Kamera ETLE Mulai “Intip” Aktivitas Pengendara di Jakarta

Ilustrasi Kamera lalu lintas
Ilustrasi Kamera lalu lintas

Pengendara mobil di Jakarta tidak lagi seleluasa dulu. Pengemudi yang sibuk bertelepon-ria atau tidak mengenakan sabuk pengaman bisa tercatat sebagai pelanggar lalu lintas meski tidak ada petugas yang berjaga di dekatnya. Kamera pengawas siap mengintai aktivitas pengemudi di dalam mobil.

Sejak 1 Juli 2019, sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) diberlakukan. Ditlantas Polda Metro Jaya telah memasang 12 kamera ETLE di sepuluh titik di ruas jalan Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat. Ke-10 titik tersebut ialah jembatan penyeberangan MRT Bundaran Senayan Ratu Plaza, jembatan penyeberangan MRT Polda Metro Jaya, jembatan penyeberangan depan Kementerian Pariwisata, jembatan penyeberangan MRT dekat Kemenpan-RB, jalan layang Sudirman ke Thamrin, jalan layang Thamrin ke Sudirman, simpang Bundaran Patung Kuda, simpang Sarinah sisi Bawaslu, simpang Sarinah sisi Starbuck, dan jembatan penyeberangan Plaza Gajah Mada.

Seperti dikutip dari sindonews.com, dari 12 kamera tersebut, dua kamera telah dipasang sejak 1 November 2018 lalu. Pada September atau Oktober 2019, sebanyak 81 kamera lagi akan ditambahkan di sejumlah titik. Pada tahap pertama, kamera ETLE akan dipasang di kawasan Kota Tua, Jalan Gajah Mada, Simpang Harmoni, Jalan Medan Merdeka Barat (Jakarta Pusat), hingga Blok M (Jakarta Selatan). Di tahap kedua, Grogol (Jakarta Barat) hingga Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta Timur) akan mendapat giliran. Tahap ketiga akan meliputi Jalan HR Rasuna Said hingga Mampang (Jakarta Selatan). Tahap keempat meliputi kawasan Cawang, Jalan DI Panjaitan (Jakarta Timur), hingga Jalan Cempaka Putih (Jakarta Pusat).

Kamera Canggih

Kamera-kamera yang telah dan akan dipasang tersebut, seperti dikutip dari sindonews.com, terdiri dari tiga jenis. Pertama, automatic number plate recognition (ANPR). Kamera ini dapat mendeteksi pelanggaran marka dan lampu lalu lintas serta pelat nomor kendaraan. Kedua, check point. Kamera ini dapat mendeteksi pelanggaran sistem ganjil genap, penggunaan sabuk pengaman, dan penggunaan ponsel. Ketiga, speed radar. Dihubungkan dengan check point, kamera ini dapat mengetahui kecepatan kendaraan yang melintas.

Dengan fiturnya yang canggih, bukan hanya mengetahui nomor kendaraan, kamera ETLE juga mampu menembus kaca gelap mobil sehingga bisa mendeteksi pengendara yang tidak menggunakan sabuk pengaman atau bermain ponsel saat mengemudi.

Kepala Seksi STNK Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazlurrahman, seperti diambil dari kompas.com, menjelaskan cara kerja tilang menggunakan kamera ETLE. Pertama-tama, kamera ETLE menangkap gambar kendaraan yang melintas di depannya yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas. Jenis kendaraan dan pelanggaran yang dilakukan pengendara akan terdeteksi secara otomatis. Hasil tangkap kamera tersebut kemudian disajikan kepada petugas di TMC Polda Metro Jaya. Petugas kemudian memverifikasi jenis pelanggaran untuk selanjutnya menerbitkan surat konfirmasi.

Surat konfirmasi tersebut dikirimkan ke alamat pengemudi yang melakukan pelanggaran seperti yang terdeteksi kamera. Pengemudi diberi waktu 14 hari untuk melakukan pembayaran denda. Apabila setelah 14 hari pengemudi tidak melakukan pembayaran, STNK pengemudi akan diblokir dan tidak dapat diperpanjang pada waktunya. Untuk keperluan itu, puluhan petugas akan bekerja selama tiga shift setiap harinya.

Sejak dimulainya uji coba tilang elektronik pada 1 Oktober 2018, pemilik kendaraan yang akan melakukan balik nama kendaraan atau pajak tahunan wajib mencantumkan nomor ponsel dan alamat e-mail di Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Hal tersebut diberlakukan agar petugas mudah menghubungi pengemudi dalam mengirimkan surat tilang.

Hasil Positif

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widiatmoko, seperti dinukil dari sindonews.com, mengatakan uji coba penerapan tilang elektronik di Jalan Thamrin menunjukkan hasil yang positif. Angka kecelakaan dan jumlah pelanggar aturan lalu lintas di ruas jalan tersebut menurun. Pendapatan pajak kendaraan bermotor juga mengalami peningkatan.

Di samping itu, karena kamera ETLE, kasus pemalsuan nomor kendaraan terbongkar. Dikutip dari sindonews.com, seorang pemilik mobil bernama Radityo Utomo menerima kiriman surat tilang. Nomor pelat mobilnya tercatat melakukan pelanggaran lalu lintas. Karena merasa tidak bersalah, Radityo mengungkapkan kekecewaannya di akun Twitter-nya. Ia menduga seseorang telah memalsukan nomor pelat kendaraannya untuk mengakali sistem ganjil genap. Tweet Radityo segera mendapat tanggapan dari akun TMC Polda Metro Jaya. Polisi pun menindaklanjuti kasus tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here