Fitur Keselamatan Mobil Masa Kini – Bagian 2

Menyambung artikel sebelumnya, di artikel ini Sahabat bisa membaca fitur-fitur keselamatan mobil lainnya yang juga tidak kalah pentingnya bagi keselamatan keluarga kita saat berkendara.

Crumple Zone

Crumple zone pada mobil
Crumple zone pada mobil

Crumple Zone, atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut zona benturan, diciptakan untuk meningkatkan keselamatan pengemudi mobil saat terjadinya tabrakan yang tidak bisa dihindari.

Jika para sahabat memperhatikan mobil masing-masing, maka pasti bagian depan mobil sahabat berbentuk mengerucut bukan? Nah, bentuk mengerucut itulah yang disebut crumple zone. Bentuk mengerucut mobil sahabat memang bukan hanya untuk mempermanis desain mobil, namun juga untuk memastikan keselamatan sahabat saat terjadi benturan yang sangat keras di bagian depan mobil.

Cara kerja crumple zone ini mirip dengan side impact door beams, yaitu dengan memanfaatkan penyerapan tenaga benturan saat terjadi tabrakan. Mobil yang dilengkapi dengan fitur crumple zone memiliki badan mobil yang sengaja dibuat penyok saat tabrakan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak benturan pada penumpang di dalam mobil karena bodi mobil menyerap tenaga benturannya.

Sahabat bisa bayangkan bagian depan mobil seperti sebuah bantal tidur yang empuk yang jika sahabat benturkan kepala ke bantal itu sahabat tidak akan merasa sakit. Seperti itulah crumple zone bekerja. Benturan pada bagian depan mobil diserap oleh badan mobil yang penyok agar hentakan pada badan penumpang lebih kecil dibandingkan pada mobil yang tidak dilengkapi dengan crumple zone.

Electronic Braking Distribution

EBD pada mobil
EBD pada mobil

Teknologi Electronic Breaking distribution ini memiliki cara kerja yang dapat memaksimalkan peran teknologi ABS di ban mobil para sahabat.

Ketika sahabat mengemudikan mobil kemudian sahabat melakukan pengereman secara mendadak, pasti keempat ban mobil sahabat tidak mungkin menanggung beban rem yang sama, karena jika keempat ban mobil sahabat menanggung beban rem yang sama, maka kemungkinan salah satu antara ban depan atau ban belakang sahabat akan selip atau mengunci. Oleh karena hal itulah, teknologi EBD ini diciptakan.

Teknologi EBD ini akan secara pintar mengatur beban rem yang ditanggung oleh keempat ban mobil sahabat saat melakukan pengereman dalam berbagai kondisi jalanan.

Misalnya ketika sahabat mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi di sebuah jalan lurus, kemudian sahabat menginjak rem secara maksimal, tentu beban pengereman ban depan mobil sahabat harus lebih besar dibandingkan dengan ban belakang mobil, karena beban mobil sebagian besar ada di bagian depan mobil. Ketika beban keempat ban mobil sahabat sama, maka kemungkinan besar ban belakang mobil sahabat akan mengunci duluan dan mobil sahabat akan oleng secara seketika.

Teknologi EBD dengan pintar akan menurunkan beban rem di bagian belakang ban mobil sehingga ban belakang mobil tidak kehilangan daya cengkramnya terhadap aspal sembari mempertahankan kekuatan rem di ban depan mobil sahabat.

Pada dasarnya, EBD ini bergantung pada sebuah sensor kecepatan yang terpasang di keempat ban yang secara terus menerus akan memeriksa apakah ada salah satu ban yang kecepatan rotasinya berbeda dengan yang lainnya atau tidak. Data-data yang diberikan oleh sensor kecepatan ini akan diberikan ke Electronic Control Unit (ECU) untuk memastikan beban yang harus ditanggung masing-masing ban mobil sahabat saat kondisi tertentu.

Ketika ECU ini melihat ada salah satu bagian ban atau lebih yang menanggung beban yang lebih ringan daripada ban lainnya, ECU ini akan memerintahkan suatu alat yang dinamakan Brake Force Modulator (BFM) atau pengontrol beban pengereman, di mana nantinya BFM ini akan mengurangi beban pengereman pada ban yang menanggung beban yang ringan. Dengan sistem ini diharapkan ban yang menanggung beban ringan tidak mengalami selip saat pengereman dilakukan.

Sabuk Pengaman – Seat Belt & Pre-tensioner

Seat belt atau sabuk pengaman pada mobil
Seat belt atau sabuk pengaman pada mobil

Fitur keselamatan mobil masa kini yang simpel tetapi sudah berjasa menyelamatkan banyak nyawa tidak lain tidak bukan adalah sabuk pengaman atau seat belt. Fitur ini bertujuan untuk mengikat badan penumpang pada jok mobil agar tidak terhempas ke sekitar kabin mobil saat terjadi tabrakan.

Seat belt dirasa sangat efektif dalam menanggulangi bahaya tabrakan sehingga penggunaaanya umumnya merupakan kewajiban. Pemerintah Amerika Serikat melalui CDC menyatakan bahwa penggunaan sabuk pengaman berhasil mengurangi cedera serius atau angka kematian akibat tabrakan menjadi setengahnya.

Pada awal mulanya seat belt didesain sebagai seat belt 2 titik yang disilangkan di atas paha pada posisi duduk. Akan tetapi, penggunaan yang sering dan proteksi pada saat kecelakaan pada sabuk pengaman tipe ini dirasa tidak terlalu aman. Pada akhirnya kebanyakan mobil dilengkapi dengan seat belt 3 titik yaitu yang menjadi model standard saat ini untuk sabuk pengaman di kursi depan.

Teknologi seat belt juga terus dikembangkan seperti dengan adanya fitur Pre-Tensioner yaitu fitur di mana seat belt akan mengencang secara otomatis pada saat tabrakan agar penumpang lebih terikat dengan aman ke kursi mobil pada saat tabrakan.

Nah, sekarang sahabat telah mengetahui berbagai macam fitur keselamatan mobil masa kini yang selalu siap sedia menyelamatkan para sahabat saat kejadian yang tidak diinginkan terjadi saat berkendara. Ingat, walaupun begitu banyak fitur keselamatan yang siap menyelamatkan para sahabat, langkah paling aman adalah berkonsentrasi selama berkendara untuk menghindari kecelakaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here