Bahaya Kebakaran di Rumah : Langkah Evakuasi Saat Terjadi Kebakaran

[EXIT -->] by Martin Abegglen / [CC BY-SA 2.0]

Halo Sahabat Keselamatan Keluarga. Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas mengenai alat pemadam api ringan – APAR, pada artikel ini mari kita membahas mengenai langkah evakuasi saat terjadi kebakaran.

Sahabat, jika kebakaran sudah terjadi dan tidak bisa kita hindari di tempat dimana kita berada, baik di rumah, apartemen, tempat umum, atau kantor, ada baiknya kita mencermati beberapa hal. Setiap detik menjadi hal yang sangat berharga saat terjadi kebakaran. Memanfaatkan waktu yang ada untuk keluar sesegera dan secepat mungkin adalah kunci keselamatan kita.

Jika alarm api berbunyi atau jika Sahabat mengetahui rumah yang Sahabat tempati sedang terbakar, berikut beberapa hal perlu Sahabat cermati:

  • Jangan panik. Beritahu semua orang yang berada di dalam rumah untuk segera evakuasi keluar dari rumah menggunakan jalan keluar yang ada. Karena jika Sabahat sudah terkena panic attack, bisa dipastikan segalanya akan kacau dan Sahabat pun tidak akan bisa berfikir dengan jernih.
  • Jika memungkinkan, kita dapat pastikan dulu darimana sumber api itu berasal, serta matikan listrik atau peralatan listrik untuk menghindari bahaya lain yang dapat timbul dari kebakaran.
  • Jika ada asap atau api menghalangi pintu keluar utama, cari alternatif jalan keluar, gunakan pintu keluar yang lain. Pertimbangkan tangga darurat jika ada dan dirasa aman. Jika anda tinggal di gedung bertingkat seperti apartemen, jangan gunakan lift.
  • Hati-hati, pintu tempat kita masuk, belum tentu menjadi tempat yang aman untuk kita keluar saat kebakaran. Pastikan kita mengetahui posisi tangga darurat atau rute emergency saat berada di gedung, apartemen, atau ruang publik lain. Tangga darurat seharusnya didesain sedemikian rupa, sehingga mampu menahan api lebih lama daripada bagian lain di dalam gedung.
  • Asap adalah benda yang sangat beracun. Keluarlah dengan merangkak jika terpaksa harus keluar rumah dengan melalui kepulan asap. Karena sifat dan berat jenisnya, asap memiliki kecenderungan untuk berada diatas udara bersih yang tersisa. Sebagian besar orang meninggal pada kejadian kebakaran kareng pingsan setelah menghirup asap yang terlalu banyak.
  • Lupakan barang yang tertinggal, jangan berhenti atau menoleh kebelakang hanya untuk menyelamatkan barang-barang atau hewan peliharaan. Hargai nyawa Sahabat dan keluarga, diatas barang dan hewan peliharaan Sahabat.
  • Jika memungkinkan, tutuplah pintu ruangan diamana api berada dan atau bermula untuk memperlambat penyebaran api.
  • Lakukan pengecekan pada setiap ruangan. Sebelum membuka sembarang pintu, coba sentuh pintunya dengan punggung telapak tangan. Jangan dibuka jika terasa panas, kemungkinan besar ada api dibalik pintu.
  • Jika pakaian kita terbakar, berhenti kemudian berbaringlah dilantai dengan menutupi muka, bergulinglah berulang-ulang. Atau minta bantuan orang lain jika ada untuk menutup api dengan kain/mantel yang basah. Hanya gunakan air dingin sebagai pertolongan pertama dan segeralah meminta bantuan medis
  • Jangan pernah mencoba kembali ke dalam rumah. Tunggu di tempat yang aman dari api. Beritahu petugas pemadam kebakaran dengan detail jika masih ada orang atau hewan peliharaan yang masih tertinggal di dalam.
  • Lakukan perhitungan jumlah dan pemeriksaan kondisi anggota keluarga untuk memastikan Sahabat dan keluarga sudah berhasil melakukan evakuasi dari lokasi kebakaran menuju titik kumpul / muster point yang sudah disepakati bersama.
  • Saat tiba di titik kumpul, perhatikan arah angin, jangan sampai panas api mengarah ke tempat kita berkumpul. Jika hal itu terjadi, cari titik kumpul lain yang tidak terkena aliran panas api.
  • Saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kebakaran, jangan pernah mengambil selang pemadam kebakaran. Biarkan petugas pemadam menjalankan tugasnya. Jangan membatu, kecuali jika diminta bantuan oleh petugas pemadam kebakaran.

Setelah api padam dan dipastikan aman, Sahabat dapat melakukan hal sebagai berikut :

  • Lakukan inventarisasi barang-barang yang rusak dan yang masih tersisa
  • Jika harus meninggalkan rumah, koordinasikan keamanan rumah dengan perangkat lingkungan dimana Sahabat tinggal seperti RT/RW atau pihak Kepolisian.
  • Hubungi pihak asuransi untuk bantuan-bantuan yang dirasa perlu jika Sahabat mempunyai asuransi rumah atau barang lainnya.

Pelajari Jalur Evakuasi Darurat

https://fire.arlingtonva.us/safety/escape-plans/
https://fire.arlingtonva.us/safety/escape-plans/

Peluang menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran berbanding lurus dengan kesiapan kita untuk menghadapinya.

Mengetahui kemana harus melarikan dan mengevakuasi diri adalah salah satu peluang besar untuk selamat dari kebakaran. Jika sebelumnya sudah disiapkan, ada baiknya kita biasakan untuk berlatih menggunakan jalur evakuasi itu minimal dua kali dalam setahun. Berikut beberapa tips dan pertimbangan dalam merencanakan dan memilih jalur evakuasi:

  • Siapakan minimal dua jalur evakuasi untuk setiap ruangan di rumah/apartemen kita. Jalur alternatif akan dibutuhkan ketika jalur utama kita tertutup api. Jalur keluar alternatif bisa berupa jendela keluar menuju atap tetangga atau tangga lipat menuju bagian rumah lain. Pastikan jalur evakuasi bebas dari hambatan apapun.
  • Pastikan peralatan pendukung jalur evakuasi darurat di rancang dengan spesifikasi teknis yang tinggi. Jika menggunakan tangga lipat, usahakan munggunakan tangga yang tersertifikasi (dapat dilihat dari capnya)
  • Pastikan semua jendela dan pintu keluar yang menjadi bagian jalur evakuasi, tidak macet dan gampang dibuka. Jika ada lapisan kasa atau aksesoris lain, pastikan itu mudah dibuka atau dilepas.
  • Berlatihlah melalui jalur evakuasi yang sudah Sahabat siapkan dalam keadaan gelap gulita dan mata tertutup. Lakukan secara rutin, minimal 2 kali setahun.
  • Pintu dan jendela dengan teralis besi haruslah terpasang dengan mekanisme pelepasan yang mudah. Pastikan seluruh anggota keluarga mampu untuk melakukannya. Kalaupun semua jendela membutuhkan teralis, Sahabat dapat mengakalinya dengan memasang teralis portable yang dapat dibuka dengan gembok pada salah satu jendela yang Sahabat rencanakan untuk evakuasi.
  • Mintalah bantuan petugas pemadam kebaran atau kawan yang paham dan berkompeten, untuk mengevaluasi jalur evakuasi yang Sahabat buat.
  • Buatlah poster informatif tentang jalur evakuasi dirumah anda. Tempatkan di titik-titik strategis yang mudah dilihat. Lengkapi poster tersebut dengan info nomor-nomor yang dapat dihubungi dalam kondisi darurat seperti nomer dinas pemadam kebakaran setempat.

Evakuasi Kebakaran

Semua informasi yang Kami bagikan diatas sebenarnya hanyalah hal-hal umum yang kami yakin Sahabat semua sudah mengetahui dan memahaminya. Tetapi adakalanya ketika hati dan pikiran kita tidak fokus saat kejadian kebakaran, pengetahuan dasar-dasar keselamatan ini sering kita lupakan.

Ingat, kebakaran di rumah tangga biasa terjadi karena kelalaian kita sendiri.

Mari kita biasakan untuk menjalani hari dengan kesadaran akan pentingnya keselamatan, menerapkan, dan menularkan ke orang-orang sekitar kita, sehingga keselamatan menjadi kebiasaan yang tidak gampang kita lupakan.

Tidak ada ruginya menerapkan kesadaran akan pentingnya keselamatan, karena disitulah semua yang berharga untuk kita, rumah, dan keluarga bergantung.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here