Melindungi Anak dari Bahaya Listrik saat berada di Luar Rumah

Hai Sahabat keselamatankeluarga.com semuanya! Kali ini kita masih akan membahas listrik dan tips-tips sederhana yang bisa kita terapkan untuk menghindarkan diri dan anak kita dari bahaya yang ditimbulkan oleh listrik.  Kalau sebelumnya lebih fokus ke dalam rumah, maka kali ini di bagian kedua, kita akan coba mengarahkan perhatian kita ke lingkungan sekitar rumah dimana anak–anak kita biasa bermain dan berinteraksi sehari-hari. Silahkan berkunjung ke “Bahaya Listrik Bagian 1” buat Sahabat yang kemarin belum sempat menyimak artikel bagian pertama.

Tidak dapat dipungkiri peranan vital listrik dalam kemajuan teknologi dan peradapan manusia modern. Bagi manusia masa kini, tentunya listrik sudah menjadi bagian hidup yang tidak dapat dipisahkan, Namun sebagaimana sudah kita ketahui bersama, dibalik manfaat yang disumbangkan oleh listrik, terdapat bahaya yang bisa ditimbulkan bila kita abai dan acuh.  Menilik dari data yang dimiliki Badan K3 Amerika (OSHA), efek langsung dari suatu sengatan listrik adalah terjadinya electrocution / tersetrum yang bisa berkibat fatal bagi manusia, tergantung dari besarnya arus dan tegangan listrik, jalur mengalirnya arus listrik di tubuh dan durasi sengatan seperti dijelaskan pada tabel dibawah.

Dampak sengatan arus listrik bolak-balik (AC) vs paparan arus listrik
Dampak sengatan arus listrik bolak-balik (AC) vs paparan arus listrik

Perlu Sahabat ingat bahwasannya arus listrik akan selalu mencari titik dengan hambatan listrik paling rendah, yaitu tanah, saat terjadi kebocoran sirkuit. Pedoman umumnya, jangan sampai tubuh kita menjadi perantara arus listrik yang bocor ke tanah.

Berikut beberapa catatan bila kita dan anak–anak kita sedang berada atau beraktivitas diluar rumah:

Hindarkan anak-anak dari benda yang menyetuh sarana listrik atau kabel listrik yang jatuh ke tanah.

Belajarlah dari kasus almarhum Sandy yang meninggal karena tersetrum saat diikat teman-temannya pada tiang lampu yang ternyata memiliki kabel yang terkelupas. Pada kejadian yang awalnya untuk bercanda ini, Sandy meninggal karena adanya hantaran listrik dari kabel lampu ke tubuh Sandy ketika teman-temanya menyiramkan air untuk perayaan ulang tahun Sandy. Sungguh tragedi yang tidak diinginkan ketika permainan berubah menjadi musibah.

Dalam menyikapi bahaya ini, selalu asumsikan bahwasannya listrik di sekitar instalasi listrik masih hidup, kemudian menjauhlah. Jika konduktor metal dari kabel listrik jatuh ke tanah, maka arus listrik akan berusaha mencapai sarana grounding terdekat (yang terpasang sepanjang sistem distribusi listrik) dengan perantaraan benda-benda disekitarnya termasuk tanah. Jika kita berdiri ditengah-tengah kedua titik ini dan jika tubuh kita tidak terisolasi dengan baik, hal yang berlaku adalah terjadinya perbedaan potensial antara kedua titik dimana kaki kita berdiri yang selanjutnya memicu adanya aliran listrik di tubuh kita yang mengalir dari titik berpontensial tinggi ke rendah.

Hati-hati terhadap genangan air di jalan

Main AirJangan biarkan anak-anak kita menyentuh peralatan ataupun mainan bertenaga listrik jika tangannya sedang basah, berdiri digenangan air, saat berada di kolam renang ataupun tempat-tempat basah lainnya.

Air adalah pelarut yang baik. Air akan berubah menjadi penghantar listrik jika mengandung ion / electron aktif yang berasal dari zat-zat yang terlarut dalam air seperti garam-garaman yang mengandung ion calcium dan natrium. Air dengan kondisi seperti inilah yang sering kita jumpai sehari-hari.

Dalam keadaan basah, hambatan listrik kulit manusia akan menurun secara drastis yang akan menyebabkan ia menjadi pintu masuk favorit bagi arus listrik untuk kembali ke tanah melalui perantaraan cairan tubuh kita. Akan sangat berbahaya jika dibagian yang lain, air dengan kemampuan penetrasinya bisa menembus isolator komponen bertenaga listrik dan bersinggungan dengan sirkuit listriknya.

Seperti kasus almarhum Sandy, genangan air yang teraliri listrik dari tiang listrik lah yang menewaskan dua karyawan Transjakarta pada Desember 2015 lalu. Tentunya harus menjadi pelajaran bagi kita semua.

Waspada pohon yang menyentuh kabel listrik

child-in-the-tree-1563149Pohon yang tumbuh di dekat atau disela-sela jaringan kabel listrik bisa menjadi penghantar listrik ke tanah dan akhirnya bisa menyengat orang yang berada di dekatnya. Kemungkinan bahaya menjadi lebih besar jika pohon-pohon tersebut masih dalam keadaan basah setelah sebelumnya terjadi hujan misalnya. Sangat dianjurkan kepada Sahabat semua untuk menghindar dari pohon-pohon semacam ini.

Pertimbangan yang sama juga berlaku jika Sahabat berniat menebang pohon yang bersentuhan dengan kabel listrik.  Langkah terbaik adalah meminta PLN untuk mematikan arus listrik selama proses penebangan pohon. Segera laporkan dan biarkanlah petugas dengan kompetensi khusus yang melakukannya. Laporan bisa disampaikan ke PLN melalui sambungan nomer telp 123 dan bila anda tinggal di Jakarta, laporan juga bisa disampaikan melalui layanan online aduan masyarakat Pemda DKI, yaitu QLUE.

Jangan menerbangkan layang-layang atau balon yang terkait ke tali disekitar jaringan distribusi listrik.

Dengan alasan yang sama, benda yang diterbangkan disekitar sumber listrik dengan perantaraan tali bisa menjadi sumber perantara listrik bila jatuh disituasi yang salah. Pilihlah lokasi yang aman untuk bermain layangan atau balon, lakukan penilaian secara seksama apakah tempat dan cara kita bermain sudah aman.

Mengijinkan anak berenang saat terjadi badai petir? Lebih baik jangan!

Petir di atas Savanah

Petir adalah salah satu bentuk energi listrik dalam wujud yang lebih besar, kemungkinan terjadinya sangat acak dan sulit diprediksi. Dalam kaitannya dengan keselamatan, Institut Nasional Keselamatan Petir Amerika (NLSI) sangat merekomendasikan kita untuk tidak berenang selama terjadinya badai petir dan dalam kurun waktu 30 menit setelah petir dan kilat terakhir terdeteksi. Karena alasan konduktivitas air seperti dijelaskan di atas, satu sambaran di permukaan air tertentu bisa merambat ke permukaan air yang lain. Jika berenang dalam lingkungan ‘outdoor’ tidak aman, baik kolam renang, sungai, danau ataupun laut,an, apakah berenang dalam lingkungan ‘indoor’ selama terjadinya badai petir aman? Sayangnya tidak juga!

Kolam renang biasanya terikat dengan area permukaan yang lebih besar melalui konektivitasnya dengan jaringan pipa bawah tanah, infrastruktur logam, kabel telepon dan lain sebagainya. Satu sambaran ke tanah dititik yang lain dimana jaringan ini terkait sudah cukup mengakibatkan terjadinya arus listrik induksi di kolam renang. Ilmu pengetahuan dibidang ramalan cuaca sudah semakin maju. Dikombinasikan dengan kemampuan smartphone, tidak susah untuk mendapatkan informasi ramalan cuaca di era kemajuan teknologi informasi seperti sekarang ini. Biasakan untuk memeriksa ramalan cuaca dan rencanakan aktifitas anda semestinya. Evakuasi anak-anak anda dari tempat berenang jika mulai terlihat tanda-tanda terjadi petir dan kilat.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here