Tips Keselamatan Anak di Kolam Renang

https://pixabay.com/en/pool-kids-playing-kids-swimming-929104/
Keselamatan di kolam renang

Berenang memang kegiatan yang menyenangkan untuk diluangkan bersama keluarga, terutama dilakukan bersama anak. Akan tetapi, berenang juga memiliki resiko bahaya yang cukup tinggi bagi anak-anak. Seperti yang sempat terjadi baru-baru ini : Seorang Balita Tewas Tenggelam di Kolam Renang Hotel di Makassar.

Berikut beberapa tips yang dapat Sahabat lakukan untuk menikmati aktivitas berenang yang aman bersama anak ataupun keluarga, terutama di kolam renang.

Selalu Awasi Anak Saat Berenang!

Selalu awasi aktivitas anak selama berada di dalam dan di sekitar kolam renang. Jangan pernah tinggalkan anak di sekitar atau di dalam air tanpa diawasi. Risiko terpeleset, terjatuh, dan tenggelam adalah risiko terbesar pada kegiatan berenang di kolam renang. Tingkat kewaspadaan anak belum sebesar orang dewasa, oleh karena itu, segala kegiatan anak perlu diawasi saat berada di sekitar air.

Idealnya, setiap kolam renang memiliki petugas Water Watcher yang bertugas mengawasi aktivitas orang di kolam renang. Petugas ini umumnya belum tersedia di sebagian besar kolam renang publik di Indonesia. Oleh karena itu, Sahabat harus mengandalkan diri Sahabat sendiri untuk meyakinkan anak bermain secara aman di kolam renang.

Kalaupun area berenang sudah memiliki petugas penyelamat atau Water Watcher, bukan berarti orang tua dapat melepas tanggung jawabnya untuk mengawasi aktifitas anak. Orang tua tetap bertanggung jawab penuh mengawasi aktivitas anak di area berenang. Hal ini dikarenakan petugas penyelamat tidak dapat mengawasi seluruh area dan seluruh kegiatan dengan sempurna.

Jangan Bermain Gadget Selama Mengawasi Anak!

Dewasa ini, penggunaan gadget, terutama smartphone, tidak bisa Kita hindari karena sangat banyak fungsi yang dapat kita gunakan untuk memudahkan hidup ataupun berkomunikasi dengan keluarga atau kawan. Akan tetapi penggunaan gadget ini cenderung menjadi candu bagi pengguna nya, sehingga penggunanya sulit untuk lepas dari gadget.

Alangkah bijaksananya Sahabat untuk meninggalkan gadget Sahabat sementara, selama berada di kawasan kolam renang, terutama jika Sahabat sedang mengawasi anak berenang. Penggunaan gadget dapat menurunkan kewaspadaan terhadap apa yang terjadi di sekitar kita. Perhatian Sahabat akan lebih terfokus pada gadget dibandingkan untuk mengawasi anak berenang.

Anak dapat tenggelam dan meninggal dalam hitungan menit, bahkan detik. Pusatkan perhatian dalam mengawasi aktivitas anak di kolam renang. Kalaupun terpaksa untuk beranjak dari mengawasi anak, pastikan ada orang dewasa lain yang dapat menggantikan peran mengawasi anak.

Apalah arti gadget dibandingkan nyawa anak?

Ajari Anak Cara Berenang

Sama seperti berjalan, berenang merupakan keahlian dasar penting yang perlu dimiliki setiap orang pada kehidupan sehari-hari. Selain itu, berenang juga menyenangkan dan menyehatkan. Lengkapilah kemampuan berenang pada buah hati tercinta sesuai dengan usianya. Selalu dampingi mereka selama berlatih dan pastikan program pelatihan dilakukan dengan aman.

Sahabat dapat mengikutkan anak pada kursus berenang bersama instruktur renang terpercaya, atau Sahabat dapat mengajarkan langsung bagaimana cara berenang yang baik dan aman pada anak. Akan lebih baik jika anak belajar berenang dari orang tua nya langsung, karena selama proses belajar, ikatan emosional dan batin antara orang tua dan anak dapat lebih terjalin dengan baik.

Ajari Anak Menghindari Saluran Air Kolam Renang

Setiap kolam renang memiliki saluran dan sistem sirkulasi air untuk mengirim dan mengeluarkan air dari kolam renang. Saluran ini umumnya menggunakan bantuan pompa untuk mendorong atau menghisap air, dan umumnya terletak pada bagian bawah kolam renang

Saluran ini memiliki potensi bahaya jika tidak didesain dengan baik. Saluran sirkulasi kolam dapat menghisap bagian tubuh anak dan menyebabkan anak tenggelam.

Baca : Tersedot Mesin Pengisian Kolam, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas 

Bahaya terhisap saluran sirkulasi kolam renang – The Pool Safety Council

Gunakan Penutup Saluran Sirkulasi Air yang Aman

Kecelakaan terhisap saluran sirkulasi kolam bukan tidak dapat dihindari. Ada standar bentuk saluran pembuangan yang dapat mengurangi resiko kecelakaan terhisap saluran sirkulasi kolam. Jadilah orang tua yang peduli dengan bertanya kepada operator kolam renang tentang standar keamanan dan keselamatan kolam renang yang mereka terapkan. Pastikan kolam sudah didesain dengan aman atau lakukan pengawasan anak yang lebih ketat jika dirasa sistem sirkulasi kolam renang kurang aman.

Perhatikan Tanda-tanda Peringatan Yang Ada di Kolam

Kolam renang publik yang baik harus memiliki tanda-tanda peringatan yang baik, informatif, dan mudah terlihat oleh penggunanya. Tanda peringatan dapat berupa indikasi kedalaman kolam, tanda hati-hati tergelincir, batas kolam dalam dan kolam dangkal, dan sebagainya.

Tanda-tanda ini berfungsi untuk mengingatkan penggunanya untuk selalu waspada dalam berkegiatan di area kolam.

Pelajari Teknik “Pernapasan buatan” atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR)

Pelajari teknik CPR atau yang biasa dikenal dengan “Pernafasan Buatan”. Teknik ini adalah teknik pertolongan pertama yang efektif untuk membantu menyelamatkan orang pada kejadian tenggelam. Teknik ini juga sangat bermanfaat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat medis.

Sahabat dapat mengikuti pelatihan CPR atau first aid seperti yang biasa diselenggarakan oleh SIAGA maupun SafekidsIndo .

Pelatihan CPR oleh SIAGA

Sebuah contoh anak tenggelam yang berhasil diselamatkan : CPR successfully for a child from drowning (Catatan: video ini, walau secara metode masih belum sempurna, menggambarkan suasana darurat yang memerlukan CPR.)

Tetap Sehat dan Selamat ya Sahabat!


Referensi :  www.safekids.org  dan https://www.poolsafely.gov/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here