangkutan, maupun kepada pihak sekolahnya secara langsung.


Faktor Orangtua

  • Sesuaikan budget yang tersedia

Sekolah yang baik tidak harus mahal, begitu pula sebaliknya, sekolah yang mahal belum tentu baik. Oleh karenanya, berangkat dari besaran dana yang Sahabat miliki, carilah sekolah yang tampak paling memiliki semangat dan kreatifitas untuk bisa mengembangkan pendekatan dan metode belajarnya.

  • Pahami Tanggung Jawab Pendidikan yang Dipikul Bersama dengan Sekolah

Pada akhirnya, pendidikan yang baik menurut Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan yang berpusat pada kolaborasi antara tiga pihak, yakni Keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiganya memiliki peran yang sebanding dalam mendidik setiap anak. Oleh karenanya, sekolah tidak dapat diandalkan sebagai satu-satunya pihak yang bertanggungjawab terhadap jalannya pendidikan. Sahabat sebagai orangtua harus terlibat aktif untuk berkomunikasi dan bekerjasama dengan guru-guru atau pihak sekolah, di samping memastikan bahwa anak-anak kita juga biasa bergaul dengan lingkungan masyarakat yang sehat dalam kesehariannya.


Foto ilustrasi 164 oleh Sekolah Vianney Jakarta / CC BY NC 2.0

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here