Melindungi Anak dari Bahaya Peralatan Listrik di Rumah

Listrik dan peralatan listrik sudah menjadi bagian dari hidup manusia di masa kini untuk mempermudah berbagai urusan dengan berbagai fungsi yang ditawarkan. Namun, di sisi lain, dalam penggunaanya peralatan listrik memiliki risiko bahaya yang terkadang tidak kita sadari. Penggunaan peralatan yang tidak standar atau penggunaan alat – alat diluar kapasitas semisal ekstensi kabel dan konektor (T) yang berlebihan adalah salah satu contoh sikap abai kita akan keselamatan terhadap bahaya listrik. Mari simak tips-tips untuk mengurangi bahaya peralatan listrik dalam penggunaan sehari-hari.

Sahabat, listrik tentunya dapat membahayakan bagi anak-anak. Kita di Indonesia baru-baru ini dikagetkan dengan kabar seorang anak berusia 7 tahun yang meninggal karena tersengat listrik saat bermain di area sekitar kolam renang. Hal ini tentu sangat memprihatinkan.

Rupanya angka kematian anak dikarenakan bahaya listrik cukup besar. Menilik data dari National Fire Protection Association di Amerika Serikat, sekitar 12 anak meninggal dunia setiap tahunnya akibat sengatan listrik. Cukuplah data tersebut mengingatkan kita akan betapa besarnya bahaya listrik dan menggugah kesadaran kita akan perlunya rumah dan lingkungan yang aman bagi anak-anak kita.

Melalui artikel ini, akan dibahas trik-trik sederhana yang bisa sahabat lakukan untuk menghindarkan keluarga, terutama anak dari bahaya sengatan listrik.


Gunakan peralatan/komponen listrik yang telah memenuhi standar national Indonesia (SNI)

Peralatan yang tidak berstandar cenderung lebih mudah untuk rusak. Potensi bahaya yang disebabkan kerusakan alat ini sangat tinggi mengingat sifatnya yang cenderung tidak terduga.

Salah satu konsekuensi terburuk dari kerusakan sebuah komponen listrik adalah hilangnya kemampuan isolasi dari alat tersebut yang bisa berakibat terpaparnya aliran arus listrik (Earth Leakage), yang mana dalam hal ini melalui perantaraann benda-benda disekitar alat tersebut arus listrik mengalir ketanah. Sangat berbahaya apabila arus listrik yang terpapar ini tersentuh oleh manusia. Arus listrik yang notabene adalah arus electron ini akan selalu mengalir ke tempat dengan hambatan listrik yang lebih rendah.

Tubuh manusia mempunyai hambatan listrik yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan tanah. Karena itulah tubuh kita akan otomatis menjadi bagian dari jalur arus listrik ini jika salah satu bagian tubuh kita terpapar ke sumber listrik, inilah yang dinamakan tersengat listrik (electrocution). Belum lagi bahaya turunan semisal terjadinya hubungan pendek yang bisa memicu terjadinya kebakaran.

Gunakan stop kontak listrik yang berpelindung

Biasanya stop kontak berada cukup rendah sehingga mudah dijangkau oleh anak. Secara visual, bentuk kontak listrik mirip wajah dengan dua mata atau mirip dengan mainan milik mereka. Hal ini sering membuat anak-anak menjadi tertarik. Ini dapat memicu anak untuk mendekat dan mungkin memasukkan sesuatu ke dalam lubang colokan.

Maka pastikan semua kontak listrik baik yang terpasang di tembok maupun ekstensi dan lainnya selalu terlindung.  Jangan pula lupa terhadap kontak listrik yang tersembunyi di balik furnitur. Mengapa demikian? Karena meskipun tersembunyi dari kita (sebagai orang dewasa), stop kontak yang terletak tersembunyi ini bisa jadi menarik perhatian anak kecil.

Di pasaran ada jenis kontak listrik yang memiliki pelrh_melindungi-anak-dari-bahaya-listrik-1indung atau kadang disebut dengan tamper resistant receptacle. Stop kontak (colokan listrik) tipe ini memiliki penutup lubang colokan yang hanya bisa terbuka jika kedua lubang  terdorong oleh colokan listrik yang berukuran standard. Tutup colokan tidak akan terbuka jika anak mencoba memasukan benda tajam ke satu lubang saja.

Hal ini tentunya mengurangi resiko tersetrum pada anak yang secara tidak sadar sedang bermain-main dengan colokan listrik. Pilihlah jenis ini dan yang sudah memiliki standar SNI. Di Indonesia sendiri produk tamper resistant receptable juga dikenal dengan stop kontak dengan fitur “child protection” dan bisa didapat dari stop kontak seperti dari merek Panasonic.

Bagaimana bila kontak listrik yang ada di rumah Sahabat tidak ada pelindungnya? Jangan khawatir, karena sekarang telah ada alat tambahan untuk menutup kontak listrik. Child proof electrical outlet cap (tutup pelindung stop kontak dari anak) bisa ditancapkan pada stop kontak, terbuat dari plastik dan sulit dibuka oleh anak sehingga anak tidak dapat memasukkan benda-benda berbahaya ke dalan kontak listrik. Produk seperti ini terdapat di beberapa toko online. Sahabat juga bisa mendapatkannya di IKEA melalui seri Patrul Safety Plug nya.

rh_melindungi-anak-dari-bahaya-listrik-2

Ada alat lain bernama lapisan (cover) kontak listrik, alat ini terbuat dari plastik dan berguna untuk mencegah anak mencabut steker sehingga steker yang telah terpasang akan tetap aman di tempatnya. Alat ini bisa didapat di situs online seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Bahaya peralatan listrik

Gulunglah sambungan kabel yang terlalu panjang.

Anak-anak akan menganggap kabel yang tergantung sebagai sesuatu yang menarik. Maka pastikan semua kabel yang terlalu panjang selalu tergulung rapi dan tidak dapat dijangkau oleh anak. Kabel listrik yang dimaksud, kadang berwarna-warni dan menjadi hal yang disukai oleh anak-anak untuk dijadikan mainan, digigit, atau lainnya. Kabel yang menggantung juga harus dihindari karena anak mungkin tertarik untuk meraihnya.

Sebaiknya Sahabat menggunakan sambungan kabel yang bisa digulung, sehingga Sahabat bisa mengatur panjang kabel secukupnya saat dibutuhkan. Kemudian, gulungan kabel dapat kita letakkan di luar jangkauan anak.

Sambungan kabel model gulung bukan tidak memiliki kelemahan. Terlalu sering digulung akan menyebabkan kemungkinan kabel menjadi aus karena gesekan sehingga terkelupas. Oleh sebab itu periksalah secara berkala gulungan kabel, apakah ada bagian yang terkelupas, panas atau lainnya. Bila dijumpai ada bagian kabel yang mengalami kerusakan, sebaiknya segera diganti dengan gulungan kabel yang baru.

Hindari memberi beban berlebih pada stop kontak model T

Ini adalah model tambahan stop kontak yang paling populer dan luas digunakan karena harganya yang cukup murah. Sayang sekali model ini memiliki kelemahan dan bahaya terhadap anak-anak. Kelemahannya adalah model ini bisa memberikan beban listrik yang terlalu besar pada satu stop kontak. Beban ini mungkin saja tidak bisa ditangani oleh stop kontak karena lebih besar daripada yang seharusnya.

Mungkin Sahabat pernah melihat alat ini hangus atau kepanasan sehingga berubah bentuk, ini adalah ciri bahwa sesungguhnya arus listrik yang melewatinya lebih besar dari seharusnya, disamping kemungkinan adanya kontak atau hubungan fisik yang tidak sempurna. Pastikan bahwa penggunaan tambahan stop kontak T tidak dibebani peralatan yang berlebihan dan pastikan pula keberadaan sambungan ini di luar jangkauan anak anak.

Cabut kabel peralatan yang tidak dipakai demi keamanan.

Adakalanya anak kita mengalami masa-masa eksplorasi terhadap lingkungan sekitar disertai rasa ingin tahu yang besar. Anak kita mungkin saja tanpa kita sadari meniru apa yang sehari-hari kita lakukan seperti misalnya menghidupan microwave, menghidupkan mesin cuci, dan sebagainya.

Hal ini tentu saja bisa menimbulkan bahaya bagi si anak, baik bahaya tersengat listrik maupun bahaya secara fisik seperti  tangan yang terjepit atau terputar pada mesin cuci, dan lain sebagainya. Jadi, ingatlah untuk selalu mencabut kabel listrik (power cord) untuk mencegah bahaya yang tidak perlu.

Kebiasaan ini juga akan menghemat biaya karena mencegah anak-anak secara tidak sengaja menghidupkan peralatan listrik tersebut.

Gunakan Plug Lock

Jika kabel sudah dicabut dari kontak listrik lalu bagaimana kalau anak-anak mencoba memasang kabel kembali? Untuk mencegah anak memasukkan pin steker  ke stop kontak, Sahabat dapat memasang alat pelindung bernama Plug Lock. Alat ini dipasang pada bagian pin steker. Terdapat sebuah kunci pengaman sehingga tidak akan bisa dilepaskan tanpa anak kunci.

rh_melindungi-anak-dari-bahaya-listrik-3

Pasang fasilitas arde atau grounding

Mungkin tidak semua Sahabat disini mengetahui bahwa kita di Indonesia mempunyai pedoman baku instalasi listrik yang bernama Pedoman Umum Instalasi Listrik (PUIL). Di dalam PUIL dijelaskan bagaimanakah instalasi listrik yang baik itu, termasuk bagaimana cara untuk membangun fasilitas groundingnya (yang kalau dalam PUIL dikenal dengan istilah pembumian).

Tidak dipungkiri bahwasannya ada beberapa peralatan listrik dirumah yang harus bekerja dalam jangka waktu yang panjang atau terus menerus, seperti kulkas atau dispenser. Sangat dimungkinkan peralatan yang bekerja terus menerus pada akhirnya rusak dan bisa berakibat menurunnya atau hilangnya kemampuan isolasi listrik.

Telah dijelaskan diatas bahaya yang bisa terjadi jika suatu alat kehilangan kemampuan isolasi. Salah satu fungsi grounding di jaringan listrik rumah adalah menghantarkan arus atau tegangan listrik yang bocor langsung ke tanah sehingga tidak menjadi bahaya bagi manusia.

Mengingat pentingnya fungsi grounding, kami sarankan Sahabat semua untuk memastikan apakah intalasi listrik dirumah kita telah terpasang dengan baik, apakah rumah kita dilengkapi dengan sistem grounding yang baik dan sebagainya. Sebagai langkah awal, Sahabat bisa memulai dengan membaca PUIL (sampai tulisan ini diterbitkan, yang terbaru adalah PUIL 2000).

Demikian beberapa tips yang dapat kami bagikan. Mari bersama kita ciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi anak-anak dan terus pantau keselamatankeluarga.com untuk tips-tips keselamatan & keamanan berikutnya.

 

Ilustrasi power plug by Tristan Schmurr / CC BY

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here