Membuat Rumah Lebih Aman Saat Ditinggal Mudik

Tips agar rumah lebih aman saat ditinggal mudik

Pulang ke kota asal selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu, apalagi setelah berpuasa Ramadhan satu bulan penuh, tentu merayakan hari kemenangan bersama keluarga menjadi hari yang spesial. Membawa cerita dan lainnya kepada keluarga di daerah asal. Saling memaafkan atas segala khilaf yang mungkin dilakukan.

Nah, Sahabat tentunya tidak mau sistem keamanan rumah Sahabat terusik sehingga mengganggu kekhidmatan hari raya? Atau ada orang-orang yang mengincar rumah Sahabat saat mudik? Berikut beberapa tips untuk membuat rumah lebih aman saat ditinggal mudik sehingga Sahabat bebas dari rasa khawatir serta was-was saat mudik nanti :

Cek Kompor dan Kran Air Sebelum Mudik

Pencegahan yang paling penting dan pertama kali harus diingat ialah memastikan bahwa kompor dalam keadaan padam serta seluruh kran air tertutup. Sahabat tentu tidak mau saat di tengah perjalanan harus memutar arah kembali karena Pak Satpam mengabarkan bahwa rumah Sahabat kebanjiran karena air mengalir terus-menerus atau, lebih parah lagi, ada sumber api dari kompor yang bisa menyebabkan kebakaran dan kerugian besar bagi rumah Sahabat dan tetangga-tetangga.

Jika Sahabat merasa ragu apakah sudah benar-benar mematikan kompor atau menutup kran, jangan ragu untuk kembali karena akan sangat lebih baik sedikit terbuang waktu daripada menyesal berkepanjangan kemudian. Jika mudik bersama, ajaklah kerabat Sahabat untuk sama-sama mengecek sehingga ada saksi yang melihat bahwa tempat tinggal sudah benar-benar ditinggalkan sementara dengan aman.

Bijak Mengatur Aliran Listrik

Beberapa keluarga memilih untuk sama sekali mematikan listrik secara total, sehingga kemungkinan terjadi kebakaran karena arus pendek dapat dihindari. Namun, ada pula yang hanya mematikan lampu-lampu yang ada di dalam rumah dengan tetap menyalakan lampu yang terlihat dari luar rumah. Hal ini dilakukan sehingga pada malam hari rumah masih terlihat terang dan jika ada orang yang berniat jahat untuk mengambil sesuatu dari dalam rumah akan berpikir dua kali karena mengira ada orang di dalamnya. Selain itu, kondisi dalam rumah yang gelap akan mempersulit gerak-gerik pencuri. Pencuri juga akan semakin mudah terdeteksi jika kondisi rumah yang gelap tiba-tiba menyala dari senter/lampu yang digunakan pencuri pada rumah yang gelap.

Resiko lampu menyala di siang hari adalah menjadi pertanda bahwa rumah tidak dihuni sehingga pencuri lebih percaya diri untuk membobol rumah. Namun beberapa orang berpikir bahwa kebanyakan kejahatan dilakukan pada malam hari, dan juga cukup aman untuk menyalakan lampu depan selama beberapa hari saat mudik. Sahabat yang bijak dapat memilih pilihan yang paling aman, dengan mempertimbangkan segala risikonya.

Sahabat dapat menggunakan beberapa produk saklar lampu otomatis yang akan menyalakan lampu saat kondisi gelap dan mematikan lampu saat kondisi terang. Dengan alat ini Sahabat tidak perlu takut lagi jika nyala lampu di siang hari bisa membantu pencuri menemukan mana rumah yang kosong dan mana yang dihuni. Beberapa pilihan saklar otomatis bisa didapat pada toko online seperti berikut.

Surat dan Barang Berharga

Untuk pulang ke kampung halaman tidak mungkin Sahabat memakai atau membawa seluruh perhiasan untuk ikut mudik bukan? Bisa-bisa malah tertinggal dan Sahabat bingung sendiri mencarinya. Maka dari itu, simpanlah barang berharga di tempat aman yang mungkin tidak dapat terpikir oleh orang yang ingin mengambilnya. Usahakan Sahabat jangan menyimpan barang berharga di tempat yang sangat umum seperti lemari pakaian. Carilah tempat-tempat tersembunyi yang tidak akan terpikir oleh orang yang berniat jahat.

Pasang Alarm Jika Memungkinkan

Jika Sahabat memiliki sebuah lemari khusus untuk menyimpan barang berharga seperti brankas, cobalah untuk memasang alarm sehingga akan menimbulkan keriuhan jika ada orang tak bertanggung jawab mencoba membukanya. Pastikan alarm berfungsi dengan baik sehingga ketika alarm menyala ada orang yang dapat mendengar dan bisa bergerak cepat. Pastikan juga alarm tidak rusak atau malah berbunyi saat keadaan aman-aman saja dan menimbulkan keributan yang tidak perlu.

Kunci Semua Akses Masuk Rumah

Mulai dari pintu, jendela-jendela, pintu belakang, atau pintu samping yang dapat menjadi akses masuk ke dalam rumah, pastikan Sahabat sudah menguncinya dengan baik. Cek juga apakah kunci dan gagang pintu masih berfungsi dengan baik atau malah mudah dibobol karena termakan usia. Jangan ragu untuk mengganti gagang pintu atau gembok gerbang jika dianggap sudah tidak layak untuk mengamankan rumah.

Ajak Kerabat Menunggui Rumah

Sahabat punya kerabat yang tidak bisa ikut mudik karena keterbatasan waktu atau biaya? Mengapa tidak coba untuk meminta tolong tinggal sementara di rumah Sahabat. Namun tentu saja Sahabat harus mempersiapkan berbagai hal di rumah seperti bahan-bahan makanan atau fasilitas yang dapat menguntungkan pihak yang dimintai bantuan. Pastikan pihak yang dimintai tolong ini sudah Sahabat kenal dengan baik.

Jelaskan juga batas-batas yang harus dipatuhi, misalnya untuk tidak masuk ke kamar tertentu, menjaga rumah tetap bersih, dan sebagainya. Sahabat bisa mengunci kamar yang memang benar-benar private untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan.

Titip Kunci Rumah pada Tetangga

Penting sekali untuk memiliki hubungan yang baik dengan tetangga. Sehingga ketika Sahabat harus pergi beberapa hari untuk mudik, ada orang yang bisa dipercaya untuk menitipkan kunci rumah. Apabila ada hal-hal di luar dugaan yang terjadi, tetangga adalah orang yang paling pertama bisa mendengar dan memutuskan untuk melakukan sesuatu. Sehingga jika misalnya ada asap keluar dari rumah Sahabat, tetangga dapat langsung membuka pintu dan membantu untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan menitipkan kunci kepada tetangga, Sahabat juga bisa menitipkan pesan untuk menyalakan lampu depan pada malam hari dan mematikannya kembali di pagi hari, sehingga lebih memberikan kesan bahwa rumah tidak sedang mudah untuk diincar.

Beri Kesan Ada Orang di Rumah

Hal yang dapat dilakukan untuk memberikan kesan rumah tidak kosong adalah dengan menyiasati halaman, seperti menaruh beberapa sandal di depan rumah Sahabat. Kemudian jika Sahabat berlangganan sesuatu seperti susu atau koran, jangan lupa untuk memberitahukan kepada pengantar langganan untuk berhenti sesaat karena akan mudik. Koran yang bertumpuk dapat mengindikasikan bahwa rumah sedang kosong dan mudah dijarah.

Jika di depan rumah Sahabat ada pohon besar yang cukup banyak merontokkan daunnya setiap hari, cobalah minta bantuan pada tetangga Sahabat yang tidak mudik untuk ikut membantu menyapunya sehingga halaman depan tetap terlihat bersih. Atau Sahabat juga bisa memberikan tugas ini pada orang yang dipercaya seperti tukang kebun yang sudah dikenal tanpa harus orang kepercayaan tersebut masuk ke dalam rumah.

Hindari Pamer yang Tidak Perlu

Salah satu ritual wajib yang dilakukan untuk masyarakat Indonesia yang umumnya sudah memiliki smartphone adalah melakukan update di media sosial mengenai kegiatan mudiknya. Dari mulai berangkat, selama perjalanan, sampai di kampung halaman, semuanya bisa dijadikan ajang pamer di media sosial.

Batasi informasi yang disebar di social media

Kelakuan impulsif saat bepergian jauh ini sebaiknya tidak dilakukan jika memang tidak terlalu perlu. Karena di media sosial, berita dapat menyebar dengan sangat cepat. Bisa jadi bukan hanya orang-orang yang ada di lingkaran pertemanan Sahabat saja yang mengetahui bahwa Sahabat sedang dalam perjalanan meninggalkan rumah dalam waktu lama.

Pasang CCTV

rh_dlink-ipcam
Salah satu produk CCTV yang bisa terhubung ke Internet

CCTV atau closed circuit tele vision merupakan sistem kamera pengaman yang digunakan untuk mengawasi suatu area. Penggunaan CCTV di rumah semakin umum dikarenakan harganya yang semakin terjangkau. Pasanglah CCTV di rumah Sahabat jika ingin mendapat ketenangan extra selama meninggalkan rumah. Pilih CCTV yang bisa terhubung ke internet agar Sahabat bisa memonitor rekaman rumah dimanapun Sahabat berada. Saat ini kamera CCTV yang terhubung ke Internet bisa didapat dengan harga dibawah Rp. 500 ribu rupiah. Bukan hal yang mahal untuk ketenangan Sahabat bukan?

Nah, jika Sahabat sudah melakukan tips diatas, langkah selanjutnya hanyalah berupaya berdoa agar rumah Sahabat selalu aman dan dalam lindungan-Nya. Kemudian apa lagi yang perlu dikhawatirkan? Mudik menjadi aman tanpa bayang-bayang aksi kejahatan.

 

Referensi :

http://www.kompasiana.com/memei.landak/10-tips-aman-meninggalkan-rumah-saat-mudik-lebaran_55a3e6804b7a61730d63f386

Gambar :

http://www.aktual.com/pengamat-dampak-sosial-media-orang-jadi-malas-kerja/

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here