Belajar Menjaga Nyawa dari Tragedi Emirates

Keselamatan dalam berkendara tidak hanya berlaku pada kendaraan Pribadi seperti sepeda motor atau mobil. Namun, budaya keselamatan juga perlu Sahabat terapkan ketika Sahabat menggunakan transportasi umum. Karena pada dasarnya tidak ada pihak yang dapat menjamin penuh atas keselamatan diri Sahabat, oleh karenanya keselamatan juga merupakan tanggung jawab masing-masing pribadi.

Penerbangan komersil dapat dikatakan sebagai kendaraan umum dengan kelas premium. Namun, bukan berarti moda ini dapat memberi kepastian penumpangnya akan baik-baik saja sampai tujuan. Walaupun hingga  saat ini, berkendara menggunakan pesawat terbang secara statistik dikatakan sebagai moda teraman untuk transportasi. Setiap penumpang tetap diwajibkan untuk selalu memperhatikan panduan keselamatan yang diuraikan oleh awak kabin. Meskipun penerbangan hanya memakan waktu satu atau dua jam, setiap penumpang harus patuh menggunakan sabuk pengaman dan belajar penggunaan peralatan keamanan yang diinstruksikan oleh awak kabin.

Belum lama ini terdengar kabar mengharukan yang kembali datang dari dunia kedirgantaraan dunia. Pasalnya, sebuah pesawat penerbangan internasional mengalami crash landing saat akan mendarat. Kejadian ini terjadi pada tanggal 3 Agustus 2016. Dalam jadwalnya, pesawat Boeing 777-300 milik Emirates dengan nomor penerbangan EK521 ini bertolak dari Thiruvanantapuram, India menuju Dubai, Uni Emirat Arab.

Meskipun belum ada laporan resmi, namun diperkirakan kendaraan yang menerbangkan 282 orang beserta 18 awak terkena wind shear saat hendak mendarat yang menyebabkan crash landing sehingga sebagian roda pendaratan pesawat tersebut patah dan badan pesawat sedikit berguling dengan salah satu mesin terlepas dan meluncur hingga ujung sayap pesawat.

Tragisnya, 9 menit setelah pesawat berhenti terjadi ledakan besar yang terjadi di tangki bahan bakar pesawat. Beruntung, seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi. Saat itu hanya ada kapten kapal dan awak kabin senior yang sedang melakukan pengecekan terakhir jika masih ada penumpang yang belum dievakuasi. Namun malah, ledakan tersebut menewaskan seorang petugas pemadam kebakaran serta melukai beberapa orang yang berada disekitarnya.

Kecelakaan yang dramatis ini dapat dijadikan pelajaran berharga dalam dunia dirgantara dunia. Crash landing yang mengerikan tanpa ada korban jiwa dari penumpangnya.

Bagaimana Jika Terjadi Emergency Landing?

Crash Landing yang terjadi pada pesawat dengan nomor penerbangan EK521 tidak termasuk kedalam Emergency Landing atau pendaratan darurat, namun dalam prosedur evakuasi tetap mengikuti kedalam prosedur evakuasi Emergency Landing. Ada beberapa langkah yang bisa Sahabat lakukan ketika memang pesawat yang Sahabat tumpangi harus melakukan pendaratan darurat. Berikut adalah tips jika menghadapi kondisi darurat dalam penerbangan Sahabat:

Perhatikan Instruksi Keselamatan

Kebanyakan kecelakaan pesawat yang menjatuhkan banyak korban dikarenakan human error dikarenakan mengacuhkan instruksi dari awak kabin. Sebelum berangkat, luangkan waktu kita untuk membaca kartu keselamatan dan perhatikan peragaan alat keselamatan dimulai dari cara menggunakan sabuk pengaman hingga masker oksigen. Sehingga jika memang terjadi hal yang buruk, Sahabat tidak perlu menunggu lama bantuan dari awak kabin yang mengurusi puluhan orang.

Hargai Instruksi Petugas

Jika terjadi pendaratan darurat, pintu-pintu darurat akan dibuka sesuai fungsinya. Masker oksigen, pelampung, dan alat-alat keselamatan untuk proses evakuasi akan digunakan pada kondisi darurat. Tetap tenang dan selalu dengarkan instruksi awak kabin selama proses evakuasi berlangsung. Awak kabin telah dilatih oleh maskapai penerbangan untuk dapat menghadapi setiap kondisi darurat yang mungkin terjadi.

Tetaplah Duduk

Ketika pesawat berada dalam kondisi yang tidak stabil, cobalah kendalikan emosi dan ketakutan Sahabat. Tetap duduk dan gunakan sabuk pengaman. Percayalah pada pilot dan seluruh kru pesawat. Mereka pasti berusaha melakukan yang terbaik. Dalam keadaan genting, para awak kabin harus memastikan barang-barang penumpang di kabin tidak menyulitkan jalannya evakuasi. Mereka juga wajib memastikan seluruh penumpang berada dalam kondisi duduk.

Perhatikan Alas Kaki

Silakan Sahabat bayangkan sendiri bagaimana repotnya seorang wanita yang berlari keluar dalam posisi mengenakan high heels. Tersandung, high heels patah, dan berbagai kemungkinan lain pasti akan memperburuk keadaan. Jadi lebih baik melepaskan high heels selama penerbangan. Pakai saja sepatu yang rata dan hangat. Jangan pakai sandal jepit, karena sendal jepit dapat terlepas saat proses evakuasi.

Sayangi Nyawa

Harta benda dapat Sahabat cari kembali, namun Tuhan hanya memberikan satu nyawa kepada kita. Oleh karenanya, tinggalkan barang-barang yang sekiranya dapat mengganggu proses evakuasi dan tinggalkan pesawat secepat dan seaman mungkin sesuai instruksi awak kabin. Jangan pernah berpikir untuk membuka laci bagasi diatas kabin untuk menyelamatkan barang bawaan Sahabat saat proses evakuasi.

Ingatlah, proses evakuasi dan cepatnya penyebaran bencana tidak bisa menoleransi rasa sayang Sahabat kepada barang berharga yang Sahabat bawa. Perilaku penumpang yang masih berusaha menyelamatkan barang pada saat kecelakaan Emirates EK521 seperti pada video dibawah banyak dikritisi karena jelas menghambat proses evakuasi penumpang.

Pasca Kejadian

Pesawat Emirates ini memang telah dirancang untuk dapat melakukan evakuasi penumpang selama 90 detik. Evakuasi kurang dari 2 menit itu dapat dilakukan di saat terjadi kecelakaan di darat. Hal ini dibuktikan dengan sigapnya para pramugari dan petugas lainnya yang terus mengingatkan penumpang untuk meninggalkan barang bawaan. Ketika tanda-tanda peledakan sudah mulai terlihat, pintu-pintu darurat sudah terbuka semuanya. Para awak kapal menuntun penumpang keluar melalui pintu darurat.

Tentu saja terdapat penumpang yang mengalami luka-luka. Namun, dengan efektifnya proses evakuasi, tidak ada korban jiwa diantara penumpang pesawat. Sebagian besar penumpang hanya mengalami luka kecil yang segera diobati oleh para petugas medis. Anak-anak kecil dan para perempuan juga aman dalam proses evakuasinya yang aman.

Pihak maskapai juga siap bertanggungjawab penuh atas 300 orang yang menumpangi besi terbang tersebut. Mereka juga berani menegaskan bahwa pesawat mereka telah diuji sebelum lepas landas. Ada serangkaian proses pemeriksaan yang telah dilakukan. Semua tes menyatakan pesawat tersebut layak melakukan penerbangan internasional.

Dengan tidak adanya korban jiwa pada insiden maskapai Emirates ini, tentulah pusat kendalinya menuai banyak pujian. Ternyata pilot dan co-pilot maskapai ini telah memiliki 7.000 jam terbang. Dengan adanya peristiwa ini, maka tingkat kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara semakin meningkat. Pelayanan yang menyenangkan, keamanan yang terjamin, serta profesionalitas para petugas penerbangan akan menarik perhatian masyarakat untuk bepergian menggunakan pesawat.

Sebelumnya ada banyak kecelakaan udara yang membuat takut masyarakat yang ingin terbang. Namun dengan contoh baik dari Emirates ini, maskapai penerbangan & pesawat terbang kembali menunjukkan kemampuannya menjaga nyawa para kliennya. Semoga standar penerbangan di Indonesia bisa segera menyusul maskapai Emirates. Dengan begitu masyarakat bisa tenang dan nyaman saat bepergian menggunakan moda transportasi udara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here