Melindungi Anak dari Bahaya Terjebak Sengatan Panas di Dalam Mobil

Sahabat mungkin pernah terbayang untuk meninggalkan anak yang tertidur di dalam mobil ketika kita harus keluar sebentar seperti ke toilet atau ke mini market. Masalahnya, perilaku seperti ini bisa sangat membahayakan bagi anak salah satunya karena bahaya sengatan panas (heatstroke).

Sengatan panas dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya pada organ dalam dan resiko terburuknya bisa menyebabkan kematian. Anak kecil memiliki resiko yang lebih besar terhadap sengatan panas karena badannya memanas tiga sampai lima kali lebih cepat dibanding orang dewasa.

Sebuah survei statistik di Amerika Serikat menunjukkan bahwa pada tahun 2013 terjadi 49 kematian anak karena sengatan panas di dalam kendaraan pribadi dan 54% terjadi karena pengasuh atau yang bertanggung jawab pada anak tersebut “lupa” telah meninggalkan anak sendirian di dalam mobil.

Kaca jendela mobil biasanya dapat ditembus oleh gelombang radiasi matahari dan dapat langsung memanaskan objek yang terpapar sinar seperti dashboard, setir, atau tempat duduk. Bisa Sahabat bayangkan bagaimana dampaknya ketika sengatan panas ini terjadi pada bayi atau balita yang tidak bisa meminta tolong selayaknya orang dewasa.

Untungnya kecelakaan ini sangat bisa kita cegah. Dengan beberapa langkah sederhana, Sahabat bisa menghindari bahaya sengatan panas di dalam mobil pada anak. Berikut 3 hal yang dapat sahabat lakukan.

Kurangi Risiko dengan ACT

A: Avoid (Menghindari)

Hindari penyakit atau kematian karena sengatan panas dengan tidak meninggalkan anak Sahabat sendirian di dalam mobil, walau sedetikpun. Pastikan tidak ada orang di mobil dan mobil selalu terkunci ketika Sahabat sedang tidak berada di mobil sehingga si kecil tidak akan bisa masuk dengan sendirinya.

C: Create (Membuat)

Buatlah pengingat dengan meletakkan benda di belakang mobil Sahabat, tepat disamping anak Sahabat, misalnya tas kantor, dompet, atau handphone Sahabat, lebih tepatnya barang yang akan anda gunakan nantinya setelah sampai di tujuan. Hal ini penting jika Sahabat sedang tidak menjalankan rutinitas normal Sahabat.

T: Take Action (beraksi)

Jika Sahabat melihat seorang anak kecil berada sendirian di mobil, segera hubungi petugas darurat setempat. Petugas darurat memang ditugaskan untuk menerima panggilan anda, dan dilatih untuk merespon keadaan semacam ini. Sebuah panggilan darurat kemungkinan dapat menyelamatkan satu jiwa.

Buat Pengingat Tambahan dan Komunikasikan Dengan Tempat Penitipan Anak

  • Buatlah pengingat (reminder/alarm) di gadget Sahabat untuk mengingatkan Sahabat mengantarkan anak ke tempat penitipan anak (day care) jika Sahabat akan bepergian dengan meninggalkan anak.
  • Kembangkan rencana dengan tempat penitipan anak atau sekolah, sehingga ketika si kecil datang terlambat, Sahabat akan segera dihubungi secepatnya. Khususnya berhatilah-hatilah jika Sahabat merubah rutinitas anda sehingga jadwal penitipan anak menjadi berubah. Adanya perubahan rutinitas dapat membuat anda lupa telah membawa anak anda di dalam mobil.

Ajari Anak untuk Tidak Bermain di Dalam Mobil

  • Pastikan kendaraan Sahabat selalu terkunci ketika tidak digunakan, termasuk pintu dan bagasi. Simpan kunci remote kendaraan pada tempat yang tidak terlihat atau tidak terjangkau oleh anak.
  • Ajari anak Sahabat bahwa bagasi bukan tempat aman untuk bermain. Jika si kecil menghilang, segera minta bantuan dan cek kolam renang, kendaraan, dan bagasinya.
  • Jika anak terkunci di dalam mobil, keluarkan secepatnya dan hubungi petugas medis setempat. Petugas darurat dilatih untuk mengecek tanda-tanda sengatan panas.

Itulah 3 tips melindungi anak dari bahaya sengatan panas khususnya yang sering terjadi di dalam mobil. Mari lindungi anak dan keluarga dari ancaman penyakit atau bahaya yang bisa terjadi kapanpun dimanapun dan biasakan untuk hidup sehat dan aman bersama keluarga tercinta.

 

Sumber : www.safekids.org

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here